Refl: Baru-baru ini diberitakan bahwa seorang anggota DPR [merangkap diktektif] 
menemukan ribuan ton beras impor yang ditimbun di Surabya, jadi masalahnya 
ialah apakah beras ini akan boleh dikirim sebagai bantuan mengats krisi pangan 
di 72 desa tsb hanya setan bin iblis saja yang tahu. 


http://www.antaranews.com/berita/273935/72-desa-sumba-timur-rawan-pangan
72 desa Sumba Timur rawan pangan
Selasa, 30 Agustus 2011 12:14 WIB | 

 
Ilustrasi kekeringan yang membuat tanah retak-retak dan mendorong rawan pangan 
terjadi. (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)

  ... inilah yang membuat warga mulai turun ke hutan untuk mencari ubi hutan 
untuk mempertahankan hidup... 
Kupang, NTT (ANTARA News) - Dari sebanyak 262 desa/kelurahan di Kabupaten Sumba 
Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terdapat 72 desa dilaporkan terancam rawan 
pangan akibat gagal panen sebagai dampak dari perubahan iklim ekstrim tahun ini.

"Memang benar ada ancaman rawan pangan di 72 desa di Sumba Timur. Ini data 
hasil analisa tim ketahanan pangan yang turun ke desa-desa selama beberapa hari 
terakhir ini," kata Bupati Sumba Timur, Gidion Biliyora, Selasa.

Gidion mengatakan hal itu menjawab pertanyaan ANTARA melalui telepon genggam 
dari Kupang terkait laporan media massa mengenai adanya ancaman rawan pangan 
yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Sumba Timur.

Dia menjelaskan, sejak pekan lalu, tim ketahanan pangan sudah turun ke 
desa-desa yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Sumba Timur untuk memantau 
ketersediaan pangan di masyarakat. Setelah dilakukan analisa data, ada desa 
yang masuk dalam kategori rawan pangan.

"Kondisi inilah yang membuat warga mulai turun ke hutan untuk mencari ubi hutan 
untuk mempertahankan hidup," katanya.

Kondisi geografis di Pulau Sumba memang khas, didominasi padang sabana dengan 
curah hujan sangat minim. Pengaruh angin kering dari Australia --terutama musim 
kering-- sangat besar di pulau yang ternama atas peternakan hewannya itu.

Mengenai intervensi, dia mengatakan dalam minggu ini juga pemerintah akan 
melakukan intervensi pangan dengan menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) 
yang menjadi kewenangan Bupati sebanyak 100 ton yang tersedia di gudang Bulog 
setempat.

"Pemerintah belum melakukan intervensi pangan karena masih menunggu data 
lapangan. Datanya baru disiapkan sehingga intervensi pangan baru dilakukan 
pekan ini," kata Bupati.

Dia mengatakan, intervensi pangan tidak bisa dilakukan berdasarkan pemberitaan 
media massa tetapi melalui sebuah analisa sehingga bantuan yang diberikan 
benar-benar kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan.

Gidion mengatakan segera melaporkan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans 
Lebu Raya mengenai pemanfaatan CBP untuk intervensi pangan, sehingga CBP untuk 
Sumba Timur bisa diganti dengan bantuan dari provinsi.

Dengan demikian, pada saat dibutuhkan, CBP tetap tersedia dan tinggalkan 
disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, kata Gidion. (B017) 
Editor: Ade Marboen


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke