Keneraka Kalo Tidak Setuju Dengan Hilal-nya MUI.
                                     
Topik pembicaraan kita disini adalah masalah umat Islam dalam rangka menetapkan 
hilal.  Jadi jangan ngelantur kepada orang Kristen karena kalo mau membicarakan 
orang Kristen dan agamanya, kita harus bikin topik baru tentang Kristen.

Karena topik disini membicarakan masalah sesama Islam, maka jangan buang2 waktu 
ngomongin Kristen, Hindu, Buddha, atau animisme.

Hilal itu ditetapkan ulama dengan menggunakan mata, bukan menggunakan mata 
hati, bukan juga menggunakan keimanan, bukan menggunakan microscope electron.  
Sederhana saja, melihat Hilal itu dengan mata, entah mata mau disipitkan, atau 
mata melotot.

Setiap orang punya mata, entah itu ulama, kafir, ataupun orang buta tetap punya 
mata.  Dan mata setiap orang ber-beda2 ketajamannya dalam melihat, ada yang 
sangat tajam, sedang tajam, tajam, kurang tajam atau bahkan ada yang buta tidak 
bisa melihat meskipun ada memiliki matanya.

Demikianlah, kita melihat Hilal itu dengan mata bukan dengan mulut.  Jadi 
wajar, ditempat yang berbeda maka Hilal juga berbeda kelihatannya, bahkan 
ditempat yang sama pun ada kalanya Hilal berbeda dilihatnya karena yang 
melihatnya pun berbeda orangnya jadi berbeda matanya.

Orang yang tinggi badanya tidak boleh menyalahkan orang yang badannya pendek, 
karena badan tinggi atau pendek adalah predisposisi pembawaan lahir atau umat 
beragama menganggap sudah kemauan Allah.  Demikian juga, bukan cuma badan yang 
tinggi dan pendek yang tidak boleh saling menyalahkan, juga mereka yang punya 
mata sipit atau mata melotot tidak boleh saling menyalahkan, juga mereka yang 
matanya tajam dan mereka yang matanya buta juga tidak boleh saling menyalahkan.

Jadi atas dasar itu semua, sekarang jadi jelas urusan Hilal, ditempat yang 
tidak sama terlihatnya juga tidak sama, bahkan ditempat yang sama pun bisa 
berbeda terlihatnya, apalagi yang disuruh melihat itu orang yang buta, sampai 
kiamat juga Hilalnya tidak kelihatan sehingga tidak pernah ada lebaran.

Jadi urusan Hilal kelihatan atau tidak kelihatan jangan dijadikan urusan untuk 
saling menghina, saling menuduh yang lainnya masuk keneraka karena enggak bisa 
melihat Hilal.  Demikianlah MUI, ini organisasi ulama, tapi kerjaannya selalu 
memaksa umatnya, bahkan urusan hilal juga menjadi urusan masuk keneraka kalo 
tidak setuju dengan Hilal-nya MUI.

Yang salah memang MUI, mereka bilang Hilal sudah terlihat dan lebaran jatuh 
tanggal 1 September, tapi Islam lainnya menganggap Hilal sudah terlihat dan 
lebaran jatuh tanggal 31 Agustus.  Meskipun MUI bilang perbedaan itu biasa, 
tapi ditambahin bahwa yang tidak setuju tetap berpuasa hingga lebaran 
ditetapkan masuk ke neraka.  Tidak kalah dengan lawannya, mereka juga bilang 
kalo tidak memutus puasa untuk lebaran tanggal 21 Agustus pasti masuk neraka.  
Dua2nya pihak mengancam neraka, dua2nya salah, bahkan Quran-nya juga salah 
karena kedua yang salah inipun mengutipnya dari Quran yang sama.

Harusnya khan Hilal itu tugasnya orang buta untuk melihatnya, hingga nantinya 
disemua tempat diseluruh dunia sama hasilnya yaitu sama2 belum kelihatan.  
Tentu belum kelihatan, gimana mau terlihat kalo yang melihatnya buta, tapi ada 
keseragaman yaitu sama2 belum melihat Hilal.  Begitulah kontro-versi dalam 
agama Islam, yaitu agama yang paling menarik didunia karena merupakan agama 
yang paling benar yaitu benar dan dibenarkan untuk membantai sesamanya agar 
terjerumus ke neraka karena menolak hilal satu sama lain.  Inilah agama yang 
benar, entah apanya yang benar karena hilalnya saja sudah salah.

> bangmossad@... wrote:
> Semua orang Kristen Indonesia Pasti masuk neraka,

Kalo semua orang Kristen Indonesia pasti masuk neraka, maka saya pribadi belum 
tahu, belum ketemu rujukannya, karena dalam bible sendiri tidak ada kata2 
"Indonesia".

Lebih daripada itu, orang2 Nasrani atau Kristen atau Katolik belum ada dan 
tidak pernah ada fatwanya bahwa mereka akan masuk ke neraka, sebaliknya mereka 
mengaku akan masuk ke sorga.

Hanya Muslimin dan Islam saja yang menyatakan melalui MUI bahwa muslim semuanya 
masuk ke neraka apabila masih berpuasa diwaktu lebaran dan memutuskan puasa 
sebelum waktunya.

Jadi yang bilang muslimin masuk neraka kalo salah tanggal lebarannya adalah 
AlQuran, Hadist, dan fatwa MUI.

Dan lebaran baru2 ini muslimin kacau balau terpecah dua karena berbeda 
lebarannya.  Bahkan MUI yang sudah memfatwakan lebaran itu tanggal 1 September, 
ternyata berlebarannya tanggal 31 Agustus.

Jadi kalo lebaran itu tanggal 1 September 2011, maka mereka yang berlebaran 
pada tanggal 31 Agustur akan masuk neraka.

Sebaliknya kalo lebaran itu tanggal 31 Agustus 2011, maka mereka yang 
berlebaran tanggal 1 September 2011 juga akan masuk neraka.

Tanggal lebaran jadi patokan apakah muslim separohnya masuk neraka, sedang 
separohnya lagi juga mungkin masuk ke neraka.

Jadi ini berdasarkan Quran bukan berdasarkan Bible atau Manifesto communist.

Ny. Muslim binti Muskitawati.












------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke