http://www.lampungpost.com/buras/8058-stamina-timnas-harus-dipompa-.html
Stamina Timnas Harus Dipompa!
Senin, 05 September 2011 23:54
"MENGHADAPI tiga 'tim bernapas kuda Arab'—Iran, Bahrain, dan Qatar—di
babak III Pra-Piala Dunia 2014, stamina Tim Nasional Indonesia jelas harus
dipompa lebih keras lagi!” Tegas Umar. "Jika tidak, seperti pengalaman tanding
pertama lawan Iran, di babak pertama tenaga timnas kita dikuras, dan merasa
bangga bisa menahan lawan 0-0 pada 45 menit pertama, tapi di babak kedua
setelah letoi, timnas dicukur gundul lawan tanpa balas, 0-3."
"Justru stamina itu masalah krusial timnas kita!" timpal Amir. "Sudahlah
postur tubuhnya rata-rata lebih kecil daripada lawan, staminanya relatif cekak
pula! Beda dengan tim Korea, Jepang, dan China, meski tubuh mereka relatif
lebih kecil dari lawan, stamina mereka bisa membuat lawan terengah-engah dengan
permainan cepatnya! Dan stamina mereka terukur 120 menit—dua kali 45 menit
tambah dua kali 15 menit perpanjangan waktu!"
"Para ahli gizi nasional mungkin harus dikumpul untuk mencari tahu,
kenapa dengan tubuh sama kecilnya atlet Korea, Jepang, dan China bisa punya
stamina jauh lebih kuat daripada atlet kita!" tegas Umar. "Apakah jenis makanan
kita tahu-tempe, jangan gori yang dilahap orang kita sejak kecil membuat
staminanya rendah, atau karena faktor-faktor lain! Semua itu harus ada
jawabannya, agar saat menonton sepak bola antara timnas dan lawan warga bangsa
tak jadi gemas karena pemain kita kehabisan tenaga lalu menggantol kaki lawan
dari belakang!"
"Artinya, kelemahan utama timnas sepak bola kita sejak awal sudah
diketahui, tapi kenapa dari zaman ke zaman tak bisa diperbaiki!" timpal Amir.
"Lantas kenapa Korea, Jepang, dan China bisa membuat stamina atletnya
serbaprima?"
"Dari situ, kalau dalam teknik dan strategi sepak bola kita rekrut
pelatih dari Eropa guna mengajari anak-anak kita cara bermain sepak bola yang
betul, untuk memompa stamina pemain timnas kita juga harus merekrut ahli gizi
dari tiga negara itu—Korea, Jepang, atau China—juga pelatih fisik pembina
stamina, sekalian juru masaknya!" tegas Umar.
"Kenapa harus sekalian juru masaknya? Sebab, kita tak hendak merendahkan
ahli gizi kita, pasti mereka tahu berapa kalori pada 1 gram sayur tertentu.
Tapi oleh juru masak yang dicari paling murah bayarannya dari dusun, sayur itu
digodok sampai nyonyot sehingga kalorinya menguap, dan pemain kita jadi loyo di
lapangan!"
"Tapi usaha itu belum bisa diterapkan pada putaran Pra-Piala Dunia kali
ini, karena waktunya sudah terlalu sempit!" timpal Amir. "Lebih tepat
diterapkan pada Timnas Indonesia U-17, U-21, atau U-23. Dengan itu kita punya
harapan ke depan!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/