> Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyidikan. Kepolisian 
> mengaku sangat sulitmemahami jalan pikiran Patek. Mentor Amrozi ini memiliki 
> tabiat yang berbeda dengan orang padaumumnya. "Semua manusia, saya mungkin 
> juga anda dianggap tidak benar semua di matanya. Hanyadia yang merasa benar. 
> Ini kan sulit," jelas Untung.

COba apa tidak bahaya tuh, bahaya LATENT?? sekali bisa dicuci otaknya, tidak 
bisa dipahami alias GILA
 


Kamis, 01/09/2011 22:31 WIB 
Kisah Teroris Seharga Rp 8 Miliar
Dekat Osama Tapi Mengemis di Pakistan
M. Rizal - detikNews
 
Jakarta - Hujan deras tengah mengguyur Abbottabad, Pakistan. Kalender 
menunjukkan hari itu tanggal 16 Januari 2011.

Di luar rumah Abdul Hameed, ada sepasang orang asing tengah berteduh. Mereka 
menggigil kedinginan dan tampak kelaparan. Putri Hameed yang tidak tega lantas 
meminta sang ayah agar menolong orang asing itu.

Orang asing itu adalah gembong teroris Umar Patek dan Rukkayah, istrinya. Atas 
persetujuan istrinya, Hameed pun mengizinkan sepasang orang asing itu menginap 
di kamar kosong di lantai dua.

"Kami pikir, mereka sesama manusia yang membutuhkan bantuan, bagaimana kami 
tega menolak," kata Hameed yang merupakan pensiunan akuntan itu seperti 
dilansir AFP.

Singkat cerita, pasangan orang asing itu pun tinggal satu rumah dengan keluarga 
Abdul Hameed. Abdul memang mengakui, ada keanehan perilaku pasangan orang asing 
yang telah diizinkan menumpang di rumahnya itu. Kedua orang asing ini tidak 
pernah meninggalkan kamar. Bahkan, nampan berisi makanan yang disediakan tiga 
kali dalam sehari oleh anak perempuan Hameed pun jarang disentuh.

Sembilan hari setelah orang asing itu menginap Hameed baru sadar tamunya adalah 
teroris yang tengah dicari-cari. Tentara Pakistan tiba-tiba menyerbu rumah 
Hameed, menggeledahnya, dan menyeret sang tamu setelah dilumpuhkan dengan 
tembakan.

***

Patek kabur dari Indonesia tidak lama setelah Dulmatin tewas. Sahabat dekat 
Patek ini tewas ditembak anggota Densus 88 Mabes Polri di rumah toko Multiplus, 
Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 10 Maret 2010 lalu. Saat penyergapan, Patek 
yang diduga sebagai Komandan Lapangan aksi serangan bom Bali I tahun 2002 itu 
juga berada di lokasi yang sama.

Setelah Dulmatin tewas, Patek kemudian melarikan diri ke luar negeri bersama 
istrinya yang berwarga negara Filipina. Meski warga Filipina, Rukkayah juga 
memiliki paspor Indonesia.

Selama Patek melarikan diri ke Pakistan, sejumlah media asing melansir, 
kehidupan teroris yang dibandrol US$ 1 juta itu dan istrinya agak berbeda.

Seperti pengakuan Abdul Hameed, pemilik rumah yang pernah menampung Umar Patek 
selama sembilan hari mendapatkan Patek dan istrinya dalam kondisi kedinginan 
akibat cuaca hujan yang saat itu melanda kota Abbottabad. Bahkan sejumlah media 
asing, khususnya di Inggris menyebutkan, kondisi pria asal Pemalang itu 
terlihat seperti pengemis dan menggelandang.

"Ya kan hidup berkelana. Mungkin saja dia mengemis atau menggelandang, kita 
melihatnya seperti itu. 

Tapi bagi dia yang memiliki alam pikiran dan pemahaman lain, mungkin 
menikmatinya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri 
Brigjen Pol Untung Yoga Ana kepada detik+.

Namun kuasa hukum Umar Patek, Asludin Hatjani membantah kehidupan kliennya di 
Pakistan terlunta-lunta dan mengemis. Patek mengaku selama di Pakistan, ia 
ditampung rekannya yang bernama Haidar.

"Itu nggak benar. Saya dapat cerita langsung dari Umar Patek. Dia ditampung di 
rumah Haidar. Jadi selama ini hidupnya dijamin temannya itu," katanya kepada 
detik+.

Asludin juga membantah Patek ke Pakistan untuk mencari perlindungan Osama. 
Keberangkatan Umar Patek dan istrinya ke Pakistan disebut hanya pindah untuk 
istirahat. Ia memilih pindah karena saat itu dia sempat diajak Dulmatin agar 
mau melatih di tempat pelatihan di Aceh. "Umar menolak dan menghindar, sehingga 
dia pergi ke Pakistan," ujar Asludin.

Patek dan istrinya masuk ke Pakistan dengan memalsukan dokumen paspor. Paspor 
palsu itu didapat tersangka setumpuk kasus terorisme itu dari seorang agen di 
kantor imigrasi Jakarta Timur. Kantor ini juga yang dulu pernah mengeluarkan 
paspor Gayus Tambunan atas nama Sony Laksono.

"Paspornya sebenarnya asli. Hanya identitasnya yang palsu. Kedua (paspor) 
diurus di Jakarta Timurmelalui orang sana," jelas pengacara Patek, Asludin 
Hatjani.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyidikan. Kepolisian mengaku 
sangat sulitmemahami jalan pikiran Patek. Mentor Amrozi ini memiliki tabiat 
yang berbeda dengan orang padaumumnya. "Semua manusia, saya mungkin juga anda 
dianggap tidak benar semua di matanya. Hanyadia yang merasa benar. Ini kan 
sulit," jelas Untung.

(zal/iy) 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke