Kalau kalian biarkan ini ajaran arab primitif revolusioner ini di negeri ini, 
coba lihat saja ada nanti diantara anak cucu kalian mengikuti jejak sang Nabi, 
menjadi seperti OSama dan Umar Patek. BAHAYA LATENT, BUKAN??


Kamis, 01/09/2011 11:21 WIB 
Kisah Teroris Seharga Rp 8 Miliar
Umar Patek Pernah Jadi Siswa Kebanggaan
Dani Wisnu - detikNews
 
Pemalang - Pada akhirnya semua takluk pada waktu. Tidak ada yang abadi, apalagi 
dalam kurun waktu 25 tahun. Banyak yang telah berubah. Nama, rumah, dan juga 
pandangan hidup. Ada yang menjadi lebih baik. Ada yang malah lebih buruk.

Pemalang, Jawa Tengah, menjadi saksi perubahan itu. Di kota yang berbatasan 
dengan Laut Jawa ini, seorang remaja yang pernah menjadi kebanggaan kini 
menjelma menjadi tokoh teroris yang sangat menakutkan.

Ia dulu dipanggil dengan nama kesayangan Hisyam. Kini namanya lebih dikenal 
sebagai Umar Patek. Ia gembong teroris yang sangat diburu. Tidak hanya menebar 
teror bom di tanah airnya, tapi juga di manca negara. Amerika Serikat 
membandrol harga US$ 1 juta atau sekitar Rp 8 miliar kepada siapa saja yang 
bisa menangkapnya atau memberikan informasi untuk menangkapnya.

Hisyam remaja adalah siswa yang cerdas terutama untuk pelajaran eksakta. Saat 
bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Pemalang, nilai rapor blasteran Arab-Jawa itu 
selalu 8 untuk mata pelajaran IPA dan Bahasa Arab.

"Ia salah satu siswa kebanggaan karena pandai," kata Wakil Kepala Sekolah SMA 
Muhammadiyah 1 Pemalang Sucipto saat di temui detik+.

Sang guru sungguh tidak menyangka murid kebanggaan itu kini dikenal sebagai 
teroris kelas wahid. Hisyam yang memiliki nama Umar Patek alias Abu Syeih alias 
Umar Arab diduga terlibat dalam rangkaian aksi teror di Indonesia, yaitu bom 
Natal tahun 2000, bom Bali I yang menewaskan 220 orang, pelatihan militer di 
Aceh dan juga aksi teror di Filipina.

Para guru dan tetangganya mengenal laki-laki kelahiran Pemalang, 20 Juli 1966 
ini sebagai orang yang pendiam dan tertutup. "Ia lulus tahun 1986. Anaknya 
tertutup dan jarang bergaul sehingga tidak semua guru kenal dengannya," ungkap 
Sucipto.

Pemalang bagi Umar Patek barangkali tinggal menjadi masa lalu. Ia telah 
meninggalkan kota itu sejak lulus SMA. Sekarang kota ini bukan lagi menjadi 
kota yang penting untuk dikunjunginya bila pulang. Tidak ada lagi rumah 
keluarga sang teroris itu di kota penghasil sarung tenun ini.

Waktu kecil, Patek dan keluarga tinggal di Jalan Semeru No 20 Kelurahan 
Mulyoharjo Pemalang, Jawa Tengah. Sama seperti di sekolahan, putra pasangan Ali 
Zain dan Fatimah itu juga dianggap sebagai orang yang tertutup karena jarang 
bergaul dengan masyarakat.

Patek terakhir kali terlihat di kampung halamannya pada pertengahan tahun 2000 
silam sebelum terjadi bom Natal 24 Desember tahun 2000. Dua tahun setelah kasus 
bom itu, keluarga Patek pun menghilang. Mereka pindah secara diam-diam.

Sejak 2002 itu, rumah yang ditinggal penghuninya itu lantas dialihfungsikan 
menjadi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Tempat Penitipan Anak (TPA) 
Al-Irsyad Al-Islamiyah.

"Sejak tahun 2002 lalu orang tuanya sudah pindah ke Jawa Timur," kata salah 
satu tetangga dekat Umar Patek, Rifki Toufa.

Di mata tetangga, tidak hanya Patek yang merupakan putra sulung pasangan Ali 
Zain dan Fatimah yang tertutup, semua keluarganya pun demikian. 

Bahkan saat pindah ke Jawa Timur semua tetangga tidak ada yang diberitahu 
sehingga sampai saat ini tidak ada yang tahu persis dimana mereka pindah."Saat 
pindah rumah para tetangga tidak ada yang tahu, tiba-tiba rumahnya sudah 
kosong," terang Rifki.

Warga terkaget-kaget saat mendengar kabar Hisyam adalah Umar Patek. Tetangga 
tidak menyangka Hisyam yang pendiam menjadi buronan kasus teroris.

"Pertama para tetangga tidak percaya, namun setelah melihat foto di TV ternyata 
benar jika Umar Patek adalah Hisyam," jelas Rifki. 

Umar Patek ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan pada akhir Januari lalu. Ia 
kini menghuni Rutan Brimob Kelapa Dua dan menjalani pemeriksaan untuk mengurai 
jaringan terorisme di Indonesia.

(iy/iy) 

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi DETIK+ dengan aplikasi 
detiKios untuk iPad Anda  




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke