Kalau Amrozi diajari oleh mentornya Umar Patek, lalu siapa mentor Umar?? kyai 
pesantren Ngruki?? Hambali ?? Qaddafi?? Presiden Iran ??? bos Al Qaeda Osama?? 
Lalu siapa mentornya Osama, pasti kalau ditanya demikian ia akan menyahut 
dengan bangganya bahwa mentor tertingginya adalah NABI MUHAMMAD BIN ABDULLAH, 
SAW  yang disuruh langsung oleh ALLAH SWT ketika digusur dari Mekkah lalu balas 
dendam bersama pasukannya lalu berhasil dengan pasukan perang terornya 
menguasai jazirah Arab. 

Jadi siapa bos dari BOS TERORIS , anak-anak???
 
Dan tolong ajarkan itu pada anak2 kalian, kasih nama tuh anak2 kalian Muhammad, 
Sayyid, Abdullah, Ali, Umar, Husein, dan seterusnya, supaya mereka ingat selalu 
teladan sang mentor dari semua mentor teroris.  
  

Senin, 29/08/2011 09:22 WIB 
Kisah Teroris Seharga Rp 8 M
Umar Patek Berlumuran Darah di Lembah Orash
M. Rizal - detikNews

Jakarta - Januari 2011 merupakan bulan yang horor bagi Abdul Hameed. Teror 
mengerikan harus disaksikan Hameed di rumahnya sendiri. Darah berceceran dan 
tembakan berdesingan. 

Rumah Hameed terletak di lembah Orash, Abbottabad, kota yang indah dengan 
pemandangan alamnya. Kota yang berjarak sekitar 150 kilometer sebelah utara 
kota Islamabad ini dikenal sebagai kota wisata di Pakistan.

Hameed tentu terkaget-kaget ketika tiba-tiba rumahnya diserbu tentara. Pasukan 
Komando Pakistan itu bahkan langsung menggeledah rumahnya. "Tutup mulut dan 
semua angkat tangan," teriak salah seorang anggota Pasukan Komando Pakistan 
kepada Abdul Hameed.

Semua ruangan rumah Hameed lantas digeledah. Termasuk sebuah kamar di lantai 
dua, tempat pasangan suami istri yang menjadi tamu Hameed. Suasana begitu gaduh 
dan mencekam. Door! Door! Suara tembakan pun terdengar dua kali. Setelah itu 
hening kembali. Lalu sejumlah tentara menyeret seorang lelaki yang berlumuran 
darah.

Itulah akhir kisah pelarian Umar Patek. Ya pria yang diseret tentara Pakistan 
itu memang buron teroris yang dihargai Amerika Serikat (AS) sekitar US$ 1 juta 
atau Rp 8,6 miliar

Teroris yang banyak memiliki nama alias seperti Umar Kecil, Abu Syeikh dan Umar 
Arab ini merupakan orang yang paling dicari AS, Australia, Indonesia dan 
Filipina karena terkait serangkaian aksi terorisme. 

Di Indonesia sendiri, pria kelahiran tahun 1970 ini dituduh sebagai orang yang 
memberikan pelajaran dan pelatihan terhadap sejumlah pelaku peledakan bom di 
Sari Club dan Paddy's Bar, Kuta, Bali pada 2002 silam. Pelaku peledakan bom 10 
tahun lalu yang dikenal sebagai Bom Bali I, seperti Imam Samudera, Amrozi, Ali 
Imron telah ditangkap, diadili dan dieksekusi mati saat Patek, mentor mereka 
ditangkap.

Penggerebekan atas Patek terjadi padal 25 Januari 2011. Kepada Associated Press 
(AP), pertengahan Maret 2011 silam, Hameed mengaku tidak bisa melupakan 
peristiwa horor itu. 


Penangkapan Patek tidak hanya dilakukan oleh pasukan militer Pakistan, tapi 
menurut Hameed, juga terlihat sejumlah agen rahasia AS, Central Inttelegence 
Agency (CIA). 

Hameed akhirnya tahu, pria asing yang menginap di rumahnya ternyata buronan 
teroris yang dicari keamanan dan intelijen sejumlah negara. 

Setelah penggerebekan itu, Hameed menyaksikan darah berceceran di kamar lantai 
dua rumahnya. Dua lubang bekas tembakan proyektil senjata telihat menembus 
jendela dan langit-langit kamar yang dihuni tamunya.

Yang lebih mengagetkan Hameed, salah satu putranya, Kashif, juga ditangkap 
pihak keamanan Pakistan dengan tuduhan membantu teroris. Padahal Kashif adalah 
seorang mahasiswa ilmu telekomunikasi di salah satu perguruan tinggi di 
Pakistan. "Dia bukan teroris, ia hanya seorang anak laki-laki, bukan 
siapa-siapa. Dua orang (Umar Patek dan istrinya) itu menjebak anak dan keluarga 
saya," ujar Hameed. 

***

Umar Patek memang sangat licin dan cerdik. Ia berkali-kali lolos dari operasi 
pengejaran dan penangkapan aparat keamanan dan intelijen. Saat kawan-kawannya 
sesama petinggi Jamaah Islamiah seperti Dr Azhari, Noordin M Top dan Dulmatin 
tewas dalam penyergapan pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, ia 
masih bisa melenggang bebas.

Peluru bahkan tidak menyentuhnya, ketika Dulmatin tewas digerebek di Pamulang, 
Tangerang Selatan 2010 lalu. Padahal ia tidak jauh dari lokasi sahabat dekatnya 
itu saat tewas tertembak. "Saat Dulmatin tewas di Pamulang, ternyata Umar Patek 
ada di sekitar itu," papar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol 
Boy Rafli Amar. 

Setelah Dulmatin tewas, Patek melarikan diri ke luar negeri bersama istrinya 
Rukayah, yang adalah warga negara Filipina. Setelah itu pihak keamanan dan 
intelijen Indonesia seperti kehilangan jejak. 

Kemudian banyak kabar ia tertangkap ataupun tewas di luar negeri. Tapi semua 
itu hanya isu yang lantas terbantahkan. Baru pada medio Maret 2011, sang buron 
positif tertangkap di Pakistan. Tapi penangkapan itu baru diketahui Indonesia 2 
Maret 2011. Itu pun setelah muncul pemberitaan di media massa.

Penangkapan Patek memang sangat dirahasiakan pemerintah Pakistan. Menurut 
seorang pejabat Badan Intelijen Pakistan atau Inter Service Intelligence (ISI), 
sebelum tertangkap sang teroris telah mengikuti pertemuan kelompok militant 
Asia Tenggara dan Timur Tengah di Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi. 

Informasi intelijen Pakistan menyebutkan, penangkapan Umar Patek dilakukan 
tidak lama setelah fasilitator Al-Qaeda di Abbottabad, Tahrir Shehzad, dicokok 
di Lahore. Sehari sebelumnya, Shehzad meninggalkan Abbottabad. Ia dibekuk 
bersama dua tersangka teroris, warga Prancis yang baru tiba di Lahore. 

Patek dan istrinya berencana melakukan perjalanan bersama dua anggota militan 
asal Perancis itu menuju Waziristan Utara, yaitu wilayah perbatasan antara 
Pakistan dan Afghanistan. Waziristan diyakini merupakan tempat persembunyian 
para bos kelompok teroris dunia, Al Qaeda. 

"Umar Patek itu, dia ke sana tujuannya ke Afghanistan, dia mau berjihad di 
sana," terang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad 
Mbai .

Saat ditangkap, pria kelahiran Pemalang itu tidak mau menyerah begitu saja 
sehingga tembakan pun terdengar. Itulah sebabnya Patek mengalami luka tembak di 
paha kanan. Ia sempat menjalani perawatan di Pakistan. Saat ini luka tembak di 
kakinya itu sudah mengering. 

"Dia sudah cerita mengenai tertembaknya di Pakistan. Ada bekas luka tembakan di 
paha kanannya. Tapi sudah mengering, saya lihat sendiri," ujar pengacara Umar 
Patek, Asludin Hatjani kepada detik+.

Setelah delapan bulan ditangkap, Patek baru dikembalikan ke Indonesia. Padahal 
sejak pertengahan Maret 2011 lalu, pemerintah Indonesia melalui Mabes Polri dan 
BIN serta Kementerian Luar Negeri telah meminta agar Pakistan mau 
memulangkannya ke Indonesia. 

Kabar muncul, Patek tidak segera dipulangkan karena dimanfaatkan dahulu untuk 
memancing bos tertinggi Al Qaeda.Dugaan menguat apalagi empat bulan setelah 
penangkapan Umar Patek, 2 Mei 2011 pimpinan tertinggi Al Qaeda, Osama Bin Laden 
tertembak mati dalam sebuah penyergapan di kota yang sama tempat Patek 
ditangkap sebelumnya.

Setelah melalui negosiasi yang panjang Indonesia dengan sejumlah negara yang 
juga sangat berkepentingan, akhirnya teroris itu pun dipulangkan ke tanah air. 

Secara diam-diam, Patek diterbangkan dengan menggunakan pesawat khusus melalui 
Pangkalan Udara di sebuah tempat di Islamabad, 10 Agustus 2011. Keesokan 
harinya, ia tiba di Jakarta. Dan kini meringkuk di sel tahanan Mako Brimob 
dalam pengawasan yang ketat.

Tulisan detik+ berikutnya: 'Rahasia Pertemuan Umar Patek & Osama', 'Dekat Osama 
Tapi Mengemis di Pakistan' dan 'Gembong Teroris Itu Ternyata Siswa Kebanggaan' 
bisa anda dapatkan di detiKios for Ipad yang tersedia di apple store.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke