Saya sngat menghargai tulisan anda. Memang kemungkinan untuk mentautkanitu 
sangat sulit sekali. Apalagi yang sudah ribuan tahun lalu ! Dan penulis sejarah 
manapun pasti tak snggup.
Dengan demikian tetaplah KS dan sejarah berjalan sendiri2,
Jadi kemungkinannya begini : Sejarah ada juga memaukkan beberapa fakta agama.
KS, berhubung muncul belakngan, belum mengurai FAKTA2 yang ada dalam Sejarah !
Tapi saya sangat yakin Tokoh2 dalam Agama seharunya adalah TOKOH Sejarah juga !
Hanya beberapa orang Atheis tak mau ini terjadi !
Orang Atheis terkaku muak dengan Agama, sehimgga Fakta yng ada kaitannya dengan 
agama berusaha dihilangkan.


--- On Thu, 8/9/11, Wong Gendeng <[email protected]> wrote:

From: Wong Gendeng <[email protected]>
Subject: [proletar] Re: Sejarah
To: [email protected]
Received: Thursday, 8 September, 2011, 9:40 AM







 



  


    
      
      
      Apa sebenernya yang sampeyan maksud dengan: BUKAN MEMISAHKAN TETAPI 
MENAUTKAN ANTARA SEJARAH DAN KS ?. Apakah sampeyan bermaksud bahwa seluruh 
kisah dalam kitab suci adalah fakta sejarah?, dengan membangun pembelaan yang 
sangat serampangan sbb:



KARENA :

Fakta adalah Bangsa Yahudi masih eksis !

Fakta adalah Bangsa Yahudi penganut Faham Agama Samawo dengan Moses dllnya !

Tentu saja kisah Nabi2 ini tidak terputus begitu saja !Dan tentu saja tidak

tercipta baru2 ini

MAKA :

bisa juga (kisah didalam KS) mengandung sejarah. Sehingga ( ini pemahaman saya 
atas jalan pikir sampeyan) seluruh kisah Musa di dalam KS adalah fakta sejarah. 
Termasuk hal hal yang tidak masuk akal. Seperi tongkat jadi ular, tongkat 
membelah laut dll.



Kalao demikian jalan pikir sampeyan tentunya sampeyan termasuk dalam golongan 
penganut premature ejaculation  belum apa2 sudah ngecrot duluan, belum apa2 
arguemnnya sudah berantakan. Sebagai pembanding coba perhatikan yang berikut :



KARENA :

Tumapel, Singhasari adalah fakta sejarah bisa dibuktikan melalui prasasti

Fakta bahwa Tunggul Amtung, Ken Arok adalah tokoh sejarah

MAKA :

Kisah Ken Arok dengan segala kemustahilanya adalah fakta sejarah. Termasuk 
kisah Ken Arok adalah anak dari dewa Brahma



Sampeyan bisa melihat sendiri betapa kacau dan kelirunya jalan pikir seperti 
itu. Mana mungkin ada seorang dewa ngencuk sama gadis desa yang kemudain 
memperanakan Ken Arok. Tidak usah terlalu jauh saya ingin menunjukan cerita 
yang berasal dari 5 atou 6 abad yll, dengan mengikuti alur pikir diatas



KARENA :

Fakta kerajaan Demak itu eksis

Fakta Joko tingkir adalah tokoh sejarah

MAKA :

Seluruh cerita Joko tingkir adalah fakta sejarah, termasuk kisah tentang seekor 
kerbau yang ngamuk di alun alun Demak, yang tidak bisa di kalahkan oleh seluruh 
pasukan Demak, kecuali oleh Joko Tingkir seorang.



Apakah sampeyan kira seluruh pasukan Demak yang jumlahnya ribuan tidak sanggup 
mengatasi seekor kerbau ngamuk dan hanya Joko Tingkir seorang yang bisa, TIDAK 
MUNGKIN itu, pasti ini bukan fakta sejarah. Namun mengapa cerita2 seperti itu 
disisipkan kedalam bahkan ditambakan kedalam kisah seseorang?, banyak 
kemungkinan. Bisa saja untuk membangun citra, bahwa hanya sang tokoh tsb lah 
yang sebenarnya Satrio Pinilih, atau juga bisa untuk penghiburan bagi para 
pendengarnya dll.



Jika cerita yang berasal dari 5 abad yll saja sudah banyak dibumbui dengan 
cerita dongeng, sehingga bisa menjadi cerita pelipur lara, apalagi kisah dalam 
KS yang berasal dari ribuan tahun yll, yang kesejarahan tokohnya saja tidak 
jelas, maka mungkin dan pasti mungkin di bumbui cerita donengeng pelipur lara. 
Apakah ini berarti KS adalah salah? TIDAK, KS tidak salah KS hanya menjalankan 
fungsinya, sebab KS juga berfungsi sebagai penghiburan. Bisa saja orang yang 
hidup menderita dan sengsara ketika membaca kisah Ayub mendapat penghiburan dan 
kekuatan, sebab dia mendapati ada orang yang lebih sengsara dari dirinya, 
sehingga dia menjadi kuat dalam menanggung kesengsaraanya. Meskipun boleh saja 
kisah Ayub adalah kisah fiktif. Tetapi PASTI SALAH jika seluruh kisah dalam KS 
dianggap sebagai kisah sejarah yang betul betul terjadi. Dan akan menjadi SALAH 
KUADRAT jika sesorang mengambil keputusan yang bersifat umum berdasarkan 
referensi dari Kitab Suci. maka
 kesimpulanya adalah Kitab Suci bukanlah sumber kebenaran, apalagi membenarkan 
kesejarahan suatu kaum berdasarkan KS dengan cara menautkan antara fakta 
sejarah dengan KS. oleh karena itu biarkanlah kitab suci berada pada tempatnya 
yang mulia yaitu sebagai sumber moral dan sumber penghiburan.



Rahayu



--- In [email protected], Abbas Amin <abas_amin08@...> wrote:

>

> Fakta adalah Bangsa Yahudi masih eksis !

> Fakta adalah Bangsa Yahudi penganut Faham Agama Samawo dengan Moses dllnya !

> Tentu saja kisah Nabi2 ini tidak terputus begitu saja !Dan tentu saja tidak 
> tercipta baru2

> ini; maka walau memang KS bukan untuk sejarah tetapi seperti yang anda katakan

> bisa juga mengandung sejarah.

> 

> Tugas kita sebagai kaum ahamawan adalah menautkan antara sejarah dan KS  
> bukan

> memisahkannya!

> 

> 

> --- On Thu, 8/9/11, Wong Gendeng <wong_gendeng05@...> wrote:

> 

> From: Wong Gendeng <wong_gendeng05@...>

> Subject: [proletar] Re: Sejarah

> To: [email protected]

> Received: Thursday, 8 September, 2011, 4:48 AM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>  

> 

> 

> 

>   

> 

> 

>     

>       

>       

>       Apakah KS adalah sumber sejarah?, bisa jadi didalam KS ada sejarah, 
> tetapi karena KS memang dirancang bukan seabagai buku sejarah, tentu cara 
> mebacanya tidak sama dengan membaca buku sejarah. Terlebih lagi didalam KS 
> bercampur baur antara, syair, cerita roman, fiksi dongeng dll. Jadi cara 
> membacanya harus dipilah dan dipilih mana yang dongeng mana yang fakta. 
> Karena didalam KS tidak dibedakan antara fakta, fiksi dan dongeng

> 

> 

> 

> Jangan terlalu jauh menelusur jejak nabi Adam, Nuh, Ibrahim yang tidak punya 
> rekam jejak sejarahnya, sebagai contoh Musa dan Firan saja.

> 

> 

> 

> Dikisahkan di negeri Mesir seorang anak laki2 lahir dari kaum Israil, karena 
> suatu sebab anak itu di hanyutkan ke sungai nil, kebetulan saat itu putri2 
> Firaun sedang mandi atau bermain air di pinggir sungai nil, maka bayi itu 
> diambil lalu dipelihara dibesarkan, setelah besar memberontak terhadap raja 
> Mesir, ketika terjadi peperangan Musa dan pengikutnya terjepit antara laut 
> didepan dan pasukan Mesir dibelakang, dengan tongkat ajaibnya Musa memukul 
> laut, maka laut itu berubah menjadi jalan raya yang bisa membawa Musa dan 
> pengikutnya ke seberang sana dengan selamat

> 

> 

> 

> Cerita ini mirip kisah Ken Arok dan Singhasari. Dikisahkan bahwa didusun 
> Panawijen, seorang dara jelita Nyi Roro Endog sering mendendangkan kidung 
> pujian dalam bentuk tembang, terlebih lagi ketika purnama raya, sejak sore, 
> dipelataran rumahnya nyi roro Endog, berkidung sambil menatap bulan, pada 
> saat itu seorang dewa Hyang Brahma sedang langlang buana, tertarik oleh merdu 
> sura dan indah kidung pujian, Sang Brahma mampir singgah di rumah itu, Brahma 
> jatuh cinta sama roro Endog, terjadilah hal hal yang di-inginkan, mereka 
> ngencuk, Roro Endog hamil, melahirkan seorang bayi laki2. Merasa malu, nyi 
> Roro Endog membuang bayi yang masih berlumur darah dan ari2nya belum putus 
> itu di pinngir hutan dengan maksud agar di makan macan. Pada saat itu ada 
> seorang pencuri melintas , jabang bayi diambil diberi nama Arok, lalu 
> dibesarkan dan disekolahkan di perguruan Lohgawe. Lohgawe adalah seorang resi 
> yang waskita. Arok diberikan pendidikan bukan saja ilmu kebatinan
 dan

>  olah kanuragan tapi juga ilmu tatanegara, politik juga ekonomi, dari teori 
> klasik, neo klasik  sampai Keynes tuntas dipelajari. Sudah anak dewa , 
> dididik olek seorang resi sakti pula, maka tidak heran dalam usia yang masih 
> muda Arok memiliki kesaktian yang luarbiasa ngedab edabi. Maka untuk 
> mengalahkan Tunggul Amtung sangatlah mudah baginya, Ken Dedes sang sekar 
> kedaton, jatuh ke dalam pelukanya, juga kadipaten Tumapel jatuh dalam 
> genggamannya, kelak Tumapel berubah menjadi negeri Singhasari.

> 

> 

> 

> Tumapel, Singhasari dan Tunggul Amtung adalah fakta sejarah, juga Ken Arok 
> sangat mungkin fakta sejarah, tetapi apakah cerita dibalik itu juga fakta?, 
> apakah benar ada seorang dewa yang ngencuki gadis desa dst juga fakta 
> sejarah? Bukankah ini sebuah dongeng?

> 

> 

> 

> Demikian juga Mesir dan juga Firaun adalah fakta sejarah, sejarah mencatat 
> raja Mesir ada Ramses, ada Amenhothep dll. Ini fakta. Tetapi apakah cerita 
> tentang Musa adalah fakta?. Banyak pertanyaan yang bisa diajukan, bagaimana 
> putri2 Firaun bermain di tepi sungai Nil? Apakah taman kaputren atau Istana 
> kerajaan Firaun ditepi bengawan Nil?, seberapa jauhkah bayi Musa hanyut di 
> sungai Nil? Apa tidak dicaplok buaya sungai Nil yang bobotnya saja bisa 
> mencapai 1 ton?. Lebih lagi apakah Musa memang seorang tokoh sejarah? 
> Bukankah Musa lebih mirip tokoh Bandung Bondowoso dalam legenda candi sewu? 
> yang memang Bandung Bondowoso bukan tokoh sejarah, hanya sebuah legenda dan 
> dongeng.   

> 

> 

> 

> Demikianlah ketika membaca, apalagi membaca Kitab Suci harus menggunakan 
> penalaran, sebab didalam KS bercampur baur antara fakta dan legenda, antara 
> realita dan dongengan. Maka dalam hal ini saya sependapat :  jangan 
> menggunakan KS sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang menyangkut orang 
> banyak, bisa berabe nantinya. lain hal kalo keputusan itu bersifat pribadi, 
> misalnya karena Quran mengatakan babi itu haram kemudian sampeyan memutuskan 
> untuk tidak makan babi, itu silahkan saja.

> 

> 

> 

> Islam adalah agama yang oleh para pemeluknya di klaim sebagai agama yang 
> menggunakan nalar, maka sudah seharusnya umat Islam mampu menilai apakah Musa 
> adalah cerita fiktif ataukah cerita sejarah, lebih jauh para penganut agama 
> baik Islam maupun Kristen  tentu harus mampu membedakan mana yang fakta 
> sejarah, mana yang cerita dongeng dalam menyikapi kitab suci masing masing.

> 

> 

> 

> Rahayu

> 

>  

> 

>   

> 

> 

> 

> --- In [email protected], Abbas Amin <abas_amin08@> wrote:

> 

> >

> 

> > Muskitawati mengatakan bahwa jangan memakai KS; tapi Sejarah.

> 

> > 

> 

> > Tapi Sejarah itu sendiri  kan ada dua sebelum 1M dan sesudahnya ?

> 

> > Kenapa 1 Masehi disebut sesudah lahir Nabi Isa ?

> 

> > Itu artinya si penyusun sejarah sendiri mengakui Tuhan dan Agama !!!!!

> 

> > 

> 

> > 

> 

> > 

> 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> 

> >

> 

> 

> 

> 

> 

>     

>      

> 

>     

>     

> 

> 

>  

> 

> 

> 

>   

> 

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
     

    
    


 



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke