http://www.lampungpost.com/buras/8657-dan-korupsi-pun-di-jalur-khusus.html
Dan Korupsi pun di Jalur Khusus!
Minggu, 11 September 2011 23:06
"KENAPA tekadmu kuat merantau ke Ibu Kota, padahal Ibu Kota terkenal
lebih kejam dari ibu tiri!" tanya kakek ke cucunya. "Apalagi di Ibu Kota tak
punya sanak famili, tak punya kenalan!"
"Justru karena tak punya kenalan, tak dikenal pejabat tinggi sekelas
menteri, peluang memulai usaha terbuka!" jawab cucu. "Kakek saksikan di
televisi, setiap ada kasus korupsi terbongkar, pejabat tinggi atau menteri yang
terkait langsung dengan tegas mengatakan tidak kenal dengan pengusaha yang
tertangkap bersama bawahan pejabat tersebut! Itu berarti, para pejabat di Ibu
Kota membagi proyek diprioritaskan kepada orang yang tak dia kenal! Jadi,
kesempatan berusaha menjadi milik orang-orang tak dikenal!"
"Sering terbukti, itu terjadi hanya pada pejabat hipokrit alias munafik!"
tegas kakek. "Sebenarnya tidak begitu! Sukar dipercaya pejabat memberikan
proyek ratusan miliar pada orang tak dikenal! Paling tidak, dikenal lewat jalur
khusus!"
"Maksud Kakek pasti staf khusus, tim asistensi, atau orang yang punya
hubungan dekat dengan pejabat kunci sehingga staf dalam struktur formal justru
harus mematuhi aturan yang ditetapkan orang di jalur khusus itu!" sela cucu.
"Betul! Bahkan ada, orang di jalur khusus itu lebih galak dari pejabat
kunci yang mendelegasikan wewenangnya ke orang itu! Sehingga, jika orang di
jalur khusus itu kurang senang pada pejabat formal bawahan pejabat kunci,
ketika dia bilang mutasi maka dimutasilah sang bawahan!" tutur kakek. "Dengan
begitu, sang pejabat kunci bisa senantiasa mengaku bersih, padahal para pejabat
bawahannya stres menghadapi tekanan orang-orang di jalur khusus yang tak boleh
ditolak apa pun yang dikehendakinya!"
"Kalau yang dikehendaki orang jalur khusus itu melanggar hukum?" kejar
cucu.
"Menjadi kewajiban pejabat formal bawahan itu untuk mengaturnya sehingga
segalanya tampak sesuai sistem dan prosedur!" tegas kakek. "Lewat tender
sandiwara misalnya dan banyak cara lain yang membuat segalanya seolah telah
berjalan sebagaimana mestinya!"
"Kalau semua bisa diproses seolah telah berjalan semestinya, berarti saat
diaudit pun hasilnya bisa wajar tanpa pengecualian—WTP!" tukas cucu.
"Karena korupsi berlangsung di jalur khusus, oleh orang-orang khusus
pula, sedang di jalur formal oleh orang-orang formal administratifnya dibuat
sesuai semestinya, maka audit yang sebatas pada administratif formal tentu bisa
menghasilkan WTP!" tegas kakek. "Begitulah korupsi di jalur khusus, pejabat pun
bisa mengaku tak kenal pelaksana proyeknya!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/