Refl: Seperti dikatakan dalam pepatah Melayu kuno :”Guru kencing berdiri, murid 
kencing berlari”, jadi kalau anggota DPR sering mungkir dari tugas , tetapi 
gaji dan berbagai tunjangan terus dibayar, maka tentu saja mereka ini 
memberikan contoh gemilang cemerlang kepada para PNS. 


http://www.suarapembaruan.com/home/wuiiih-ada-pns-mangkir-kerja-6-bulan-tetep-terima-gaji-utuh/11119#Scene_1

Wuiiih!.. Ada PNS Mangkir Kerja 6 Bulan, Tetep Terima Gaji Utuh
Senin, 12 September 2011 | 15:45



[BENGKULU] Seorang PNS di jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 
Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, tetap menerima gaji utuh meski 
enam bulan terakhir bolos kerja.

"PNS berinisial Ad itu tetap mendapat gaji termasuk saat dilakukan pemeriksaan 
dokumennya pada Sabtu (10/9) terkait surat perintah pencairan gaji," kata 
Kepala Inspektorat Daerah Bengkulu Selatan Drs Yurdan Nil Senin (12/9).

Ia mengatakan, Laporan hasil pemeriksaan (LHP) Ad sudah disampaikan kepada 
Bupati Bengkulu Selatan H Reskan Effendi, sesuai dengan pasal 3 ayat 4 PP Nomor 
53 Tahun 2010 kalau Ad bisa dikenakan sanksi berat karena sudah tidak masuk 
kerja lebih dari 40 hari.

Sanksi berat tersebut belum dijelaskan secara rinci, namun AD terancam dipecat 
dari PNS karena sudah tidak masuk kerja selama enam bulan, informasinya kabur 
bersama seorang mahasiswi akademi kebidanan setempat.

"Ad sudah kita usulkan dikenakan sanksi berat karena bersangkutan tidak pernah 
hadir menjalankan kewajibannya sebagai PNS selama 40 hari kerja," tandasnya.

AD sudah beberapa kali dilakukan pemanggilan tidak pernah datang, namun 
demikian keputusannya ada di tangan bupati, sedangkan keberadaannya hingga saat 
ini tidak bisa didetiksi.

Sementara isteri dan anak-anaknya sudah tidak lagi menetap di Manna, Bengkulu 
Selatan dan sudah pulang ke rumah orang tuanya di wilayah Palembang, sedangkan 
rumahnya mereka tempati sudah dijual ke pihak lain.

Sekretaris Inspektorat Bengkulu Selatan Asran mengatakan, sebelumnya pihaknya 
juga memproses seorang PNS IR (27) perawat Puskesmas Tungkal Pino Raya, terkait 
pelanggaran disiplin PNS tidak melaksanakan tugas diatas 40 hari.

Pemanggilan dilakukan untuk mencocokkan data diperoleh tim di lapangan dengan 
bersangkutan, hasilnya pedoman dalam memberikan gambaran item sanksi yang bakal 
direkomendasikan tim kepada bupati.

LHP sebelum diserahkan ke Bupati Bengkulu Selatan lebih dahulu diekspos di 
tingkat internal, guna kelengkapan syarat regester menerangkan bahwa 
pemeriksaan sudah rampung.

"Dari cek silang data ke Puskesmas diketahui bersangkutan memang tidak 
menjalankan tugas, dapat dilihat dari dokumen absensi," tambah Asran.

Mengacu pada pasal 3 ayat 9 PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS, oknum 
perawat IR terkena sanksi berat yakni sanksi pemberhentian dan pelepasan 
jabatan dengan tidak hormat.

Namun keputusan itu tetap wewenang bupati, bisa saja sanksi menjadi ringan 
dengan beberapa catatan harus dipenuhi.

"Kita hanya merekomendasikan LHP, finalnya ditangan bupati," ujar Asran. 
[Ant/L-9]

++++

http://www.suarapembaruan.com/home/banyak-pns-di-pemprov-kalbar-nganggur/11079

Banyak PNS di Pemprov Kalbar Nganggur
Senin, 12 September 2011 | 8:30

 Ilustrasi 

[PONTIANAK] Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami kelebihan 
pegawai negeri sipil. Ini terjadi terutama pada bidang tata usaha dan 
administrasi umum. Akibatnya, banyak PNS yang menganggur karena beban kerja 
yang sedikit, sementara jumlah PNS berlimpah.

Hal itu dikatakan kepala badan kepegawaian Pemprov Kalbar Robert Isdus kepada 
wartawan Senin (12/9).

Ia mengatakan, sebenarnya jumlah PNS di Pemprov Kalbar sudah lebih jika 
dibandingkan dengan beban kerja, khususnya pada bidang administrasi umum dan 
tata usaha. Namun disisi lain Pemprov Kalbar juga masih kekurangan PNS, 
khususnya dalam bidang teknis.

Kekurangan PNS itu yaitu pada bidang pendidikan khususnya untuk tenaga guru, 
tenaga medis dan bidang teknis lainnya. Tenaga teknis yang masih kurang 
khususnya untuk daerah pedalaman dan perbatasan seperti guru dan tenaga medis 
khususnya dokter dan bidan untuk daerah pedalaman masih kurang sebab sekarang 
ini jumlahnya sangat minim.

Sekarang ini pihaknya sedang melakukan penghitungan kekurangan dan kelebihan 
PNS di lingkungan Pemprov Kalbar. Artinya akan dihitung beban kerja dan jumlah 
PNS yang dibutuhkan sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan segera mengajukan 
pelantikan terhadap tiga orang pejabat eselon II dan eselon III. Sebab mereka 
sudah memasuki masa pensiun dan harus segera diisi sehingga tidak sempat 
terjadi kekosongan.

Hal ini penting sebab pada tahun 2012 yang akan datang Pemprov Kalbar akan 
melaksanakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur. Dengan demikian pelaksanaan 
roda pemerintahan di setiap SKPD atau bidang dapat berjalan seperti biasa dan 
tidak terpengaruh terhadap masalah Pilkada.

Pihaknya menghimbau kepada setiap PNS untuk tetap netral dalam rangka 
menghadapi pelaksanaan Pilkada di Kalbar. Jika terbukti berpihak kepada salah 
satu pasangan calon, pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan 
peraturan.[146]

++++

http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/kinerja-dan-produktivitas-birokrasi-indonesia-buruk/10863

Kinerja dan Produktivitas Birokrasi Indonesia Buruk
Selasa, 6 September 2011 | 8:59

[JAKARTA] Kinerja dan produktivitas birokrat Indonesia (Pegawai Negeri 
Sipil-PNS) sangat rendah kalau dibandingkan dengan negara lain. Hal inilah yang 
membuat daya saing Indonesia, terutama dalam bidang ekonomi selalu tertinggal 
dibanding negara-negara lain.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Djimanto, dan 
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, 
kepada SP, Selasa (6/9). 

Djimanto mengatakan, keberadaan birokrat sangat penting dalam mendukung 
perekonomian bangsa, karena birokrat merupakan pelayan publik. “Kalau pelayan 
publiknya malas dan kompetensi rendah, jelas pembangunan ekonomi terhambat,” 
tegas Djimanto.

Menurut Djimanto, ada beberapa hal mengapa kinerja dan produktivitas PNS 
Indonesia rendah. Pertama, sistem rekrutment PNS yang masih berkolusi, korupsi 
dan nepotisme (KKN), bukan berdasarkan merit system atau berdasarkan 
kompetensi. Kedua, kenaikan pangkat dan sistem penggajian PNS dilakukan secara 
berkala bukan berdasarkan prestasi kerja. Ketiga, sistem pengawasan internal 
PNS seperti adanya inspektorat jenderal tidak berjalan. “Inspektorat jenderal 
hanya sebagai stempel saja,” kata dia.

Karena ketiga hal di ataslah, kata Djimanto, jangan heran kalau kinerja PNS 
Indonesia rendah seperti malas-malasan, sering bolos, tidak produktif dan 
apalagi kalau liburan Lebaran seperti sekarang, si PNS masuk kerja tidak tepat 
tanggal yang ditetapkan.

Untuk itu, Djimanto meminta pemerintah dan DPR agar segera membuat 
Undang-Undang yang mengatur penilaian dan sanksi bagi PNS. Salah satu yang 
harus diatur adalah kenaikan pangkat dan sistem penggajian PNS berdasarkan 
prestasi kerja.

Menurut Djimanto, yang merusak etos kerja PNS adalah jaminan kenaikan pangkat 
dan gaji secara berkala. “PNS yang malas dan rajin bekerja sama-sama naik gaji 
dan pangkat . Inilah yang mem-buat mereka ogah-ogahan bekerja,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, 
Suryo Bambang Sulisto, mengatakan, salah satu unsure penting dalam negara 
adalah birokrat (PNS). Maka kalau PNS-nya tidak berbobot (kompetensi) maka daya 
saing bangsa yang bersangkutan rendah.

Oleh karena itu, kata dia, sudah saatnya melakukan perbaikan system perekrutan 
PNS yakni harus berdasarkan kompetensi. Selain itu, system pemberian sanksi 
kepada PNS yang berkinerja rendah harus tegas. “Ya, salah satunya dengan system 
kenaikkan pangkat dan penggajian berdasarkan prestasi kerja,” kata dia. [E-8]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke