Anggota DPR itu kan anggota dr badan terhormat, itu kata anggota DPR sendiri, 
hehehe....




>________________________________
>From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Wednesday, September 14, 2011 9:27 AM
>Subject: [proletar] Wuiiih!.. Ada PNS Mangkir Kerja 6 Bulan, Tetep Terima Gaji 
>Utuh +Banyak PNS di Pemprov Kalbar Nganggur +Kinerja dan Produktivitas 
>Birokrasi Indonesia Buruk
>
>
>  
>Refl: Seperti dikatakan dalam pepatah Melayu kuno :”Guru kencing berdiri, 
>murid kencing berlari”, jadi kalau anggota DPR sering mungkir dari tugas , 
>tetapi gaji dan berbagai tunjangan terus dibayar, maka tentu saja mereka ini 
>memberikan contoh gemilang cemerlang kepada para PNS. 
>
>http://www.suarapembaruan.com/home/wuiiih-ada-pns-mangkir-kerja-6-bulan-tetep-terima-gaji-utuh/11119#Scene_1
>
>Wuiiih!.. Ada PNS Mangkir Kerja 6 Bulan, Tetep Terima Gaji Utuh
>Senin, 12 September 2011 | 15:45
>
>[BENGKULU] Seorang PNS di jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 
>Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, tetap menerima gaji utuh meski 
>enam bulan terakhir bolos kerja.
>
>"PNS berinisial Ad itu tetap mendapat gaji termasuk saat dilakukan pemeriksaan 
>dokumennya pada Sabtu (10/9) terkait surat perintah pencairan gaji," kata 
>Kepala Inspektorat Daerah Bengkulu Selatan Drs Yurdan Nil Senin (12/9).
>
>Ia mengatakan, Laporan hasil pemeriksaan (LHP) Ad sudah disampaikan kepada 
>Bupati Bengkulu Selatan H Reskan Effendi, sesuai dengan pasal 3 ayat 4 PP 
>Nomor 53 Tahun 2010 kalau Ad bisa dikenakan sanksi berat karena sudah tidak 
>masuk kerja lebih dari 40 hari.
>
>Sanksi berat tersebut belum dijelaskan secara rinci, namun AD terancam dipecat 
>dari PNS karena sudah tidak masuk kerja selama enam bulan, informasinya kabur 
>bersama seorang mahasiswi akademi kebidanan setempat.
>
>"Ad sudah kita usulkan dikenakan sanksi berat karena bersangkutan tidak pernah 
>hadir menjalankan kewajibannya sebagai PNS selama 40 hari kerja," tandasnya.
>
>AD sudah beberapa kali dilakukan pemanggilan tidak pernah datang, namun 
>demikian keputusannya ada di tangan bupati, sedangkan keberadaannya hingga 
>saat ini tidak bisa didetiksi.
>
>Sementara isteri dan anak-anaknya sudah tidak lagi menetap di Manna, Bengkulu 
>Selatan dan sudah pulang ke rumah orang tuanya di wilayah Palembang, sedangkan 
>rumahnya mereka tempati sudah dijual ke pihak lain.
>
>Sekretaris Inspektorat Bengkulu Selatan Asran mengatakan, sebelumnya pihaknya 
>juga memproses seorang PNS IR (27) perawat Puskesmas Tungkal Pino Raya, 
>terkait pelanggaran disiplin PNS tidak melaksanakan tugas diatas 40 hari.
>
>Pemanggilan dilakukan untuk mencocokkan data diperoleh tim di lapangan dengan 
>bersangkutan, hasilnya pedoman dalam memberikan gambaran item sanksi yang 
>bakal direkomendasikan tim kepada bupati.
>
>LHP sebelum diserahkan ke Bupati Bengkulu Selatan lebih dahulu diekspos di 
>tingkat internal, guna kelengkapan syarat regester menerangkan bahwa 
>pemeriksaan sudah rampung.
>
>"Dari cek silang data ke Puskesmas diketahui bersangkutan memang tidak 
>menjalankan tugas, dapat dilihat dari dokumen absensi," tambah Asran.
>
>Mengacu pada pasal 3 ayat 9 PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS, oknum 
>perawat IR terkena sanksi berat yakni sanksi pemberhentian dan pelepasan 
>jabatan dengan tidak hormat.
>
>Namun keputusan itu tetap wewenang bupati, bisa saja sanksi menjadi ringan 
>dengan beberapa catatan harus dipenuhi.
>
>"Kita hanya merekomendasikan LHP, finalnya ditangan bupati," ujar Asran. 
>[Ant/L-9]
>
>++++
>
>http://www.suarapembaruan.com/home/banyak-pns-di-pemprov-kalbar-nganggur/11079
>
>Banyak PNS di Pemprov Kalbar Nganggur
>Senin, 12 September 2011 | 8:30
>
>Ilustrasi 
>
>[PONTIANAK] Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami kelebihan 
>pegawai negeri sipil. Ini terjadi terutama pada bidang tata usaha dan 
>administrasi umum. Akibatnya, banyak PNS yang menganggur karena beban kerja 
>yang sedikit, sementara jumlah PNS berlimpah.
>
>Hal itu dikatakan kepala badan kepegawaian Pemprov Kalbar Robert Isdus kepada 
>wartawan Senin (12/9).
>
>Ia mengatakan, sebenarnya jumlah PNS di Pemprov Kalbar sudah lebih jika 
>dibandingkan dengan beban kerja, khususnya pada bidang administrasi umum dan 
>tata usaha. Namun disisi lain Pemprov Kalbar juga masih kekurangan PNS, 
>khususnya dalam bidang teknis.
>
>Kekurangan PNS itu yaitu pada bidang pendidikan khususnya untuk tenaga guru, 
>tenaga medis dan bidang teknis lainnya. Tenaga teknis yang masih kurang 
>khususnya untuk daerah pedalaman dan perbatasan seperti guru dan tenaga medis 
>khususnya dokter dan bidan untuk daerah pedalaman masih kurang sebab sekarang 
>ini jumlahnya sangat minim.
>
>Sekarang ini pihaknya sedang melakukan penghitungan kekurangan dan kelebihan 
>PNS di lingkungan Pemprov Kalbar. Artinya akan dihitung beban kerja dan jumlah 
>PNS yang dibutuhkan sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan.
>
>Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan segera mengajukan 
>pelantikan terhadap tiga orang pejabat eselon II dan eselon III. Sebab mereka 
>sudah memasuki masa pensiun dan harus segera diisi sehingga tidak sempat 
>terjadi kekosongan.
>
>Hal ini penting sebab pada tahun 2012 yang akan datang Pemprov Kalbar akan 
>melaksanakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur. Dengan demikian pelaksanaan 
>roda pemerintahan di setiap SKPD atau bidang dapat berjalan seperti biasa dan 
>tidak terpengaruh terhadap masalah Pilkada.
>
>Pihaknya menghimbau kepada setiap PNS untuk tetap netral dalam rangka 
>menghadapi pelaksanaan Pilkada di Kalbar. Jika terbukti berpihak kepada salah 
>satu pasangan calon, pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan 
>peraturan.[146]
>
>++++
>
>http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/kinerja-dan-produktivitas-birokrasi-indonesia-buruk/10863
>
>Kinerja dan Produktivitas Birokrasi Indonesia Buruk
>Selasa, 6 September 2011 | 8:59
>
>[JAKARTA] Kinerja dan produktivitas birokrat Indonesia (Pegawai Negeri 
>Sipil-PNS) sangat rendah kalau dibandingkan dengan negara lain. Hal inilah 
>yang membuat daya saing Indonesia, terutama dalam bidang ekonomi selalu 
>tertinggal dibanding negara-negara lain.
>
>Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Djimanto, 
>dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang 
>Sulisto, kepada SP, Selasa (6/9). 
>
>Djimanto mengatakan, keberadaan birokrat sangat penting dalam mendukung 
>perekonomian bangsa, karena birokrat merupakan pelayan publik. “Kalau pelayan 
>publiknya malas dan kompetensi rendah, jelas pembangunan ekonomi terhambat,” 
>tegas Djimanto.
>
>Menurut Djimanto, ada beberapa hal mengapa kinerja dan produktivitas PNS 
>Indonesia rendah. Pertama, sistem rekrutment PNS yang masih berkolusi, korupsi 
>dan nepotisme (KKN), bukan berdasarkan merit system atau berdasarkan 
>kompetensi. Kedua, kenaikan pangkat dan sistem penggajian PNS dilakukan secara 
>berkala bukan berdasarkan prestasi kerja. Ketiga, sistem pengawasan internal 
>PNS seperti adanya inspektorat jenderal tidak berjalan. “Inspektorat jenderal 
>hanya sebagai stempel saja,” kata dia.
>
>Karena ketiga hal di ataslah, kata Djimanto, jangan heran kalau kinerja PNS 
>Indonesia rendah seperti malas-malasan, sering bolos, tidak produktif dan 
>apalagi kalau liburan Lebaran seperti sekarang, si PNS masuk kerja tidak tepat 
>tanggal yang ditetapkan.
>
>Untuk itu, Djimanto meminta pemerintah dan DPR agar segera membuat 
>Undang-Undang yang mengatur penilaian dan sanksi bagi PNS. Salah satu yang 
>harus diatur adalah kenaikan pangkat dan sistem penggajian PNS berdasarkan 
>prestasi kerja.
>
>Menurut Djimanto, yang merusak etos kerja PNS adalah jaminan kenaikan pangkat 
>dan gaji secara berkala. “PNS yang malas dan rajin bekerja sama-sama naik gaji 
>dan pangkat . Inilah yang mem-buat mereka ogah-ogahan bekerja,” katanya.
>
>Senada dengan itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, 
>Suryo Bambang Sulisto, mengatakan, salah satu unsure penting dalam negara 
>adalah birokrat (PNS). Maka kalau PNS-nya tidak berbobot (kompetensi) maka 
>daya saing bangsa yang bersangkutan rendah.
>
>Oleh karena itu, kata dia, sudah saatnya melakukan perbaikan system perekrutan 
>PNS yakni harus berdasarkan kompetensi. Selain itu, system pemberian sanksi 
>kepada PNS yang berkinerja rendah harus tegas. “Ya, salah satunya dengan 
>system kenaikkan pangkat dan penggajian berdasarkan prestasi kerja,” kata dia. 
>[E-8]
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke