Mereka datang bertamasya ke harvard, lihat-lihat bangunan, ketemu pegawai dan diberikan ceramah tentang Harvard. Dengan kunjungan tsb nanti ditulis dalam CVnya ditambah pernah studi (banding) di Harvard jadi bintang riwayat hidupnya tambah mengkilat untuk dipilih kembali sebagai wakil rakyat dalam pemilu yang akan datang.
From: item abu Sent: Friday, September 16, 2011 11:06 PM To: [email protected] Subject: Re: [proletar] Jimly Asshiddiqie: Proses Hukum Studi 40 Pejabat ke AS Kayaknya, artikel sebelumnya bilang dgn bangganya bhw 40 pejabat tsb dpt kesempatan unt belajar di sekolah Harvard. Jadi ada yg bangga tuh bhw pejabat bisa studi banding ke Amrik. >________________________________ >From: Sunny <mailto:ambon%40tele2.se> >To: mailto:Undisclosed-Recipient%40yahoo.com >Sent: Saturday, September 17, 2011 10:57 PM >Subject: [proletar] Jimly Asshiddiqie: Proses Hukum Studi 40 Pejabat ke AS > > > >Ref: Studi banding ataukah studi banting-guling-gulingan? >http://www.sinarharapan.co.id/content/read/jimly-asshiddiqie-proses-hukum-studi-40-pejabat-ke-as/ >16.09.2011 13:16 > >Jimly Asshiddiqie: Proses Hukum Studi 40 Pejabat ke AS >Penulis : Vidi Batlolone > >(foto:dok/antaranews.com) >JAKARTA - Studi banding ke luar negeri sudah menjadi kebiasaan pejabat, >birokrat, dan anggota legislatif di Indonesia. Pertanggungjawaban anggaran dan >hasil studi pun tidak jelas. > >Karena itu, sebagai shock terapy, penegak hukum perlu mengusut kegiatan studi >40 pejabat Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Hal itu dikatakan Mantan Ketua >Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie kepada SH, Kamis (15/9). > >Ia menyatakan hal itu menanggapi keberangkatan 40 studi mengenai politik di >Universitas Harvard, AS, Jumat (16/9) ini. > >Rombongan terdiri dari 19 bupati/wali kota, 19 Kepala Bappeda, dan dua pejabat >Kementerian Dalam Negeri. Mereka akan belajar selama tiga minggu di Negeri >Paman Sam. > >Dalam studi itu para pejabat akan memaparkan pengembangan sumber daya alam dan >pengelolaan pemerintahan. (lihat tabel potensi sumber daya alam 19 daerah). > >Jimly mengatakan, penegak hukum harus memeriksa rombongan tersebut setelah >mereka pulang studi banding. “Ini untuk shock terapy. Proses hukum mereka. >Periksa darimana uangnya? Siapa yang mengizinkan? Apa saja kewajiban yang >telah mereka tinggalkan selama pergi studi?” kata Guru Besar Hukum Tata Negara >Universitas Indonesia ini. > >Dia mengatakan, inisiatif penegak hukum penting agar kebiasaan buruk yang >sudah meluas ini bisa dihentikan. “Sekarang ini mulai dari hakim pengadilan >negeri sampai Mahkamah Agung, pejabat daerah sampai DPR pusat, sering studi >banding,” ungkapnya. > >Namun, pertanggungjawaban anggaran dan hasil studi tidak jelas. Untuk >rombongan 40 pejabat, menurut Jimly, perlu dicari sumber anggarannya. Bila >anggaran dari pihak swasta, penegak hukum bisa mempertanyakan apakah hal itu >termasuk gratifikasi atau bukan. > >Dia menyatakan, memang program studi banding 40 pejabat tersebut belum tentu >berindikasi korupsi. Namun, setidaknya harus dipertanggungjawabkan. Menurut >dia, harus ada tindakan dari penegak hukum agar tidak terlalu banyak kerugian >negara gara-gara studi banding. > >“Penegak hukum jangan terorientasi pada hasil, tetapi harus memberi >pendidikan, agar jangan ada pejabat melakukan kegiatan pribadi yang sifatnya >merugikan negara,” tuturnya > >Selain itu, kegunaan studi banding juga bisa dipertanyakan. Ini karena para >pejabat tersebut telah meninggalkan kewajibannya melayani masyarakat. “Itu kan >termasuk korupsi juga namanya. Apalagi jika perjalanan didanai lembaga asing. >Ini pengkhianatan negara atau bukan?” ungkapnya. > >Lagi pula, menurut Jimly, lazimnya studi banding tidak dilakukan bupati atau >wali kota. Pihak yang melakukan studi seharusnya staf dari institusi yang >membutuhkan. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
