Ref Silahkan, terus dan rajin gundulkan hutan, supaya dapat dirasakan kesusahan air seperti nabi-nabi berkesusahan air di gurun pasir. Hehehe. NKRI ini hujannya berlimpah menyebabkan air bah seperti pada zaman nabi Noah, selain itu banyak sungai berlimpah-limpah airnya, tetapi rupanya pengetahuan “water management" dan aplikasinya” tidak dikuasai oleh para penguasa makan gaji buta dan mata duitan. Apa boleh buat, taik kambing bulat-bulat, begitulah takdirnya NKRI.
http://www.pikiran-rakyat.com/node/158817 Kawasan Hutan Dirasakan Manfaatnya untuk Menampung Air Sabtu, 17/09/2011 - 18:20 TASIKMALAYA, (PRLM).- Kurangnya pasokan air bersih, membuat warga Kecamatan Cikatomas, Kab. Tasikmalaya, harus mencari sumber-sumber air yang layak konsumsi dan berada di luar desa. Seperti Syamsudin, warga Cipaku, Desa Pakemitan, mengatakan, warganya harus berjalan kaki sepanjang 2,5 km satu kali jalan atau 5 km bolak-balik, untuk mendapatkan air bersih. Sasaran dituju yaitu ke mata air yang berada di kawasan sekitar hutan. “Di sekitar kawasa hutan ada mata air. Selama ini, kalau kemarau menjadi andalan masyarakat. Terpaksa kita jalan ke sana untuk mendapatkan air. Warga ada yang membawa ember, jerigen dan lainnya,” ujar Cucu. Dia sendiri berharap, pemerintah membantu menyediakan pipa untuk menyalurkan air itu, ke pemukiman. “Kondisi jalannya kan naik turun, jadi cukup berat juga, makanya berharap dibantu oleh pemerintah,” katanya. Cucu sendiri menyampaikan terimakasih kepada Perhutani Tasikmalaya yang telah membantu mendrop air bersih dua tangki ke daerahnya. Bantuan itu, cukup berarti untuk persediaan air minum warga. “Bagi warga kami air bersih menjadi masalah, karena sulit sekali. Sekarang kami bersyukur, Perhutani membantu. Ini sangat berarti,” ujar Kepala Desa Pakemitan Wawan. Wakil Administratur Perhutani Tasikmalaya Endang Sulaeman mengatakan, pihaknya mengirimkan bantuan air bersih tiga tangki kendaraan , setelah ada permintaan dari warga yang kesulitan air. Sebelumnya dicek terlebih dahulu, setelah hasil pengecekan memang daerah itu, sangat butuh air. Makanya, langsung didrop ke lokasi dibutuhkan seperti Pakemitan dan lainnya. “Selain itu, kegiatan sosial yang kita lakukan bersamaan sosialisas cegah dini kebakaran hutan. Artinya, kita juga menyampaikan pesan ke masyarakat, bagaimana agar sama-sama menjaga hutan, terutaama agar jangan sampai kebakaran,” kata Endang. Pemantauan “PRLM”, ketika bantuan air bersih datang ke Cipaku, warga berebut untuk mendapatkan air bersih tersebut. Mereka membawa ember, atau jerigen untuk membawa air bersh. “Ini untuk minum, sedangkan mandi biasaya ke sungai,” kata Ny. Tati. (A-97/A-88)*** ++++ http://www.pikiran-rakyat.com/node/158768 Mencari Sumber Air Sabtu, 17/09/2011 - 02:22 KRISHNA AHADIYAT/"PRLM" MARDIAH (35) menggendong anaknya berjalan beserta anak-anak lainnya seusai mencuci dan mandi di sumber mata air yang mulai mengering di Kampung Mekarmulya, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (16/9). Selain harus antre, sebagian besar warga di kampung tersebut harus rela berjalan hingga satu kilometer untuk mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut warga kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar tiga bulan lalu.* [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
