Menteri-menteri atau petinggi NKRI tidak biasa seperti di Jepang, dimana kalau 
ada menteri keseleo lidah harus mundur dari jabatannya. Para menteri di NKRI 
sekalipun lidah mereka keseleo atau terputar-putar seperti gasing di atas tanah 
atau juga lidah terbelah dua seperti ular yang mencari mangsanya, mereka tidak 
akan meninggalkan jabatan dan kursi empuk pembawa berkat.


http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=45&id=34282
SABTU, 17 September 2011 | 325 Hits

Menteri Mundur karena "Keseleo Lidah"


SOAL menteri-menteri yang salah omong bukan hal baru di Jepang. Namun, harga 
yang mereka bayar bergantung pada bagaimana rentannya pemerintahan dan siapa 
yang mereka singgung. Menteri Perdagangan Yoshio Hachiro mengundurkan diri pada 
akhir pekan.


Hal ini terjadi setelah media memberitakan bahwa dia bergurau dengan para 
wartawan mengenai radiasi di PLTN Fukushima yang dilumpuhkan tsunami.

Hari Senin (12/9), Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda memilih seorang mantan 
jubir top pemerintah, Yukio Edano, sebagai menteri perdagangan yang baru untuk 
membatasi dampak pada kabinet barunya setelah Hachiro mundur. Sebelum itu, ada 
menteri-menteri lain yang harus mundur karena salah omong, antara lain, menteri 
yang membuat marah para korban bom atom atau mereka yang menyangkal kesalahan 
masa perang Jepang.

”Mungkin (apakah seorang menteri harus mengundurkan diri) itu merupakan fungsi 
seberapa kekuatan kabinet pada saat itu, dan siapa yang tersinggung,” kata 
profesor Universitas Chuo, Steven Reed.

Pada mulanya, Hachiro tampaknya bisa mengatasi kritik setelah meminta maaf pada 
hari Jumat karena menyebut daerah yang ditinggalkan dekat PLTN Fukushima 
sebagai ”kota kematian”.

Namun, laporan media bahwa dia menggosokkan lengan bajunya pada seorang 
wartawan dan bergurau bahwa dia menyebarkan radiasi terbukti tak termaafkan 
bagi PM Yoshihiko Noda, yang dilantik pekan lalu dan menghadapi parlemen yang 
terpecah di mana partai-partai oposisi bisa merintangi RUU. Hari Sabtu, Hachiro 
mundur.

”Keputusan Hachiro erat hubungannya dengan fakta bahwa Noda takut akan jalan 
buntu di parlemen,” kata profesor Universitas Sophia, Koichiro Nakano. ”Salah 
omong itu sendiri bukan merupakan penyebab pengunduran diri, tetapi (menjadi 
demikian) karena bahaya perintangan oleh oposisi.”

Hachiro adalah menteri kedua dari Partai Demokrat Jepang (DPJ) yang berkuasa 
yang mengundurkan diri setelah pernyataan yang dipandang memburukkan para 
korban bencana 11 Maret, yang menyebabkan 20.000 orang tewas atau dianggap 
tewas karena tsunami dan memaksa sekitar 80.000 warga mengungsi dari daerah 
dekat PLTN Fukushima. Seorang menteri rekonstruksi yang baru ditunjuk, Ryu 
Matsumoto, mundur dari kabinet PM waktu itu, Naoto Kan, pada bulan Juli setelah 
komentar yang dipandang kasar bagi warga wilayah-wilayah yang terkena bencana.

Komentar yang ofensif pada korban pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki juga 
menarik tindakan segera, seperti halnya upaya seorang menteri kehakiman tahun 
1994 untuk menghapus agresi militer masa lalu Jepang. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke