Ref: Menteri-menteri koruptor dan para pembantu-pembantu setia serta anggota 
partai politiknya, silahkan korupsi sesuka hati. Zaman merdeka dan demokrasi 
untuk melakukan apa saja sesuai kehendak anda sekalian. Jangan kuatir, SBY cuma 
nato-nato [No Action Talk Only] saja. 


Lihat kasus korupsi mantan presiden Soeharto, apakah SBY dan rezimnya lakukan 
sesuatu untuk segara dikembalikan hasil panen korupsi Soeharto yang 
disebunyikan di berbagai pelosok dunia? Bukankah UN StAR sudah siap membantu, 
tetapi SBY dan komplotannya berlagak pilon, berpura-pura tidak tahu, seperti 
orang diserang Alhzeimer, dulu lupa sekarang tidak ingat. 


http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=34238

| AE | HALAMAN SATU | 
JUMAT, 16 September 2011 | 

Hukum
SBY Ancam Menteri Koruptor
Ini peringatan bagi menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II 
yang terbelit masalah, termasuk perkara korupsi. Tidak hanya mencermati para 
pembantunya itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan langsung 
mencopotnya jika menterinya ditetapkan sebagai tersangka.


“Presiden akan memberhentikan mereka apabila dianggap oleh hukum sebagai 
tersangka,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel 
Sparringa di Bina Graha, komplek Istana Kepresidenan, kemarin (15/9). Dasarnya 
adalah pakta integritas yang ditandatangani para menteri di hadapan presiden.

Daniel menegaskan, presiden memiliki komitmen untuk membersihkan 
pemerintahannya dari korupsi. Dengan langkah tegas itu, dia menepis anggapan 
bahwa Istana justru memelihara budaya korupsi. “Tidak ada yang dipelihara, 
apalagi hal yang buruk,” tegasnya.

Menurutnya, sejak awal presiden sudah mencoba menyiapkan agar pemerintahan 
bersih. Salah satunya dengan memperkuat lembaga-lembaga pengawasan, seperti 
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan 
(BPK). Begitu juga komitmen untuk bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan 
Korupsi (KPK). 

Saat ini, setidaknya ada dua menteri yang dikait-kaitkan dengan kasus korupsi 
seiring dengan temuan kasus di kementerian yang dipimpinnya. Yakni Menpora Andi 
Malarangeng ?kasus suap wisma atlet- dan Menakertrans Muhaimin Iskandar ?kasus 
dugaan suap program percepatan pembangunan infastruktur daerah transmigrasi-.

Menurut Daniel, presiden telah memanggil Andi dan Muhaimin terkait kasus di 
kementerian masing-masing begitu kasus tersebut mencuat ke publik. “Presiden 
sudah melakukan langkah-langkah internal atau klarifikasi,” kata peraih doktor 
di Flinders University, Australia, itu.

Presiden meminta para menteri tersebut bekerjasama secara penuh untuk mengikuti 
proses hukum yang dihadapi. “Dan kabar baiknya adalah mereka melakukan, sejauh 
ini tidak seorang pun menteri menghindar atau mengingkari proses hukum yang 
harus dihadapi,” papar pengajar di Universitas Airlangga itu. dia menegaskan 
tidak ada kepentingan politik meski dua menteri itu masuk dalam bagian partai 
koalisi.

Bagaimana dengan evaluasi menteri yang berujung pada reshuffle? Daniel 
menuturkan, masalah itu merupakan isu yang sensitif namun tidak bisa 
ditutup-tutupi. Menurutnya, presiden juga menangkap desakan untuk dilakukan 
perubahan. “Tidak bisa menggunakan kata atau kalimat yang lebih terang selain 
presiden menangkap pesan itu dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk membuat 
perubahan-perubahan dalam kinerja yang tinggal tersisa 3 tahun,” paparnya.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke