Data berbeda, tetapi 84,7% penduduk bahagia adalah sangat bagus angkanya untuk 
mengalas lidah propaganda. Penduduk yang bahagia adalah tidak lain dari 100.000 
pemilik 1 juta dollar dan 20 orang yang memiliki 1 milyar dollar di Jakarta. 
Berbahagialah mereka yang bahagia.

http://www.suarapembaruan.com/nasional/data-penduduk-indonesia-versi-kemendagri-dan-bps-beda/11386
Data Penduduk Indonesia Versi Kemendagri dan BPS Beda
Senin, 19 September 2011 | 15:12



 Mendagri Gamawan Fauzi 


Berita Terkait

  a.. 84,7 Persen Penduduk Indonesia Bahagia 
[JAKARTA] Data penduduk Indonesia berdasarkan pendataan yang dilakukan 
Kementerian Dalam Negeri dan oleh Badan Pusat Statistik per 31 Desember 2010 
hasilnya berbeda.

"Data penduduk Indonesia berdasarkan data Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) 
ada 259.940.857 jiwa, sedangkan data penduduk Indonesia berdasarkan data BPS 
ada 237.440.363 jiwa," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada rapat kerja 
dengan Komisi II DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (19/9).

Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, perbedaan data jumlah penduduk tersebut 
tersebar di 33 provinsi di Indonesia, seperti di Aceh berdasarkan data 
Kemendagri ada sebanyak 4,9 juta jiwa penduduk sedangkan berdasarkan data BPS 
sebanyak 4,4 juta jiwa penduduk.

Kemudian di Sumatera Barat, menurut dia, berdasarkan data Kemendagri ada 5,1 
juta jiwa penduduk, sedangkan berdasarkan data BPS ada sebanyak 4,8 juta jiwa 
penduduk Indonesia.

Menurut Gamawan, data penduduk Indonesia yang didata oleh Kementerian Dalam 
Negeri masih data sementara yang perlu pemutakhiran hingga proses pelayanan 
kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) selesai pada akhir 2012.

Dari 259.940.857 jiwa data pendudik Indonesia per 31 Desember 2010, menurut 
dia, Kemendagri telah menemukan adanya 7.078.538 jiwa data penduduk yang ganda 
dan data ganda tersebut telah dikembalikan kepada kabupaten dan kota yang 
bersangkutan untuk dilakukan pengecekan ulang keberadaan domisili penduduk 
tersebut.

"Jumlah data penduduk ganda itu, di luar sekitar sembilan juga data NIK (nomor 
induk kependudukan) ganda," katanya.

Gamawan menegaskan, Kemendagri masih akan melakukan pemutakhiran data penduduk 
bersamaan dengan pelaksaan program pelayanan e-KTP yang ditargetkan selesai 
pada akhir 2012.

Setelah program pelayanan e-KTP selesai, menurtu dia, maka akurasi data akan 
lebih terjamin, meskipun saat ini Kemendagri juga memiliki nama dan domisili 
penduduk.

Pada kesempatan tersebut, Gamawan juga menyatakan, Kemendagri telah memperbaiki 
7,2 data NIK ganda sehingga diharapkan bisa mempermudah proses pelayanan e-KTP.

"Pada proses pelayanan e-KTP data yang diproses adalah data yang benar-benar 
sudah bersih, tidak ada data ganda lagi," katanya. [Ant/L-9]

++++
http://www.suarapembaruan.com/home/847-persen-penduduk-indonesia-bahagia/1565
84,7 Persen Penduduk Indonesia Bahagia


Rabu, 1 Desember 2010 | 9:25

[JAKARTA] Seberapa bahagia anda? Atau mungkin seberapa bahagia orang Indonesia? 
Ternyata dari hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) 
terkuak bahwa 84,7 persen penduduk Indonesia menyatakan diri mereka bahagia. 
Sementara, 12,2 persen menyatakan diri mereka kurang dan tidak bahagia.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap 1.000 orang responden ini, 
ternyata ada beberapa faktor penting yang menyebabkan seseorang menyatakan 
dirinya bahagia. Faktor tersebut adalah kualitas kesehatan, keamanan, uang, dan 
ketaatan beribadah.

Hasil tersebut secara tidak langsung memasukkan Indonesia ke posisi 32 urutan 
kebahagian dari 57 negara yang pernah disurvei oleh World Value Survey (WVS). 
Walaupun Indonesia melakukan survei sendiri tanpa WVS. Demikian dikatakan 
Direktur PT Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP) Sunarto Tjiptoharjono di 
Jakarta, Selasa (30/11). 

Posisi tersebut, lanjut Sunarto, ternyata di atas negara maju seperti Jerman. 
Bahkan, diatas Hong Kong, China dan India. Selain itu, tingkat pendidikan, usia 
dan penghasilan sangat mempengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang. Dari hasil 
survei terlihat bahwa mereka dengan usia di bawah 19 tahun lebih bahagia 
daripada mereka yang berusia lebih dari 19 tahun.

"Mereka yang berpenghasilan lebih dari Rp 1 juta lebih bahagia daripada mereka 
yang berpenghasilan kurang dari Rp 1 juta. Mereka yang hanya lulus sekolah 
dasar atau di bawahnya, tingkat kebahagiannya lebih rendah dibandingkan mereka 
yang lulus pada tingkat pendidikan lebih tinggi," jelas Sunarto.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa tanpa uang juga bisa bahagia. Sebanyak 75,4 
persen responden mengatakan, mungkin saja orang bisa bahagia tanpa uang. 
Mayoritas publik atau 65,8 persen mengatakan lebih memilih hidup bahagia meski 
tidak memiliki cukup uang.

Di bagian lain survei itu ditunjukkan bahwa tingkat ketaatan beribadah 
mempengaruhi kebahagiaan. Terlihat 86,2 persen orang yang taat beribadah merasa 
bahagia. Sedangkan, hanya 81 persen dari bukan orang yang taat beribadah 
menyatakan bahagia.

"Meski demikian, tidak ada perbedaan antara tingkat kebahagiaan dengan mereka 
yang sering dan jarang mempertimbangkan ajaran agama sebelum mengambil 
keputusan penting dalam hidup," ungkap Sunarto. [NOV/A-21]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke