http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=133245
Ugik: Citra DPR semakin menurun
Tanggal : 19 Sep 2011
Sumber : Harian Terbit
JAKARTA - Citra lembaga DPR semakin melorot karena masih berkeliaran
tikus-tikus yang menggerogotinya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kasus
dugaan korupsi di Kementerian Pemuda dan Olah Raga serta di Kementerian Tenaga
Kerja dan Transmigrasi yang menyeret beberapa nama politikus Senayan, terutama
di Badan Anggaran (Banggar) DPR.
"Calo-calo yang memang berkeliaran di DPR harus diberantas, bila perlu badan
anggaran dipertimbangkan untuk dibubarkan. Patgulipat antara politisi,
birokrasi dan pengusaha menyusun proyek yang dibiayai APBN sudah menjatuhkan
martabat lembaga perwakilan," kata Sekjen Komite Nasional Masyarakat Indonesia
(KMNI) Ugik Kurniadi di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, hak yang dimiliki DPR yang cenderung ikut mengeksekusi kebijakan
menjadi celah munculnya praktik percaloan di segala sektor. Dalam kaitan ini,
Ugik mengusulkan fungsi DPR harus dikembalikan pada tugas legislasi dan
pengawasan saja, tidak ikut serta ambil bagian dalam kebijakan.
"Peluang hak DPR dalam mengeksekusi kebijakan anggaran akan semakin
menghancurkan martabat lembaga DPR," tegas Ugik. Karena itu, Ketua Pengurus
Pusat Persatuan Alumni GMNI ini menyatakan kasus pembangunan Wisma Atlet serta
kasus dugaan suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bisa dijadikan
entry point untuk memeriksa dan diproses oknum anggota DPR maupun jarigan
luarnya yang terindikasi terlibat penyelewengan anggaran itu.
"Begitu juga dengan anggota badan anggaran DPR sekarang, mereka semua
selayaknya diperiksa demi mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap DPR," ujar
Ugik. Di sisi lain lanjut dia, penangkapan orang-orang oleh KPK yang mempunyai
hubungan dengan penyelenggara negara berkaitan proyek APBN memberi petunjuk
bahwa program pemberantasan korupsi memang terus dilancarkan. Demikian juga
dengan pengurangan hukuman (remisi) terhadap koruptor, merupakan langkah
positif.
Namun demikian, kata Ugik, langkah tersebut harus diikuti dengan menghukum
seberat-beratnya para pelaku korupsi, karena korupsi merupakan kejahatan luar
biasa dan menyengsarakan rakyat. Ia mengingatkan, demokrasi yang melahirkan
politik uang, transaksional sudah harus segera disudahi sesuai cita-cita
reformasi untuk menegakkan sistem penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.
"Politik uang dan transaksional itu merupakan pangkal korupsi diseluruh sektor
kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya. (andoes)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/