http://www.sinarharapan.co.id/content/read/lumpur-sidoarjo-menurun-ancaman-bahaya-diwaspadai/
21.09.2011 11:45

Lumpur Sidoarjo Menurun, Ancaman Bahaya Diwaspadai 
Penulis : Chusnun Hadi/Vidi Batlolone 

 (foto:SH/Chusnun Hadi)
SIDOARJO - Meski volume lumpur yang keluar dari pusat semburan lumpur di 
Porong, Sidoarjo, terus menurun, ancaman bahaya masih saja terjadi. Ini karena 
ketinggian lumpur di kolam penampungan terus meningkat, dan kini sudah mencapai 
11 meter, hampir menyamai ketinggian tanggul.

Kondisi ini harus segera ditangani, karena saat musim hujan datang, yang 
diperkirakan pada Desember mendatang, dipastikan kolam penampungan tidak mampu 
menahan derasnya lumpur bercampur air hujan. Kalau sampai lumpur meluber, akan 
mengancam jalur kereta api dan jalan arteri Porong.

Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terus meninggikan tanggul, 
khususnya di sisi barat. Masalahnya, saat ini ketinggian tanggul sudah mencapai 
11 meter, dan merupakan batas maksimal pada titik aman. Jika lebih tinggi lagi 
akan rawan jebol. 

Deputi Operasional BPLS Soffian Hadi mengatakan, lumpur memang terus bergerak 
dan berpotensi meluber jika tidak segera tertangani. Salah satu upayanya adalah 
membuat kanal untuk pembuangan aliran air lumpur. “Kanal ini akan mengalirkan 
air lumpur ke Sungai Porong,” jelas Soffian, Senin (19/9).

Selain tanggul utama, masih terdapat tanggul pendukung di sisi selatan pusat 
semburan. “Lumpur akan kita alirkan ke sisi selatan agar masuk ke kolam 
penampungan selatan,” tambahnya.

Ancaman luberan lumpur tersebut membuat PT Kereta Api mewaspadai kondisi rel di 
sekitar tanggul. Beberapa petugas dikerahkan di sekitar tanggul untuk memantau 
kondisi rel. “Kita akan terus memantau kondisi rel, khususnya di sekitar 
tanggul lumpur,” ujar Bambang, petugas pemantau rel kereta api. 

Menurutnya, hingga saat ini kondisi rel masih cukup aman, karena belum ada 
luberan lumpur. Demikian juga lalu lintas kereta api yang melewati Porong, 
belum banyak terganggu. Meskipun demikian, kewaspadaan terus dilakukan agar 
jika terjadi kondisi bahaya bisa diantispasi lebih cepat.

Sementara itu, di balik tanggul sisi utara mulai terbentuk kolam-kolam air yang 
di dalamnya muncul berbagai jenis ikan. Di sisi ini juga muncul sekawanan 
burung pemangsa ikan-ikan tersebut.

“Sudah lama di sini muncul berbagai jenis ikan, mulai ikan gabus, batok, dan 
mujair,” ujar Romli, warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, 
yang berbatasan dengan tanggul lumpur sisi utara. 

Ia tidak tahu dari mana munculnya ikan-ikan itu. Padahal, kolam-kolam 
penampungan tersebut merupakan kolam air lumpur yang sudah bercampur dengan air 
hujan. “Banyak warga sini yang memancing ikan di kolam-kolam ini,” tambah Romli.

Perpres Pengganti Kerugian

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal mengeluarkan peraturan 
presiden (perpres) soal penggantian kerugian bagi warga sembilan rukun tetangga 
yang terkena dampak lumpur Lapindo. Uang kerugian yang diberikan berkisar Rp 1 
atau 2 triliun. 

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, perpres akan ditandatangani 
presiden pada Senin depan. "Senin, perpres ditandatangani presiden ," ujar 
Djoko, di Jakarta, Selasa (20/9).

Djoko mengatakan, tidak tahu persis biaya yang disediakan pemerintah untuk 
ganti rugi tersebut, namun perkiraannya antara Rp 1 hingga 2 triliun. Isi 
perpres ialah sembilan RT di tiga desa, yaitu Jatirerjo Barat, Siring Barat, 
dan Mindi, Kecamatan Porong, masuk dalam area terdampak.

Pembayaran untuk tahun ini sudah dibayarkan Lapindo. Rencananya, Djoko akan 
mengunjungi langsung korban lumpur hari ini. Besoknya, Kamis (22/9), Wakil 
Presiden Boediono juga akan ke Porong untuk menjelaskan soal perpres tesebut. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke