http://www.lampungpost.com/buras/9671-akhirnya-menteri-di-sidang-tipikor.html
Akhirnya, Menteri di Sidang Tipikor!
Rabu, 21 September 2011 23:46
"MESKIPUN cuma sebagai saksi, seorang menteri aktif Kabinet Indonesia
Bersatu II, Andi Mallarangeng, dihadirkan di sidang Pengadilan Tindak Pidana
Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu!" ujar Umar. "Ini hal positif dalam
pemberantasan korupsi karena sekalian membuktikan korupsi sudah bersarang di
dapur menteri—‘ring dalam' kekuasaan Presiden!"
"Sebelum ini, maksudnya di era reformasi, yang sampai sidang Tipikor baru
mantan menteri, salah satunya Bachtiar Chamsah!" sambut Amir. "Baik
Mallarangeng maupun Chamsah sampai hadir di depan hakim Tipikor akibat ulah
anak buah yang secara struktural terdekat dengan kursi menteri—Mallarangeng
terkait Sekretaris Jenderal Kementerian (Wafid Muharam), Chamsah terkait
Direktur Jenderal Kementerian (Amrun Daulay). Bedanya, Chamsah dituntut
bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya hingga dijadikan tersangka,
sedang Mallarangeng tidak dianggap bertanggung jawab hingga cukup jadi saksi!"
"Itulah beda mantan menteri dan menteri yang masih aktif!" tegas Umar.
"Mantan yang tak lagi punya pengaruh mudah dijadikan tersangka lalu terdakwa!
Sedangkan pejabat yang masih aktif, jangankan menteri, pejabat partai berkuasa
saja sukar menjadikannya tersangka! Karena itu, dengan bisa menghadirkan
menteri yang masih aktif di depan hakim sidang Pengadilan Tipikor sudah layak
dicatat sebagai permulaan yang baik, meskipun cuma sebagai saksi! Itu bisa
membuat terbiasa hadirnya menteri aktif di sidang Tipikor, jika tiba saatnya
harus hadir sebagai terdakwa!"
"Posisi Mallarangeng dalam sidang Tipikor kemarin memang baik, dalam arti
pertanyaan hakim dan jaksa relatif normatif, ketika dijawab lupa—saat ditanya
jaksa kapan Nazaruddin, Angie, dan elite Partai Demokrat lainnya datang ke
kantornya—tak dikejar lebih jauh oleh jaksa!" timpal Amir. "Lebih sempurna lagi
posisi Mallarangeng melepaskan tanggung jawab dirinya dari tindakan Si Sekjen
dengan ketegasannya di kantornya tak kenal dana talangan—istilah yang mau
dijadikan pintu penyelamatan Wafid atas uang suap dari El Idris dan Mindo
Rosalina Manulang!"
"Usaha mengalihkan dana suap yang diterima Wafid itu sebagai dana
talangan semakin kecil peluangnya, karena Mindo dan El Idris sudah divonis
bersalah sebagai penyuap!" tegas Umar. "Tapi apakah Andi Mallarangeng bakal
lolos begitu mudah mengingat namanya dikaitkan Nazaruddin dengan kasus-kasus
terkait kementeriannya, dari wisma atlet sampai megaproyek Hambalang?"
"Sejauh masih menteri aktif, peluang lolos besar!" timpal Amir. "Lain hal
kalau di-reshuffle!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/