Itu sih sandiwara aja, ga bakal menterinya dijeblosin ke penjara. Nanti, setelah ganti penguasa, barusan diusut lebih lanjut.
>________________________________ >From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, September 23, 2011 3:00 PM >Subject: [proletar] Akhirnya, Menteri di Sidang Tipikor! > > > >http://www.lampungpost.com/buras/9671-akhirnya-menteri-di-sidang-tipikor.html > >Akhirnya, Menteri di Sidang Tipikor! >Rabu, 21 September 2011 23:46 > >"MESKIPUN cuma sebagai saksi, seorang menteri aktif Kabinet Indonesia Bersatu >II, Andi Mallarangeng, dihadirkan di sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi >(Tipikor) Jakarta, Rabu!" ujar Umar. "Ini hal positif dalam pemberantasan >korupsi karena sekalian membuktikan korupsi sudah bersarang di dapur >menteri—‘ring dalam' kekuasaan Presiden!" >"Sebelum ini, maksudnya di era reformasi, yang sampai sidang Tipikor baru >mantan menteri, salah satunya Bachtiar Chamsah!" sambut Amir. "Baik >Mallarangeng maupun Chamsah sampai hadir di depan hakim Tipikor akibat ulah >anak buah yang secara struktural terdekat dengan kursi menteri—Mallarangeng >terkait Sekretaris Jenderal Kementerian (Wafid Muharam), Chamsah terkait >Direktur Jenderal Kementerian (Amrun Daulay). Bedanya, Chamsah dituntut >bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya hingga dijadikan tersangka, >sedang Mallarangeng tidak dianggap bertanggung jawab hingga cukup jadi saksi!" > >"Itulah beda mantan menteri dan menteri yang masih aktif!" tegas Umar. "Mantan >yang tak lagi punya pengaruh mudah dijadikan tersangka lalu terdakwa! >Sedangkan pejabat yang masih aktif, jangankan menteri, pejabat partai berkuasa >saja sukar menjadikannya tersangka! Karena itu, dengan bisa menghadirkan >menteri yang masih aktif di depan hakim sidang Pengadilan Tipikor sudah layak >dicatat sebagai permulaan yang baik, meskipun cuma sebagai saksi! Itu bisa >membuat terbiasa hadirnya menteri aktif di sidang Tipikor, jika tiba saatnya >harus hadir sebagai terdakwa!" > >"Posisi Mallarangeng dalam sidang Tipikor kemarin memang baik, dalam arti >pertanyaan hakim dan jaksa relatif normatif, ketika dijawab lupa—saat ditanya >jaksa kapan Nazaruddin, Angie, dan elite Partai Demokrat lainnya datang ke >kantornya—tak dikejar lebih jauh oleh jaksa!" timpal Amir. "Lebih sempurna >lagi posisi Mallarangeng melepaskan tanggung jawab dirinya dari tindakan Si >Sekjen dengan ketegasannya di kantornya tak kenal dana talangan—istilah yang >mau dijadikan pintu penyelamatan Wafid atas uang suap dari El Idris dan Mindo >Rosalina Manulang!" > >"Usaha mengalihkan dana suap yang diterima Wafid itu sebagai dana talangan >semakin kecil peluangnya, karena Mindo dan El Idris sudah divonis bersalah >sebagai penyuap!" tegas Umar. "Tapi apakah Andi Mallarangeng bakal lolos >begitu mudah mengingat namanya dikaitkan Nazaruddin dengan kasus-kasus terkait >kementeriannya, dari wisma atlet sampai megaproyek Hambalang?" > >"Sejauh masih menteri aktif, peluang lolos besar!" timpal Amir. "Lain hal >kalau di-reshuffle!" *** > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
