Ref: Kalau beras salah diperhintungkan, maka ketepatan angka-angka perhitungan 
lainnya pun sulit dipercaya ?


http://www.sinarharapan.co.id/content/read/bps-akui-salah-dalam-penghitungan-beras/

21.09.2011 12:04

BPS Akui Salah dalam Penghitungan Beras

(foto:dok/ist)
Badan Pusat Statistik (BPS) akhirnya mengakui terjadinya error dalam metodologi 
pengukuran dan riset penghitungan angka produksi padi. Akibatnya selama ini 
angka produksi padi nasional sangat bias. 

Untuk menghapus kesalahan tersebut, BPS berjanji akan segera mengevaluasi cara 
pemilihan lahan yang dijadikan sampel hasil panen yang dituduhkan banyak pihak 
sebagai lahan demplot. 

Selain itu, evaluasi juga akan dilakukan terhadap penetapan angka luas panen 
nasional yang diperoleh berdasarkan angka laporan mantri tani di kecamatan yang 
menghitung luas panen di wilayah kecamatannya secara “estimasi”.

“Kami mengakui dalam penghitungan angka produksi padi nasional, ada kelemahan 
dalam menghitung luas panen. Ini karena datanya kami kumpulkan dari angka 
catatan mantri tani di kecamatan-kecamatan yang menghitung luas lahan panen 
secara kira-kira. Dalam menghitung luas panen itu, mantri tani tidak 
melakukannya dengan mengukur tanah, tetapi dengan mengira-ngira. Ini menjadi 
kelemahan setelah Orde Reformasi,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan 
Jasa BPS Djamal kepada SH usai membeberkan penjelasan di “Diskusi Data Ekspor 
Impor” di Kantor Kadin Indonesia, Selasa (20/9).

Awal pekan ini (Senin 19/9-red), lanjut Djamal, pihaknya mulai menggelar rapat 
perdana dengan Kementerian Pertanian membahas rencana evaluasi metodologi 
penghitungan ulang angka produksi padi nasional. 

Rapat ini digelar untuk memenuhi permintaan banyak pihak. baik legislatif, 
Kadin, maupun permintaan pemerintah yang mempertanyakan angka politisasi 
surplus padi 5 juta ton 2011 di tengah kondisi mahalnya harga beras sejak awal 
tahun sampai September sekarang, diikuti fakta kelangkaan beras yang mendorong 
pemerintah menambah volume importasinya.

Sementara itu, laporan dari daerah, sebagaimana disampaikan Ketua Kadin 
Provinsi Sumatera Barat Asnawi Bahar, menyebutkan pemerintah daerah dan kantor 
BPS di daerah berkontribusi besar dalam merekayasa pengumpulan data BPS di 
daerah untuk keperluan mengontrol inflasi. 

Sedikitnya terdapat 350 item data perdagangan maupun riset yang akan terkumpul 
di data hulu BPS di daerah yang direkayasa untuk mengontrol inflasi.

“350 item itu sengaja dikontrol penentuan angkanya, karena memengaruhi inflasi. 
Pemerintah ngotot itu digunakan untuk kajian informasi politis,” katanya.

Hal senada dikemukakan Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk 
Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan. Menurut Thomas, terlalu banyak data 
BPS yang berbeda dengan data produksi lembaga pangan dunia (FAO).

Ia mencontohkan, data produksi Udang BPS (bersumber dari KKP-red) pada 2011 
meningkat, bertolak belakang dengan data FAO yang menyatakan sebaliknya, yakni 
produksi udang Indonesia turun cukup signifikan tahun ini.

”Saya heran semua data BPS dipolitisasi, sehingga ada data udang politik, data 
garam politik, data cabai politik,” ia mengeluh.

Terkait cara hitung produksi padi, lebih perinci Djamal menjelaskan, ini 
dilakukan dengan melihat angka luas lahan yang disampling di kecamatan, luas 
panen dalam tiap kecamatan, kemudian dikalikan hasil ubinan. BPS sudah 
menentukan sekitar 100.000 unit wilayah yang harus diubin di seluruh Indonesia. 

Selanjutnya, BPS mengirim petugas peneliti lapang ke daerah ubinan. Topik riset 
ditentukan lapangnya untuk mendapatkan angka ramalan bulan ini mengenai 
produktivitas padi di kelurahan X kecamatan Y.

BPS pusat, lanjutnya, kemudian mengirim petugas ke wilayah 100.000 ubinan 
tersebut. Petugas berangkat ke lokasi kemudian melakukan riset sampling memakai 
metodologi pengambilan sampel acak yang sudah ditetapkan. 

Petugas tiba di lokasi lahan padi di kecamatan Y, berjalan beberapa meter ke 
kakan dan ke kiri, kemudian ketemulah lahan yang akan diukur itu. Jadi 
pemilihan lahan yang dijadikan sampel bisa dijamin bukan lahan demplot.

Menanggapi tuduhan politisasi data untuk mengontrol inflasi, Djamal menampung 
permintaan semua pihak agar data produksi pangan dievaluasi secara menyeluruh. 
Pekerjaan evaluasi ini tidak sederhana, karenanya BPS akan bekerja untuk satu 
demi satu data produksi komoditas pangan. 

Namun tahun ini baru dimulai untuk beras saja. Ini karena ukuran pengerjaan 
evaluasi data beras ini sangat besar, sehingga BPS menetapkan skala prioritas. 
Sementara itu, mengenai luas panen tanaman pangan dari tiap kecamatan, BPS 
memang tidak pernah menghitung secara riil.

Untuk kondisi wilayah yang mengalami serangan hama dan puso, lanjut dia, juga 
akan diformulasikan cara penghitungan penurunan produksinya. Ia meragukan 
laporan Perpadi di dua provinsi yang terserang hama wereng, yakni Jateng dan 
Jatim, mengenai penurunan angka produksi padi pada musim panen raya Maret-April 
2011 sebanyak 50 persen dari angka produksi normal.

Menurut Djamal, rapat evaluasi angka produksi beras dengan Kementerian 
Pertanian ini akan dilakukan secara maraton selama setengah atau satu tahun ke 
depan, sebagai kerja sama evaluasi lintas institusi. 

Metodologi hitung yang selama ini dipakai apakah akan diganti, menurutnya, 
belum tentu begitu. BPS akan mengkaji dulu untuk memberikan solusi terbaik. Ada 
kemungkinan muncul model baru. (CR-27)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke