Tidak ada salahnya apabila bupati seluruh Indonesia terdiri oknom-oknom bodoh, 
sebab orang-orang bodoh yang sangat dibutuhkan untuk mudah dikendalikan demi 
program pemerintah dapat berjalan mulus dan lurus sesuai kehendakan pusat 
kekuasaan. Salah satu keuntungan menjadi bupati ialah tidak bisa ditangkap 
sewenang-wenangnya tanpa persetujuan kepala negara. Bagi yang berminat menjadi 
bupati, waktu lamaran belum ditutup.


http://www.suarapembaruan.com/home/mohammad-sobary-semua-bupati-di-indonesia-bodoh/11615
Mohammad Sobary: Semua Bupati di Indonesia Bodoh
Sabtu, 24 September 2011 | 10:13


 Budayawan Mohammad Sobary (ketiga dari kiri yang mengenakan sarung songket) 
pada diskusi terbatas di Cibubur belum lama ini. (Foto: Istimewa) 

[JAKARTA] Budayawan Mohammad Sobary menilai para bupati di seluruh Indonesia 
bodoh. Pasalnya mereka sering kali menipu masyarakatnya dengan cara membangun 
sesuatu yang bukan substantif. Misalnya, mereka berjanji mendatangkan kapital 
tetapi dengan cara membangun mol. Padahal, pada saat bersamaan cara itu justru 
mematikan urat nadi ekonomi rakyat. Tetapi ironisnya masyarakat justru 
mengelukan pemimpin-pemimpin seperti ini.

"Soal kemandirian eknonomi, yang membuat saya tidak habis pikir adalah, mengapa 
bupati di seluruh Indonesia tidak ada yang pintar? Semuanya bodoh-bodoh. Kepada 
masyarakatnya berkata, saya akan datangkan kapital, saya akan bangun mall. 
Rakyatnya pun setuju saja sambil mengelu-elukan bupati “yang baik hati” ini. 
Yang dimaksudkan bupati “saya akan bangunkan mall” itu artinya saya akan cekik 
nadi ekonomimu sehingga tidak ada lagi pasar lokal yang tersisa," kata Sobary 
dalam sebuah diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh KKM (Keluarga Katolik 
Manggarai) Jakarta bersama Justice Peace and Integrity of Creation Ordo Fratrum 
Minorum (JPIC OFM) di "Capela Gabrielis" di kawasan Cibubur, Jakarta Timur 
belum lama ini.

Sobary yang pernah menjadi pemimpin umum Kantor Berita Antara itu juga 
mengeritik "idelogi" pertumbuhan ekonomi yang dianut pemerintah. Menurut dia, 
"ideologi" itu masih harus dikaji kembali. Misalnya, apakah pertumbuhan itu 
berbanding lurus dengan peningkatan kesehatan, pendidikan dan bahkan kebahagian 
penduduk.

Sehubungan dengan itu, Sobary menilai, ekonomi Indonesia saat ini belum 
mandiri. Ekonomi negeri ini banyak diatur dari jauh oleh pihak lain, yaitu 
pusat perencanaan dunia ekonomi. "Karena itu kita bisa bicara mengenai 
pembangunan ekonomi yang mapan, solid dan stabil dan berdampak 
mensejahterahkan, kalau tata ekonomi dunia kita recoki juga. Tata ekonomi dunia 
ini harus diserang secara perlahan seperti Hugho Chaves di Amerika Latin yang 
tahun-tahun ini terus menyeruakan alternatif ekonomi. Saat ini tata ekonomi 
dunia mendekati ambruk dan kita butuh alternatif hidup ekonomi yang bukan ini," 
paparnya.

Dia yakin kekuatan ekonomi yang disuarakan Hugo Chaves di Venezuela akan 
menjadi keniscayaan di Indonesia, bila negara ini mampu mengawinkan rohani pada 
satu sisi dan ekonomi pada sisi lainnya. Namun saat ini ekonomi yang terjadi 
adalah ekonomi yang jauh dari kerohanian, sebuah ekonomi yang menjajah, 
menguasai, mengexploitasi. "Karl Max yang menjerit tentang eknomi zaman itu 
yang tingkatnya masih 50 persen dari zaman saat ini yang begitu kejamnya. Andai 
Karl Max dikasih kehidupan lagi dan bersama kita di sini, saya yakin beliau 
akan memimpin sebuah pergerakan yang fundamental," pungkasnya. [A-21


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke