http://www.antaranews.com/berita/276990/anshor-pgi-kwi-imbau-umat-tak-terprovokasi
Anshor-PGI-KWI imbau umat tak terprovokasi 
Minggu, 25 September 2011 19:25 WIB | 

 
Polisi berjaga di sekitar lokasi peristiwa bom bunuh diri di Gereja GBIS 
Kepunton, Solo (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Tiga tokoh lintas agama dari Gerakan Pemuda (GP) 
Anshor, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), dan Konferensi Wali Gereja 
Indonesia (KWI) mengimbau agar umat beragama di Indonesia tidak terprovokasi 
merespon terjadinya peristiwa bom bunuh diri di GBIS Kepunten Solo pada Minggu 
siang.

"Kami imbau agar umat beragama di Indonesia tidak terprovokasi agar peristiwa 
ini jangan sampai merembet ke tempat lain," kata Ketua Umum GP Anshor, H. 
Nusron Wahid, di Jakarta, Minggu petang, dalam jumpa pers bersama dengan PGI 
dan KWI di Gedung GP Anshor Kramat Raya Jakarta.

Menurut dia, sangat penting aparat khususnya Detasemen Khusus (Densuns) 88 
untuk memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk penyuluhan pentingnya 
tanda-tanda radikalisasi agama.

Ia berpendapat, peristiwa pemboman itu tidak serta-merta terjadi, di belakang 
itu semua hampir pasti ada rentetan panjang peristiwa yang terjadi sebelumnya.

"Kita tidak boleh berhenti tapi harus aktif memberikan penyuluhan pentingnya 
ajaran agama yang benar jangan sampai terprovokasi teror yang mengatasnamakan 
instrumen agama," katanya.

Ia mengatakan, aparat intelejen tidak boleh memonopoli informasi tetapi harus 
terbuka secara transparan kepada publik.

"Sebaliknya intelejen juga harus mau terima informasi terutama yang terkena 
dampak kalau ada kejadian seperti ini," katanya.

Sementara itu Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI, Jeiry Sumampow, 
menyatakan amat prihatin atas peristiwa tersebut.

"Kami prihatin sebab kita belum mampu belajar dari pengalaman masa lalu bahwa 
bahasa kekerasan tidak dapat menyelesaikan persoalan," katanya.

Pihaknya menghimbau anggota jemaat di Solo dan Umat Kristen di seluruh 
Indonesia tetap tenang dan menyerahkan seluruh penyelesaian peristiwa kepada 
aparat yang berwajib.

Ia juga memintau agar pejabat negara bekerja secara profesional dalam 
mengungkap latar belakang peristiwa itu.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama KWI, Romo Beny Susetyo, 
mengatakan, pihaknya akan mengadakan doa bersama lintas agama dalam jaringan 
kerja sama dengan Anshor dan Banser untuk mengamankan tempat ibadah.

Menurut dia, sudah lama hubungan baik tersebut terjalin dan terjadi secara 
alamiah.

"Kami menghimbau agar kita terus tingkatkan komunikasi, jangan takut dengan 
teror justru harus kita lawan," katanya.

Ia menjelaskan, umat tidak boleh tidak terganggu dengan isu-isu yang 
mengatasnamakan agama.

Lebih lanjut ia berpendapat, hal ke depan yang harus dilakukan adalah 
memperkuat ideologi bernegara termasuk membumikan Pancasila agar menjadi nilai 
bersama yang dijunjung tinggi.

"Agama harus menjadi inspirasi batin untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan 
bangsa," katanya. 

(H016/B012)

Editor: Ruslan Burhani

Berita Terkait
  a.. Jenazah pelaku bom Solo diberangkatkan ke Jakarta 
  b.. PGI imbau jemaat Kristen tetap tenang 
  c.. Lokasi ledakan bom jadi tontonan ratusan warga 
  d.. Formacida prihatin bom bunuh diri di Solo 
  e.. Presiden kutuk teroris di GBIS Kepunton Solo 
Video
  a.. Teror Bom Di Gedung LEMHANAS 
  b.. Waspada Yayasan Bantuan Asing


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke