Itu sih bukan radikalisme agama, itu cuma sekedar ngejalankan perintah auloh, misalnya ngejalanin ayat2 surat At Taubah.
>________________________________ >From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Monday, September 26, 2011 10:22 PM >Subject: [proletar] Anshor-PGI-KWI imbau umat tak terprovokasi > > > >http://www.antaranews.com/berita/276990/anshor-pgi-kwi-imbau-umat-tak-terprovokasi >Anshor-PGI-KWI imbau umat tak terprovokasi >Minggu, 25 September 2011 19:25 WIB | > >Polisi berjaga di sekitar lokasi peristiwa bom bunuh diri di Gereja GBIS >Kepunton, Solo (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay) > >Jakarta (ANTARA News) - Tiga tokoh lintas agama dari Gerakan Pemuda (GP) >Anshor, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), dan Konferensi Wali Gereja >Indonesia (KWI) mengimbau agar umat beragama di Indonesia tidak terprovokasi >merespon terjadinya peristiwa bom bunuh diri di GBIS Kepunten Solo pada Minggu >siang. > >"Kami imbau agar umat beragama di Indonesia tidak terprovokasi agar peristiwa >ini jangan sampai merembet ke tempat lain," kata Ketua Umum GP Anshor, H. >Nusron Wahid, di Jakarta, Minggu petang, dalam jumpa pers bersama dengan PGI >dan KWI di Gedung GP Anshor Kramat Raya Jakarta. > >Menurut dia, sangat penting aparat khususnya Detasemen Khusus (Densuns) 88 >untuk memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk penyuluhan pentingnya >tanda-tanda radikalisasi agama. > >Ia berpendapat, peristiwa pemboman itu tidak serta-merta terjadi, di belakang >itu semua hampir pasti ada rentetan panjang peristiwa yang terjadi sebelumnya. > >"Kita tidak boleh berhenti tapi harus aktif memberikan penyuluhan pentingnya >ajaran agama yang benar jangan sampai terprovokasi teror yang mengatasnamakan >instrumen agama," katanya. > >Ia mengatakan, aparat intelejen tidak boleh memonopoli informasi tetapi harus >terbuka secara transparan kepada publik. > >"Sebaliknya intelejen juga harus mau terima informasi terutama yang terkena >dampak kalau ada kejadian seperti ini," katanya. > >Sementara itu Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI, Jeiry Sumampow, >menyatakan amat prihatin atas peristiwa tersebut. > >"Kami prihatin sebab kita belum mampu belajar dari pengalaman masa lalu bahwa >bahasa kekerasan tidak dapat menyelesaikan persoalan," katanya. > >Pihaknya menghimbau anggota jemaat di Solo dan Umat Kristen di seluruh >Indonesia tetap tenang dan menyerahkan seluruh penyelesaian peristiwa kepada >aparat yang berwajib. > >Ia juga memintau agar pejabat negara bekerja secara profesional dalam >mengungkap latar belakang peristiwa itu. > >Sementara itu, Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama KWI, Romo Beny Susetyo, >mengatakan, pihaknya akan mengadakan doa bersama lintas agama dalam jaringan >kerja sama dengan Anshor dan Banser untuk mengamankan tempat ibadah. > >Menurut dia, sudah lama hubungan baik tersebut terjalin dan terjadi secara >alamiah. > >"Kami menghimbau agar kita terus tingkatkan komunikasi, jangan takut dengan >teror justru harus kita lawan," katanya. > >Ia menjelaskan, umat tidak boleh tidak terganggu dengan isu-isu yang >mengatasnamakan agama. > >Lebih lanjut ia berpendapat, hal ke depan yang harus dilakukan adalah >memperkuat ideologi bernegara termasuk membumikan Pancasila agar menjadi nilai >bersama yang dijunjung tinggi. > >"Agama harus menjadi inspirasi batin untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan >bangsa," katanya. > >(H016/B012) > >Editor: Ruslan Burhani > >Berita Terkait >a.. Jenazah pelaku bom Solo diberangkatkan ke Jakarta >b.. PGI imbau jemaat Kristen tetap tenang >c.. Lokasi ledakan bom jadi tontonan ratusan warga >d.. Formacida prihatin bom bunuh diri di Solo >e.. Presiden kutuk teroris di GBIS Kepunton Solo >Video >a.. Teror Bom Di Gedung LEMHANAS >b.. Waspada Yayasan Bantuan Asing > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
