Dan orang keturunan Belanda pulalah yang ikut menentang apartheid itu, yaitu de
Klerk yang menerima hadiah Nobel bersama Mandela..
--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Dasar tolol lu ini, negara bersyariat iblis tempat auloh batu item ngendon
> itu jelas2 nerapin politik rasis tulen, tkw Indonesia di sana itu umumnya
> dianggap sbg budak aja. Tp lu justru tiap hari nyembah2 ke orang Saudi dan
> ngebela para bajingan keparat penganiaya sesama bangsa lu sendiri.
>
> Drpd lu ngurusin orang Afsel yg ga ada hubungannya dgn lu, mendingan lu urus
> tuh tkw bangsa lu sendiri, kalo lu berani ngelawan majikan Arab lu.
>
>
>
>
> >________________________________
> >From: PAREWA <parewa70@...>
> >To: [email protected]
> >Sent: Tuesday, October 4, 2011 7:40 PM
> >Subject: [proletar] Belanda pencipta apartheid-Apartheid di Afrika Selatan
> >
> >
> >Â
> >
> >
> >Apartheid di Afrika Selatan
> >- Dunia Hitam-Putih
> >
> >Pantai bagi warga kulit putih - papan
> >pengumuman seperti ini merupakan pemandangan yang biasa pada masa rezim
> >apartheid di Afrika Selatan
> >
> >Hingga tahun 1990, Afrika Selatan adalah negara
> >hitam-putih. Sejak pencabutan sistem apartheid tahun 1994, hak rakyat berlaku
> >untuk semua. Dan negara ini tumbuh bersama secara perlahan.
> >
> >Â
> >
> >Selama
> >ratusan tahun tidak ada bagian kehidupan di Afrika Selatan yang tidak diatur
> >oleh pemisahan ras. Namun sejak Partai Nasional de Boer 1948, setelah Perang
> >Dunia ke-2, memenangkan pemilihan umum dan membentuk pemerintahan minoritas
> >kulit putih, sistem apartheid kemudian ditetapkan dalam undang-undang. Pada
> >tahun 1950, Undang-undang Pendaftaran Populasi semua warga Afrika Selatan
> >dibagi dalam tiga kategori ras, yaitu Bantu atau Afrika kulit hitam, kulit
> >putih dan kulit berwarna lainnya. Kemudian ada kategori baru, yaitu Asia
> >yang sebagian
> >besarnya adalah warga etnis India dan Pakistan.
> >
> >Afrika
> >Selatan kemudian dibagi. 80 persen wilayah negara itu dimiliki warga kulit
> >putih. Sementara warga kulit hitam ditempatkan di wilayah termiskin yang
> >disebut sebagai homelands atau tanah air. Mereka memiliki semacam
> >pemerintahan administrasi mandiri. Mereka secara ekonomi, sosial dan politik
> >dikucilkan. Pada tahun 1970 diberlakukan Undang-Undang Kewarganegaraan Tanah
> >Air Bantu. Semua warga kulit hitam harus bertempat tinggal di "homeland",
> >atau tanah air, suatu wilayah yang dihuni mayoritas kulit hitam Afrika. Warga
> >homelands harus membawa paspornya untuk dapat meninggalkan wilayahnya.
> >
> >Pemisahan
> >warga kulit putih dan hitam juga diberlakukan di fasilitas umum.
> >Gedung-gedung
> >umum, transportasi umum, taman-taman, rumah makan, serta tentu
> >sekolah-sekolah,
> >perguruan tinggi, rumah sakit dan gereja. Daerah-daerah permukiman di setiap
> >kota dan desa juga dibagi dua, sistem pendidikan sekolah terpisah dengan
> >kualitas guru yang berbeda, dan hanya warga kulit putih yang memiliki hak
> >pilih.
> >
> >Semakin
> >besar jurang diskriminasi, semakin besar pula dorongan perlawanannya. Kongres
> >Nasional Afrika (ANC), membentuk sayap bersenjata, yaitu Umkhonto we Sizwe
> >(MK), yang berarti âTombak Bangsaâ. Dalam waktu 1,5 tahun, MK melancarkan
> >sekitar 200 aksi sabotase. Pendirinya adalah Nelson Mandela, yang waktu itu
> >sudah berjuang demi kesetaraan ras. Pada tahun 1959 Kongres Pan Afrika, PAN,
> >memisahkan diri dari ANC. Bertolak belakang dengan ANC, PAN menolak semua
> >bentuk kerja sama dengan kulit putih. ANC dan PAN resminya dilarang
> >beroperasi.
> >Namun kedua organisasi itu bergerak di bawah tanah. Dan tahun 1964
> >pimpinan oposisi seperti Nelson Mandela dan Walter Sisulu divonis hukuman
> >penjara seumur hidup.
> >
> >Pada
> >tahun 1976, terjadi huru-hara di Soweto. Berawal dari aksi boikot sekolah,
> >kemudian menjadi pertumpahan darah. Sekitar 500 hingga 1000 warga kulit hitam
> >terbunuh dalam insiden itu. Ketika kerusuhan terjadi dan beberapa tahun
> >setelahnya, banyak anak dan remaja yang ditangkap. Namun gerakan perlawanan
> >tidak terhenti sampai di situ saja, dan penentang apartheid mendapatkan
> >banyak
> >dukungan di luar negeri.
> >
> >Semakin
> >banyak orang di Eropa yang memboikot barang-barang dari Afrika Selatan, dan
> >sistem apartheid menjadi perhatian masyarakat sipil internasional. Gereja,
> >organisasi pembela HAM, dan organisasi bantuan menyerukan boikot, yang
> >disusul
> >dengan konser solidaritas dan aksi pengumpulan massa. Nelson Mandela,
> >pemimpin
> >ANC yang dipenjara, menjadi tokoh simbol gerakan anti apartheid. Pada tahun
> >1988, 72 ribu orang berkumpul di Stadion Wembley di London, guna menghadiri
> >konser musik solidaritas bertepatan dengan perayaan ulang tahun Mandela yang
> >ke-70. Selain itu, hampir satu miliar orang di 60 negara mengikuti konser
> >tersebut di televisi.
> >
> >Masyarakat
> >internasional kemudian mengurangi dukungan politiknya terhadap rezim
> >apartheid.
> >Bertahun-tahun lamanya Amerika Serikat dalam setiap resolusi di Dewan
> >Keamanan PBB memblokir Afrika Selatan dan pada tahun 1976 diberlakukan
> >konvensi
> >anti apartheid.
> >
> >Tekanan
> >politis baik di Afrika Selatan mau pun di luar negeri semakin besar: Dan pada
> >1990, presiden Afrika Selatan waktu itu, Frederik Willem de Klerk,
> >membebaskan
> >Nelson Mandela dan beberapa tahanan politis lainnya. ANC dan PAN sah menjadi
> >organisasi politik. Pada tahun 1994, Nelson Mandela terpilih sebagai presiden
> >pertama Afrika Selatan versi baru.
> >
> >Helle
> >Jeppesen/Luky Setyarini
> >
> >Editor:
> >Yuniman Farid
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/