Hehehe.... dasar tolol lu, ngehina Islam. Sejak kapan tuh orang Islam ga jadi 
pencipta hasil penemuan dr apa yg ada di Quran atau sunnah?

Islam udah bilang bhw nilai kafir itu cuma 1/2 dr nilai orang Islam, dan nilai 
cewek itu cuma 1/2 dr nilai cowok. Ini adalah sistem apartheid tulen yg udah 
ada jauh sebelum orang Belanda pergi ke Afsel.

Tentunya ini adalah hasil penemuan Islam selain penemuan bhw cewek itu kurang 
akal dan penemuan bom kontol yg sayangnya ga meledak. Cuma orang Islam aja yg 
bisa pasang bom bunuh diri di kontolnya, bukan?





>________________________________
>From: PAREWA <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]>
>Sent: Thursday, October 6, 2011 4:10 PM
>Subject: Bls: [proletar] Re: Belanda pencipta apartheid-Apartheid di Afrika 
>Selatan
>
>
>  
>jadi lu ngga bisa bantah kan bahwa orang belanda lah yg menciptakan sistem 
>apartheid yg sungguh2 terkenal kejam itu..
>Kalau lu Tem, lu emang udah ngga waras lantaran kebanyakan baca alkitab
>
>________________________________
>Dari: Bukan Pedanda <[email protected]>
>Kepada: [email protected]
>Dikirim: Rabu, 5 Oktober 2011 19:14
>Judul: [proletar] Re: Belanda pencipta apartheid-Apartheid di Afrika Selatan
>
>  
>
>Dan orang keturunan Belanda pulalah yang ikut menentang apartheid itu, yaitu 
>de Klerk yang menerima hadiah Nobel bersama Mandela..
>
>--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>>
>> Dasar tolol lu ini, negara bersyariat iblis tempat auloh batu item ngendon 
>> itu jelas2 nerapin politik rasis tulen, tkw Indonesia di sana itu umumnya 
>> dianggap sbg budak aja. Tp lu justru tiap hari nyembah2 ke orang Saudi dan 
>> ngebela para bajingan keparat penganiaya sesama bangsa lu sendiri.
>> 
>> Drpd lu ngurusin orang Afsel yg ga ada hubungannya dgn lu, mendingan lu urus 
>> tuh tkw bangsa lu sendiri, kalo lu berani ngelawan majikan Arab lu.
>> 
>> 
>> 
>> 
>> >________________________________
>> >From: PAREWA <parewa70@...>
>> >To: [email protected]
>> >Sent: Tuesday, October 4, 2011 7:40 PM
>> >Subject: [proletar] Belanda pencipta apartheid-Apartheid di Afrika Selatan
>> >
>> >
>> >  
>> >
>> >
>> >Apartheid di Afrika Selatan
>> >- Dunia Hitam-Putih 
>> >
>> >Pantai bagi warga kulit putih - papan
>> >pengumuman seperti ini merupakan pemandangan yang biasa pada masa rezim
>> >apartheid di Afrika Selatan
>> >
>> >Hingga tahun 1990, Afrika Selatan adalah negara
>> >hitam-putih. Sejak pencabutan sistem apartheid tahun 1994, hak rakyat 
>> >berlaku
>> >untuk semua. Dan negara ini tumbuh bersama secara perlahan. 
>> >
>> > 
>> >
>> >Selama
>> >ratusan tahun tidak ada bagian kehidupan di Afrika Selatan yang tidak diatur
>> >oleh pemisahan ras. Namun sejak Partai Nasional de Boer 1948, setelah Perang
>> >Dunia ke-2, memenangkan pemilihan umum dan membentuk pemerintahan minoritas
>> >kulit putih, sistem apartheid kemudian ditetapkan dalam undang-undang. Pada
>> >tahun 1950, Undang-undang Pendaftaran Populasi semua warga Afrika Selatan
>> >dibagi dalam tiga kategori ras, yaitu Bantu atau Afrika kulit hitam, kulit
>> >putih dan kulit berwarna lainnya. Kemudian ada kategori baru, yaitu Asia 
>> >yang sebagian
>> >besarnya adalah warga etnis India dan Pakistan.
>> >
>> >Afrika
>> >Selatan kemudian dibagi. 80 persen wilayah negara itu dimiliki warga kulit
>> >putih. Sementara warga kulit hitam ditempatkan di wilayah termiskin yang
>> >disebut sebagai homelands atau tanah air. Mereka memiliki semacam
>> >pemerintahan administrasi mandiri. Mereka secara ekonomi, sosial dan politik
>> >dikucilkan. Pada tahun 1970 diberlakukan Undang-Undang Kewarganegaraan Tanah
>> >Air Bantu. Semua warga kulit hitam harus bertempat tinggal di "homeland",
>> >atau tanah air, suatu wilayah yang dihuni mayoritas kulit hitam Afrika. 
>> >Warga
>> >homelands harus membawa paspornya untuk dapat meninggalkan wilayahnya.
>> >
>> >Pemisahan
>> >warga kulit putih dan hitam juga diberlakukan di fasilitas umum. 
>> >Gedung-gedung
>> >umum, transportasi umum, taman-taman, rumah makan, serta tentu 
>> >sekolah-sekolah,
>> >perguruan tinggi, rumah sakit dan gereja. Daerah-daerah permukiman di setiap
>> >kota dan desa juga dibagi dua, sistem pendidikan sekolah terpisah dengan
>> >kualitas guru yang berbeda, dan hanya warga kulit putih yang memiliki hak
>> >pilih.
>> >
>> >Semakin
>> >besar jurang diskriminasi, semakin besar pula dorongan perlawanannya. 
>> >Kongres
>> >Nasional Afrika (ANC), membentuk sayap bersenjata, yaitu Umkhonto we Sizwe
>> >(MK), yang berarti “Tombak Bangsa”. Dalam waktu 1,5 tahun, MK melancarkan
>> >sekitar 200 aksi sabotase. Pendirinya adalah Nelson Mandela, yang waktu itu
>> >sudah berjuang demi kesetaraan ras. Pada tahun 1959 Kongres Pan Afrika, PAN,
>> >memisahkan diri dari ANC. Bertolak belakang dengan ANC, PAN menolak semua
>> >bentuk kerja sama dengan kulit putih. ANC dan PAN resminya dilarang 
>> >beroperasi.
>> >Namun kedua organisasi itu bergerak di bawah tanah. Dan tahun 1964
>> >pimpinan oposisi seperti Nelson Mandela dan Walter Sisulu divonis hukuman
>> >penjara seumur hidup.
>> >
>> >Pada
>> >tahun 1976, terjadi huru-hara di Soweto. Berawal dari aksi boikot sekolah,
>> >kemudian menjadi pertumpahan darah. Sekitar 500 hingga 1000 warga kulit 
>> >hitam
>> >terbunuh dalam insiden itu. Ketika kerusuhan terjadi dan beberapa tahun
>> >setelahnya, banyak anak dan remaja yang ditangkap. Namun gerakan perlawanan
>> >tidak terhenti sampai di situ saja, dan penentang apartheid mendapatkan 
>> >banyak
>> >dukungan di luar negeri.
>> >
>> >Semakin
>> >banyak orang di Eropa yang memboikot barang-barang dari Afrika Selatan, dan
>> >sistem apartheid menjadi perhatian masyarakat sipil internasional. Gereja,
>> >organisasi pembela HAM, dan organisasi bantuan menyerukan boikot, yang 
>> >disusul
>> >dengan konser solidaritas dan aksi pengumpulan massa. Nelson Mandela, 
>> >pemimpin
>> >ANC yang dipenjara, menjadi tokoh simbol gerakan anti apartheid. Pada tahun
>> >1988, 72 ribu orang berkumpul di Stadion Wembley di London, guna menghadiri
>> >konser musik solidaritas bertepatan dengan perayaan ulang tahun Mandela yang
>> >ke-70. Selain itu, hampir satu miliar orang di 60 negara mengikuti konser
>> >tersebut di televisi.
>> >
>> >Masyarakat
>> >internasional kemudian mengurangi dukungan politiknya terhadap rezim 
>> >apartheid.
>> >Bertahun-tahun lamanya Amerika Serikat dalam setiap resolusi di Dewan
>> >Keamanan PBB memblokir Afrika Selatan dan pada tahun 1976 diberlakukan 
>> >konvensi
>> >anti apartheid. 
>> >
>> >Tekanan
>> >politis baik di Afrika Selatan mau pun di luar negeri semakin besar: Dan 
>> >pada
>> >1990, presiden Afrika Selatan waktu itu, Frederik Willem de Klerk, 
>> >membebaskan
>> >Nelson Mandela dan beberapa tahanan politis lainnya. ANC dan PAN sah menjadi
>> >organisasi politik. Pada tahun 1994, Nelson Mandela terpilih sebagai 
>> >presiden
>> >pertama Afrika Selatan versi baru.
>> >
>> >Helle
>> >Jeppesen/Luky Setyarini
>> >
>> >Editor:
>> >Yuniman Farid
>> >
>> >[Non-text portions of this message have been removed]
>> >
>> >
>> > 
>> >
>> >
>> 
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke