Ref : Dari keterangan sekretaris MUI Sulwesi Utara yang tertera dalam artikel
di bawah memberikan gambaran bahwa pemahaman keberagamaan antara para ulama
Pulau Jawa dan daerah di luar pulau Jawa terdapat perbedaan besar. Apa sebabnya
demikian?
Pada umumnya lokasi kerusuhan berazaskan agama mempunyai penyebut yang sama.
Ini beberapa contoh: dari Jawa dikirim serdadu agama (Laskar Jihad) untuk
membasmi kaum nasarani di Sulawesi Tengah dan Maluku. Pemboman di Bali berasal
dari Jawa. Bom bunuh diri terdapat di Jawa. Ada lagi yang sangat tragis
pembunuhan besar-besaran tahun 1965/1966 pun umumnya terjadi di Jawa. Dari Jawa
datang teroris untuk berlatih di Aceh, yang aneh ialah para teroris ini yang
berlatih di Aceh setelah ditangkap dibawa kembali ke pulau Jawa, mereka
menghilang tanpa dihadapkan ke pengadilan.
Apa komentar Anda?
-----
Harian Komentar
11 Oktober 2011
Pembubaran dan penyegelan gereja terus berlangsung
Merupakan Bukti Pemasungan Kebebasan Beragama
Manado, KOMENTAR
Kasus pembubaran dan penyegelan tempat ibadah yang terjadi di Gereja Kristen
Indonesia (GKI) Taman Yasmin Kota Bogor, baru-baru ini membuktikan bahwa
kebebasan beragama di negeri ini masih terpasung.
Kondisi ini tentu saja sangat disesalkan. Pasalnya di usia 66 tahun Indonesia
mengecap kemerdekaan, tetapi pemerintah belum dapat memberikan jaminan keamanan
bagi rakyatnya untuk beribadah.
Diungkapkans Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Sulut
yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Drs Amin Lasena,
kejadian pembubaran dan penyegelan tempat ibadah tersebut sangat disesalkan.
Padahal, untuk memeluk suatu agama dan kepercayaan, pemerintah wajib memberikan
perlindungan. “Indonesia sudah merdeka, tetapi kemerdekaan itu masih terpasung.
Terus terang saya sangat menyesalkan tindakan ini. Karena itu, saya minta agar
peran peme-rintah berfungsi. Terutama terhadap perlindungan beragama yang
mengacu pada UUD 1945,” tandasnya sem-bari menambahkan bahwa persoalan
pembubaran dan penyegelan tempat beribadah tak bakalan terjadi, apabila
pemerintah bersikap tegas. “Pemerintah sudah diberikan kewenangan, yang secara
jelas mengaturnya. Demikian juga yang dituangkan melalui PBM (Peraturan Bersama
Menteri-red). Bahkan disebutkan bahwa pemerintah wajib menyiapkan tempat
ber-ibadah, khususnya bagi me-reka yang belum dapat mendirikan gedung. Ini
membuktikan tidak ada ketegasan dari pemerintah,” tandasnya.
Memang terkait tempat pendirian ibadah lanjut Lasena terdapat persyaratan yang
ditetapkan, yakni harus me-miliki 90 kepala keluarga dengan dukungan 60 kepala
keluarga yang merupakan masyarakat sekitar. “Tetapi kalau persyaratan itu belum
terpenuhi, maka pemerintah wjib menyiapkan tempat iba-dah. Dan yang paling
penting, pemerintah wajib memberi-kan pengayoman dengan kualitas dan kadar
sama. Artinya tidak ada yang dibedakan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Pucuk Pimpinan KG-PM Gembala Teddy Batasina STh
mengatakan kasus pe-nyegelan gereja di Bogor menjadi potret yang sangat ironis.
Hal ini dalam konteks kebebasan beragama, berkeyakinan dan kebebasan
mengekspresikan hidup be-iman. “Apapun persoalannya harus ada solusi. Penerapan
hukum harus menjadi dasar bersama. Karena itu setiap kebijakan yang mengatur
kehidupan hubungan kemit-raan antara pemerintah dan agama harus disikapi secara
arif dan bijaksana,” tukasnya.
Agama, lanjut Batasina, tidak boleh menjadi sub ordi-nasi pemerintah. Demikian
juga sebaliknya. “Maka disinilah dibutuhkan korelasi interaksi dan sinergitas
yang saling menghidupkan. Harus dicatat bahwa kebebasan ber-agama dijamin oleh
undang-undang. Karena itu perlu men-dapat perhatian yang serius. Persoalan yang
terjadi di bogor harus mendapat perhatian serius supaya tidak berimbas pada
daerah lain, sehingga dapat menbentuk opini yang negatif yang pada akhirnya
melahirkan reaksi masyarakat yang keliru,” pungkasnya.(eda)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/