Apa ada seekor muslim yg berani bilang bhw pembubaran gereja itu ga Islami dgn 
make dalil2 Islam yg benar?




>________________________________
>From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Friday, October 14, 2011 3:34 AM
>Subject: [proletar] Merupakan Bukti Pemasungan Kebebasan Beragama
>
>
>  
>Ref : Dari keterangan sekretaris MUI Sulwesi Utara yang tertera dalam artikel 
>di bawah memberikan gambaran bahwa pemahaman keberagamaan antara para ulama 
>Pulau Jawa dan daerah di luar pulau Jawa terdapat perbedaan besar. Apa 
>sebabnya demikian?
>
>Pada umumnya lokasi kerusuhan berazaskan agama mempunyai penyebut yang sama. 
>Ini beberapa contoh: dari Jawa dikirim serdadu agama (Laskar Jihad) untuk 
>membasmi kaum nasarani di Sulawesi Tengah dan Maluku. Pemboman di Bali berasal 
>dari Jawa. Bom bunuh diri terdapat di Jawa. Ada lagi yang sangat tragis 
>pembunuhan besar-besaran tahun 1965/1966 pun umumnya terjadi di Jawa. Dari 
>Jawa datang teroris untuk berlatih di Aceh, yang aneh ialah para teroris ini 
>yang berlatih di Aceh setelah ditangkap dibawa kembali ke pulau Jawa, mereka 
>menghilang tanpa dihadapkan ke pengadilan.
>
>Apa komentar Anda?
>-----
>Harian Komentar 
>11 Oktober 2011
>Pembubaran dan penyegelan gereja terus berlangsung
>Merupakan Bukti Pemasungan Kebebasan Beragama
>
>
>
>Manado, KOMENTAR
>Kasus pembubaran dan penyegelan tempat ibadah yang terjadi di Gereja Kristen 
>Indonesia (GKI) Taman Yasmin Kota Bogor, baru-baru ini membuktikan bahwa 
>kebebasan beragama di negeri ini masih terpasung. 
>
>Kondisi ini tentu saja sangat disesalkan. Pasalnya di usia 66 tahun Indonesia 
>mengecap kemerdekaan, tetapi pemerintah belum dapat memberikan jaminan 
>keamanan bagi rakyatnya untuk beribadah.
>
>Diungkapkans Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Sulut 
>yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Drs Amin Lasena, 
>kejadian pembubaran dan penyegelan tempat ibadah tersebut sangat disesalkan. 
>Padahal, untuk memeluk suatu agama dan kepercayaan, pemerintah wajib 
>memberikan perlindungan. “Indonesia sudah merdeka, tetapi kemerdekaan itu 
>masih terpasung. Terus terang saya sangat menyesalkan tindakan ini. Karena 
>itu, saya minta agar peran peme-rintah berfungsi. Terutama terhadap 
>perlindungan beragama yang mengacu pada UUD 1945,” tandasnya sem-bari 
>menambahkan bahwa persoalan pembubaran dan penyegelan tempat beribadah tak 
>bakalan terjadi, apabila pemerintah bersikap tegas. “Pemerintah sudah 
>diberikan kewenangan, yang secara jelas mengaturnya. Demikian juga yang 
>dituangkan melalui PBM (Peraturan Bersama Menteri-red). Bahkan disebutkan 
>bahwa pemerintah wajib menyiapkan tempat ber-ibadah, khususnya bagi me-reka 
>yang belum
 dapat mendirikan gedung. Ini membuktikan tidak ada ketegasan dari pemerintah,” 
tandasnya. 
>
>Memang terkait tempat pendirian ibadah lanjut Lasena terdapat persyaratan yang 
>ditetapkan, yakni harus me-miliki 90 kepala keluarga dengan dukungan 60 kepala 
>keluarga yang merupakan masyarakat sekitar. “Tetapi kalau persyaratan itu 
>belum terpenuhi, maka pemerintah wjib menyiapkan tempat iba-dah. Dan yang 
>paling penting, pemerintah wajib memberi-kan pengayoman dengan kualitas dan 
>kadar sama. Artinya tidak ada yang dibedakan,” ungkapnya.
>
>Senada dengan itu, Ketua Umum Pucuk Pimpinan KG-PM Gembala Teddy Batasina STh 
>mengatakan kasus pe-nyegelan gereja di Bogor menjadi potret yang sangat 
>ironis. Hal ini dalam konteks kebebasan beragama, berkeyakinan dan kebebasan 
>mengekspresikan hidup be-iman. “Apapun persoalannya harus ada solusi. 
>Penerapan hukum harus menjadi dasar bersama. Karena itu setiap kebijakan yang 
>mengatur kehidupan hubungan kemit-raan antara pemerintah dan agama harus 
>disikapi secara arif dan bijaksana,” tukasnya. 
>
>Agama, lanjut Batasina, tidak boleh menjadi sub ordi-nasi pemerintah. Demikian 
>juga sebaliknya. “Maka disinilah dibutuhkan korelasi interaksi dan sinergitas 
>yang saling menghidupkan. Harus dicatat bahwa kebebasan ber-agama dijamin oleh 
>undang-undang. Karena itu perlu men-dapat perhatian yang serius. Persoalan 
>yang terjadi di bogor harus mendapat perhatian serius supaya tidak berimbas 
>pada daerah lain, sehingga dapat menbentuk opini yang negatif yang pada 
>akhirnya melahirkan reaksi masyarakat yang keliru,” pungkasnya.(eda)
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke