http://regional.kompas.com/read/2011/10/12/21375560/Freeport.Indonesia.Setuju.Kenaikan.Gaji.25.Persen


Freeport Indonesia Setuju Kenaikan Gaji 25 Persen
Ester Meryana | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Rabu, 12 Oktober 2011 | 21:37 WIB 
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Direktur dan CEO PT Freeport Indonesia (PTFI) 
Armando Mahler menyampaikan, perusahaan menyetujui rekomendasi yang diajukan 
mediator, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, untuk 
menaikkan gaji pokok karyawan non-staf sebesar 25 persen. Ini disanggupi 
perusahaan sekalipun berat. 

Awalnya, PTFI mengajukan kenaikan gaji pokok sebesar 22 persen yang akan 
dilakukan secara bertahap. Kenaikan sebesar 11 persen pada Oktober tahun ini, 
dan sisanya pada Oktober 2012. Akan tetapi, setelah melalui perundingan baik 
bipartit maupun tripartit, perusahaan pun bersedia mengubah persentase 
tersebut. 

"Dalam hal ini (rekomendasi) diminta PT Freeport Indonesia untuk menaikkan gaji 
pokok sebesar 25 persen untuk dua tahun," ujar Armando, kepada sejumlah 
wartawan via teleconference, di Jakarta, Rabu (12/10/2011). 

Kenaikan 25 persen tersebut, lanjut dia, tetap akan berlangsung selama dua 
tahun. Tahun pertama, kenaikan gaji pokok sebesar 15 persen. Sisanya akan 
dilaksanakan pada tahun kedua. 

"Nah memang untuk kita, PT Freeport Indonesia, kenaikan 25 persen itu 
sebenarnya sangat-sangat berat," tambah dia. Itu disimpulkan dari banyak 
perhitungan yang sudah dilakukan manajemen perusahaan. 

Berdasarkan perhitungan tersebut, kenaikan sebanyak 25 persen sudah besar 
sekali jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain sejenis di 
Indonesia. "Tapi karena ini rekomendasi daripada tim mediator kami pada saat 
itu (7 Oktober 2011) menyanggupi untuk menaikkan gaji pokok sebesar 25 persen 
untuk dua tahun," jelasnya. 

Namun, ia menambahkan, perusahaan belum mengetahui bagaimana tanggapan dari 
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PTFI. Akan tetapi, terang dia, jika pada 
tanggal 7 Oktober tersebut, SPSI tidak juga memberi tanggapan, maka itu bisa 
diklasifikasikan menolak rekomendasi dari pemerintah. Alhasil, permasalahan ini 
harus masuk ke Pengadilan Hubungan Industrial. 

"Sudah barang tentu (ini merugikan karyawan) karena perjanjian ini belum 
disepakati kedua belah pihak. Artinya PT Freeport Indonesia sesuai anjuran atau 
peraturan yang berlaku bahwa kami melanjutkan Perjanjian Kerja Bersama yang 
sudah dilakukan dua tahun yang lalu," jelas Armando. Dalam hal ini tidak ada 
kenaikan gaji bagi karyawan.

TERKAIT:
  a.. Produksi Bijih Freeport Indonesia Sudah 80 Persen 
  b.. Freeport Indonesia Cari Tenaga Kerja karena Butuh 
  c.. Pemerintah Cari Solusi Masalah Freeport 
  d.. Kondisi Timika Relatif Kondusif 
  e.. Atasi Dampak Bentrok Freeport 
+++++
http://regional.kompas.com/read/2011/10/12/22041611/Tambang.Bawah.Tanah.Freeport.Jadi.Terbesar.Dunia


Tambang Bawah Tanah Freeport Jadi Terbesar Dunia
Ester Meryana | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Rabu, 12 Oktober 2011 | 22:04 WIB 
AGUNG ADIPRASETYO Areal tambang tembaga milik PT Freeport Indonesia, Jumat 
(18/12/2009). 
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Direktur dan CEO PT Freeport Indonesia (PTFI) 
Armando Mahler menyebutkan, tambang bawah tanah PTFI dapat menjadi yang 
terbesar di dunia. Investasi yang dilakukan dalam mewujudkan hal itu menjadi 
bagian dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi 
Indonesia (MP3EI) pemerintah di wilayah Maluku dan Papua. 

"Kontrak PT Freeport Indonesia sampai 2041 yang mana PT Freeport juga terdaftar 
pada program MP3EI pemerintah. Sudah dimasukkan di program tersebut, lebih 
kurang investasi yang akan ditanamkan di penambangan tambang bawah tanah 
nantinya sampai 2041, antara 16,5 miliar dollar AS-18 miliar dollar AS," ujar 
Armando, kepada sejumlah wartawan via teleconference, di Jakarta, hari Rabu 
(12/10/2011) sore. 

Menurut Armando, angka tersebut luar biasa besarnya dari investasi lainnya di 
Indonesia. Ia pun berharap, jika operasi berjalan semuanya, maka tambang 
tersebut akan menjadi tambang bawah tanah terbesar di dunia. "Jadi, kami 
sebagai putra Indonesia dengan merasa bangga bisa mengoperasikan tambang 
terbesar di dunia," tambah dia. 

Terkait dengan ekspansi tambang bawah tanah milik perusahaan yang berdomisili 
di Papua tersebut, PTFI pun sedang melakukan pencarian tenaga kerja terampil 
sebanyak 1.100 orang. "Dan, kami memprioritaskan untuk masyarakat ahli Papua. 
Atau, mereka yang ber-KTP Papua," tambah Ramdani Sirait selaku Juru Bicara PT 
Freeport Indonesia. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke