SBY jg lagi sibuk bernegosiasi berapa harga jabatan menteri dgn calon menterinya.
>________________________________ >From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Sunday, October 16, 2011 11:29 AM >Subject: [proletar] Cuma sibuk ganti menteri, SBY cuek 45 TKI dihukum mati > > > >Ref. Lebih mudah mutar-matir ganti menteri dari pada pergi menghadap tuan raja >Arab untuk membebas dan memulangkan TKI bermasalah. Membandingkan SBY dengan >Presiden Aurujo dari Filipina , lebih hebat Araujo, wanita , kecil badannya >tetapi berani pergi bernegosiasi untuk memulangkan warganya yang mau di >pancung di Arab Saudia. > >http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=135244 > >Cuma sibuk ganti menteri, SBY cuek 45 TKI dihukum mati >Tanggal : 14 Oct 2011 >Sumber : Harian Terbit >JAKARTA - Ribuan aktivis kemanusiaan dan buruh migran pekan depan bakal >mengepung Istana Negara untuk mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono >menyelamatkan Tuti Tursilawati dan 43 tenaga kerja Indonesia lainnya, yang >terancam hukuman mati, di Arab Saudi. > >"Selain di Jakarta, aksi unjuk rasa untuk menyelamatkan puluhan buruh migran >yang terancam hukuman mati juga akan digelar serentak di sejumlah kota besar >di tanah air dan kota-kota lainnya di dunia yang digerakkan oleh 38 organisasi >HAM," cetus Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah kepada Harian >Terbit, Jumat (14/10). > >Dia mengungkapkan bahwa sebanyak 44 buruh migran Indonesia saat ini terancam >hukuman mati di Arab Saudi. Lima di antaranya telah dijatuhi vonis, yakni Tuti >Tursilawati, Sutinah, Siti Zaenab, Aminah, dan Darmawati. "SBY harus segera >bertindak cepat menyelamatkan puluhan buruh migran. SBY jangan cuma sibuk >bongkar-bongkar kabinet saja dong," kata Anis Hidayah. > >Jika gagal menyelamatkan puluhan buruh migran dari eksekusi mati, kata Anis, >SBY harus mundur dari jabatannya. Begitu juga Menteri Luar Negeri Marty >Natalegawa, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, serta >Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI Jumhur Hidayat. "Harus >berani mundur dari jabatannya, mengingat hal ini merupakan mandat konstitusi," >tegasnya. > >Migrant Care juga mendesak pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan pemerintah >Indonesia untuk segera menghapuskan hukuman mati atau setidaknya menggelar >moratorium hukuman mati sebagai bentuk komitmen terhadap penghormatan HAM. >Sebab, hak hidup bagi setiap orang ini dijamin dalam International Covenant on >Civil and Political Rights (ICCPR). > >Memperkosa >Tuti Tursilawati adalah buruh migran asal Cikeusik, Sukahaji, Kabupaten >Majalengka, Jawa Barat. Dia diberangkatkan ke Arab Saudi oleh PT Arunda Bayu >pada 5 September 2009. Tuti bekerja pada majikan, Suud Malhaq Alutaibi, yang >tinggal di Kota Thaif. Tuti dijatuhi hukuman mati karena membunuh majikannya. >Tapi ia membunuh lantaran melindungi diri dari majikan, yang berusaha >memperkosanya. > >Menurut informasi yang diterima keluarganya, majikan Tuti sering kali berusaha >memperkosanya. Hingga pada 11 Mei 2010, Tuti yang membela diri terpaksa >memukul majikannya dengan sebatang kayu hingga meninggal. Setelah kejadian >itu, Tuti melarikan diri dan ditangkap aparat kepolisian setempat. Ia lalu >ditahan di penjara Kota Thaif hingga kini. > >Saat ini, proses peradilan Tuti telah berakhir dengan dijatuhkannya vonis >hukuman mati. Pihak keluarga mantan majikan Tuti juga dikabarkan telah >mengajukan permohonan kepada otoritas pengadilan di Arab Saudi untuk >melaksanakan hukuman mati (qishash) terhadap Tuti setelah berakhirnya musim >haji. > >Tak niat membunuh >Di sisi lain, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menegaskan bahwa TKI yang >berangkat ke luar negeri bukanlah untuk membunuh. Kalaupun terjadi kasus >tersebut adalah semata-mata untuk pertahanan atau pembelaaan. "Tidak ada TKW >(Tenaga Kerja Wanita) pergi untuk membunuh, yang ada sikap untuk melakukan >pertahanan," ujar Wakil Pimpinan Kolektif DPN SBMI, Ramses Aruan. > >SBMI menegaskan bahwa kasus yang menimpa Tuti merupakan permasalahan bangsa. >Sehingga SBY harus turun langsung untuk menyelesaikannya. "Kita bukan tidak >percaya pada Satgas TKI, karena Presiden turun langsung pun sebetulnya bukan >jaminan pula Tuti akan dibebaskan," terangnya. (dodo/aw) > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
