Ref. Lebih mudah mutar-matir ganti menteri dari pada pergi menghadap tuan raja 
Arab untuk membebas dan memulangkan TKI bermasalah. Membandingkan SBY dengan 
Presiden Aurujo dari Filipina , lebih hebat Araujo, wanita , kecil badannya 
tetapi berani pergi bernegosiasi untuk memulangkan warganya yang mau di pancung 
di Arab Saudia. 


http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=135244


Cuma sibuk ganti menteri, SBY cuek 45 TKI dihukum mati
      Tanggal :  14 Oct 2011 
      Sumber :  Harian Terbit 
JAKARTA - Ribuan aktivis kemanusiaan dan buruh migran pekan depan bakal 
mengepung Istana Negara untuk mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
menyelamatkan Tuti Tursilawati dan 43 tenaga kerja Indonesia lainnya, yang 
terancam hukuman mati, di Arab Saudi.

"Selain di Jakarta, aksi unjuk rasa untuk menyelamatkan puluhan buruh migran 
yang terancam hukuman mati juga akan digelar serentak di sejumlah kota besar di 
tanah air dan kota-kota lainnya di dunia yang digerakkan oleh 38 organisasi 
HAM," cetus Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah kepada Harian Terbit, 
Jumat (14/10).

Dia mengungkapkan bahwa sebanyak 44 buruh migran Indonesia saat ini terancam 
hukuman mati di Arab Saudi. Lima di antaranya telah dijatuhi vonis, yakni Tuti 
Tursilawati, Sutinah, Siti Zaenab, Aminah, dan Darmawati. "SBY harus segera 
bertindak cepat menyelamatkan puluhan buruh migran. SBY jangan cuma sibuk 
bongkar-bongkar kabinet saja dong," kata Anis Hidayah.

Jika gagal menyelamatkan puluhan buruh migran dari eksekusi mati, kata Anis, 
SBY harus mundur dari jabatannya. Begitu juga Menteri Luar Negeri Marty 
Natalegawa, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, serta 
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI Jumhur Hidayat. "Harus 
berani mundur dari jabatannya, mengingat hal ini merupakan mandat konstitusi," 
tegasnya.

Migrant Care juga mendesak pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan pemerintah 
Indonesia untuk segera menghapuskan hukuman mati atau setidaknya menggelar 
moratorium hukuman mati sebagai bentuk komitmen terhadap penghormatan HAM. 
Sebab, hak hidup bagi setiap orang ini dijamin dalam International Covenant on 
Civil and Political Rights (ICCPR).

Memperkosa
Tuti Tursilawati adalah buruh migran asal Cikeusik, Sukahaji, Kabupaten 
Majalengka, Jawa Barat. Dia diberangkatkan ke Arab Saudi oleh PT Arunda Bayu 
pada 5 September 2009. Tuti bekerja pada majikan, Suud Malhaq Alutaibi, yang 
tinggal di Kota Thaif. Tuti dijatuhi hukuman mati karena membunuh majikannya. 
Tapi ia membunuh lantaran melindungi diri dari majikan, yang berusaha 
memperkosanya.

Menurut informasi yang diterima keluarganya, majikan Tuti sering kali berusaha 
memperkosanya. Hingga pada 11 Mei 2010, Tuti yang membela diri terpaksa memukul 
majikannya dengan sebatang kayu hingga meninggal. Setelah kejadian itu, Tuti 
melarikan diri dan ditangkap aparat kepolisian setempat. Ia lalu ditahan di 
penjara Kota Thaif hingga kini.

Saat ini, proses peradilan Tuti telah berakhir dengan dijatuhkannya vonis 
hukuman mati. Pihak keluarga mantan majikan Tuti juga dikabarkan telah 
mengajukan permohonan kepada otoritas pengadilan di Arab Saudi untuk 
melaksanakan hukuman mati (qishash) terhadap Tuti setelah berakhirnya musim 
haji.

Tak niat membunuh
Di sisi lain, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menegaskan bahwa TKI yang 
berangkat ke luar negeri bukanlah untuk membunuh. Kalaupun terjadi kasus 
tersebut adalah semata-mata untuk pertahanan atau pembelaaan. "Tidak ada TKW 
(Tenaga Kerja Wanita) pergi untuk membunuh, yang ada sikap untuk melakukan 
pertahanan," ujar Wakil Pimpinan Kolektif DPN SBMI, Ramses Aruan.

SBMI menegaskan bahwa kasus yang menimpa Tuti merupakan permasalahan bangsa. 
Sehingga SBY harus turun langsung untuk menyelesaikannya. "Kita bukan tidak 
percaya pada Satgas TKI, karena Presiden turun langsung pun sebetulnya bukan 
jaminan pula Tuti akan dibebaskan," terangnya. (dodo/aw)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke