***Tipikal pikiran simple orang Indonesia. Selalu menganggap negara lain bisa, 
Indonesia tentu juga bisa.

***Menasionalisasikan perusahaan asing di Indonesia tidak susah, masalahnya 
apakah RI bisa mengatasi gerakan disintegrasi NKRI, kemudian siapa yang 
mengurus dan meneruskan operasi perusahaan2 yang dinasionalisasikan itu ? 
Bakrie ?

***Sudahlah, be realistic, re-nego kontrak, hidupkan Nasakom....

--- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote:
>
> Aku jadi ingat dengan solusi yg dilakukan oleh Rusia ketika di kuasai hutang 
> IMF, gebrakan Putin adalah hanya memperkejakan warga negara Rusia asli, yg 
> namanya peranakan apalagi pendatang baru, tidak boleh bekerja, mereka mau 
> ngapain di biarkan selama tidak mengganggu masyarakat, hasilnya Putin mampu 
> keluar dari krisis ditambah dengan melakukan nasionalisasi perusahaan kelas 
> konglo, pilihan konglo hanya dua saham diberikan ke negara sedikit buat si 
> konglo, akhirnya malah cadangan devisa langsung meningkat, memang sadis, ada 
> konglo yg di tembak mati.
> Salah satu konglo yg mau bekerja sama Abraham .... pemilik klub sepak bola 
> Chelsea..
> Chenya ( maaf bila tulisannya keliru ) yg kena provokasi Europa dilibas 
> habis, akibatnya Europa sangat tergantung dengan Rusia karena kran gas nya 
> menjadi milik Rusia, negara Eropa macam macam tinggal tutup kran gasnya.
> 
> Bila memakai ukuran HAM sepertinya tidak akan ada perubahan, dunia ngomel 
> gak diladeni, lha negara lagi krisis mengapa negara lain yg pusing ?, 
> sedangkan HAM didengung dengungkan hanya menjadi angin surga semata, HAM 
> tidak akan menyelesaikan masalah materi, dengan kata lain HAM tidak akan 
> membuat rakyat jadi kekenyangan karena mudah utk makan, yg ada malah kaya 
> dan miskin semakin menjauh, Amerika pun idem ditto, apa yg didapat 
> perusahaan perusahaan raksasa apa mau peduli dengan kondisi krisis di 
> Amerika ?, yg terjadi malah memindahkan usahanya ke luar Amerika, semisal 
> Coca Cola, Pepsi yg membuat produk baru kemasan isi air kelapa murni yg 
> membuat pabrik di Brasil, sedang hasilnya dijual ke Amerika dengan jargon 
> minuman penyegar alami.
> 
> Bila di Indonesia dilakukan nasionalisasi, sebenarnya secara otomatis satu 
> bayi lahir langsung mendapatkan uang, sedang sekarang sekali bayi lahir 
> langsung kebagian hutang.
> 
> Coba penguasa Indonesia berani melakukan hal yg sama, 10 tahun sudah lebih 
> dari cukup, mengenai kecaman dunia, Indonesia tinggal pilih negara pendukung 
> seperti Rusia, China dan India.
> 
> Perusahaan yg berhubungan dengan kehidupan masyarakat banyak di 
> nasionalisasikan sedang pemilik diberikan saham lebih kecil, lha para 
> pengusaha jadi konglo kan di Indonesia bukan dari luar Indonesia, silahkan 
> hitung perusahaan konglo yg ada di Indonesia, baik asing maupun lokal.
> 
> Demi membela ratusan juta rakyat dengan mengorbankan materi dari konglo aku 
> perkirakan para konglo akan langsung masuk surga tanpa perlu mati dulu.
> 
> sur.
> ps.
> Mengenai kondisi Rusia aku dapatkan dari millis sebelah ditambah dengan 
> mesin googlle.
> ----- Original Message ----- 
> From: "FiMoT" <admfimod@...>
> 
> 
> > Selain menurunkan upah, ada alternatif lain, misalkan mendatangkan bangsa 
> > lain (seperti dari Afrika) untuk kerja di pabrik2 yang berlokasi di US.. 
> > Mirip kebijakan "perbudakan" zaman Firaun tapi bedalah yg ini digaji, cuma 
> > rendah.. Selisihnya dijadikan subsidi untuk menopang bangsa yang maunya 
> > digaji tinggi..
> >
> > Bangsa yang mau digaji tinggi dulu bisa sustain gara2 punya jajahan.. 
> > Begitu jajahan merdeka, hancurlah minah..
> >
> > Mau tak mau jika ada golongan "anak emas" harus ada "anak penopang" untuk 
> > mensubsidi "anak emas".. Dulu ditandai dengan perbudakan negro di US.. 
> > Sekarang sudah tidak boleh perbudakan.. Lama kelamaan "anak penopang" 
> > pasti protes.. Ya iyalah namanya juga manusia..
> >
> > Mungkin tujuan agresi di Afrika itu kali.. Supaya bisa survive dengan cara 
> > mencari "anak penopang" baru..
> >
> > Jika seseorang tidak bisa kerja, sekalipun dia "anak emas", berarti tidak 
> > perlu makan.. kecuali jika ada "anak penopang" yg bisa dikerahkan untuk 
> > mensubsidi "anak emas".. Sejarah ini berulang-ulang ya sepertinya..
> >
> > Seperti sebuah dalil yang mengatakan yang tak kerja tak perlu makan.. 
> > serta "yang tidak berpunya" justru akan menopang "yang berpunya".. 99% 
> > menopang 1%.. Entahlah :)
> >
> >
> > Selamat pagi,
> >
> > FiMoT.org
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "JT" <jt2x00@...>
> >
> > Sur.
> >
> > Biarkan sajalah, mereka mau bikin analisa ini dan itu, antep sajah. Kan di 
> > sana katanya banyak orang2 pinter yang pada dapat hadiah Nobel Ekonomi, 
> > masa gitu2 sajah tidak mengerti. Menurut kita mah, cara buat ciptakan 
> > lapangan kerja di sono ya suruh mereka rubah gaya hidupnya. Yang dulunya 
> > makan daging, keju, susu, plus roti / kentang, sekarang suruh makan kulub 
> > sampeu/hui (singkong/ubi rebus) sabaskom, dagingnya kalu masih punya duit 
> > cukup secuil saja. Lagi juga lebih sehat makan kaya gitu. Nah jadinya upah 
> > mereka bisa diturunin jadi US$.10 sehari, bukan US$.10 sejam apalagi 
> > US$.35 sejam. Baru pabrik2 mereka bisa pada jalan lagi, dan barangnya bisa 
> > dijual, asalkan bossnya jangan ambil untung segunung. Kalu mereka ga mau 
> > denger omongan kita, ya sebodo amat. Emang gua pikirin?
> >
> > Terus stop itu ngerampokin negara laen dengan alasan democrazy dan HAM 
> > plus sausage, yang sebenernya cuma mau ngerampok minyak doang. Pertama 
> > Afganistan, terus Irak, Iran dan Korut sudah mulai diutak- atik, eh 
> > jebulnya malah Mesir, Libya dan tetangga2nya. Mereka mau dictator atau 
> > apalah namanya, ya sebodo amat. Biarin aja rakyatnya yang urus sendiri, 
> > orang luar ga perlu ikut campur dengan alasan yang boten2. Bubarkan saja 
> > itu PBB kalu cuma dijadikan tukang stempel buat mengesahkan ulah para 
> > perampok minyak di dunia doang. Indonesia kalu berani ngelawan perampok 
> > emas & uranium, kayanya bakal dapat giliran juga. Makanya saya selalu 
> > bilang berkali- kali, kalu mereka itu KUALAT, wan po wan, sebab sudah 
> > kelewat banyak dosa2nya.
> >
> > Salam
> > JT
> >
> > -----------
> >
> >
> > --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@> wrote:
> >>
> >> Sepertinya mantan Senator ini melihat sejarah sejak Kennedy sd Reagan, 
> >> dan
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke