None US and Nato murder Muammar Gaddafi
                                       
Gaddafi dibunuh rakyatnya sendiri dan itu bukan tanggung jawab US ataupun Nato.

Tapi memang baik Amerika dan Nato bertanggung jawab melengserkan Gaddafi dari 
jabatannya, dan untuk itu cukup Gaddafi diminta untuk mengundurkan diri dengan 
menyelenggarakan pemilu yang sehat.

Jadi kalo Gaddafi menyadari dia menyalahi aturan UU dalam soal pemilu, maka 
bukanlah berarti Amerika dan Barat yang harus disalahkan apalagi menganggap 
Amerika dan Barat sengaja memelihara Gaddafi, itu tidak benar.

Amerika dan Barat hanya bisa membujuk agar dia tunduk kepada aturan UU 
negaranya maupun aturan dunia Internasional.  Jadi kalo Gaddafi menolak, maka 
Amerika dan Barat tidak harus menghamburkan dana pajak rakyatnya untuk 
memerangi Gadaffi.  Apalagi Gadaffi mendapat dukungan rakyatnya sehingga 
biarpun diperangi juga tidak bisa dilengserkan.

Amerika dan Barat hanya bisa memberi sanksi2 ekonomi saja, embargo ekonomi 
untuk memaksa Gaddafi lengser, tapi hal inipun bukan jaminan akan berhasil.

Jadi itu bukan cara Amerika atau Barat dalam urusan melengserkan kekuasaan 
diktaktorial dengan kekuatan bersenjata.  Kekuatan bersenjata Amerika dan Barat 
hanya ditujukan kepada kekuasaan yang membahayakan negara2 lainnya atau negara 
tetangganya maupun dunia Internasional.

Demikianlah, Gaddafi pernah suatu saat dianggap merupakan ancaman sehingga 
dilakukan serangan terbatas oleh Amerika yang gagal membunuh dirinya.  Oleh 
karena itu, serangan tidak dilanjutkan karena hasilnyapun diragukan sehingga 
tidak bisa Amerika atau Barat dipaksa untuk memerangi Gaddafi selama 
kekuatannya masih maximum disertai dukungan rakyatnya yang kuat.  Jadi setelah 
serangan yang gagal itu, Gaddafi sendiri sudah menghentikan aksi2 terorisme nya 
meskipun tetap diwaspadai dunia Barat dan Amerika sendiri.

Namun akan datang waktunya, opressi yang dilakukan Gaddafi didalam negerinya 
makin memuncak akibat sanksi2 ekonomi yang dilakukan Barat dan Amerika.  
Akibatnya muncul perlawanan rakyat Libia sendiri, dan perlawanan rakyat yang 
sudah memuncak tidak bisa lagi dibendung Gadaffi, dan kekuatan rakyat yang 
memberontak inilah yang kemudian dibantu oleh Amerika dan Barat dalam memerangi 
Gaddafi.  Dengan bantuan supply, amunisi, makanan dan obat2an kekuatan rakyat 
menggempur pasukan pelindung Gaddafi bisa memaksa Gadaffi lengser, namun juga 
bantuan angkatan udara Nato mencegah larinya Gaddafi keluar dari Libya sehingga 
Gaddafi dipaksa berhadapan langsung dengan kekuatan rakyatnya sendiri yang 
selama ini dia perangi, dia aniaya.

Jadi Muammar Gaddafi bukan dibunuh oleh Amerika atau Nato, tapi dibunuh oleh 
rakyatnya sendiri.  Apa yang penting disini untuk dicermati setiap kepala 
negara adalah, bahwa kekuasaan itu terbatas, se-kuat2nya seorang pemimpin, 
akhirnya-pun tersungkur oleh kekuatannya sendiri.  Oleh karena itu, pesan yang 
baik bagi setiap kepala negara, bahwa kekuasaan dan kekuatan yang dimilikinya 
bukan untuk memerangi siapapun selain hanya untuk secara bijaksana digunakan 
mensejahterakan rakyatnya saja dan mempersiapkan system yang baik dalam 
peralihan kekuasaan bukan malah mendominasinya seumur hidup seperti yang 
dilakukan Sukarno, Suharto, Sadam Hussein, Hosni Mubarak, dan Gaddafi.

Jadi bukan Amerika, Nato atau negara2 maju lainnya yang menentukan nasib atau 
karier seorang pemimpin, nasib dan karier seorang pemimpin hanya ditentukan 
oleh sang pemimpin itu sendiri dalam mengatur kekuasaannya secara bijaksana 
hanya sebatas mensejahterakan rakyatnya bukan menghancurkan rakyat dinegara 
lainnya atau rakyat dinegaranya sendiri.

> Harry Adinegara <sans_culotte_30@...> wrote:
> dari sudut politis bisa dikatakan
> setiap diktator yang kemudian
> dalam kariernya sudah habis waktu
> gunanya bagi pihak Barat akan
> dipercepat di habisi.

Gaddafi bukan antek Barat atau Amerika, dia justru melatih dan membiayai 
terorisme yang merugikan Barat dan Amerika.  Jadi soal kariernya bukan urusan 
Barat atau Amerika.

Justru menjatuhkan Gaddafi itulah yang selalu jadi urusan Barat atau Amerika 
sejak dari pertama serangan terorisme-nya terungkap oleh para penyidik.

Kalo dari sudut politisnya, Amerika dan Barat hanya mendukung negara demokratis 
yang menjunjung HAM bukan negara diktaktorial.  Kalopun ada negara diktaktorial 
yang tidak memusuhi Barat dan Amerika, maka pihak Barat dan Amerika pun tidak 
akan buang2 biaya untuk mendongkelnya karena setiap biaya yang keluar harus 
dipertanggung jawabkan kepada rakyatnya masing2.

Termasuk Raja Arab yang meskipun memerintah secara diktaktorial tapi tidak 
memusuhi Amerika dan Barat, tentu tidak perlu buang2 uang untuk menjatuhkannya. 
 Tetapi apabila ada gerakan rakyat demokratik yang kuat yang besar potensinya 
menjatuhkan raja Arab, barulah dibantu agar pemerintahan yang baru tetap bisa 
bekerja sama dengan Barat dan Amerika.

Demikianlah, apa yang dilakukan negara2 maju tidak ada hubungannya dengan 
"habis waktu" atau tidak.  Selama ada pemilu yang periodik maka soal waktunya 
sudah dipastikan, yaitu 5 tahun sekali dan hanya dua kali masa jabatannya saja, 
begitulah kerja demokrasi.

Diluar urusan demokrasi, adalah hak rakyat masing2 negara untuk mengatur 
bagaimana caranya memajukan negara mereka dan itu bukan urusan Amerika maupun 
Barat.  Semua negara atau pemerintahan negara2 maju seperti Amerika bukanlah 
perusahaan, tidak punya BUMN, jadi tidak mencari keuntungan dari dunia usaha.  
Negara2 Demokratik hanyalah mengatur dan menjadi pengawas yang adil dalam semua 
persaingan usaha dinegaranya, negara hidup dari pajak rakyatnya bukan dari 
keuntungan usaha para pejabat2nya yang menyalah gunakan jabatan negara seperti 
di Indonesia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke