> item abu <itemabu@...> wrote:
> Kayaknya sih kalo misal Papua
> dpt otonomi khusus atau merdeka,
> hasilnya akan sama dgn Aceh.
> Krn rakyat Aceh itu ga becus
> apa2, maka kekayaan alamnya akan
> dikeruk habis2an oleh orang non
> aceh (termasuk asing) dgn bantuan
> pejabat yg ngejual aceh ke non
> Aceh.

Ooo... kalo anda pake ukuran kebisaan, bukan cuma Aceh atau Papua, bahkan 
Indonesiapun sama tidak punya kebisaan apa2, ga becus apa2 dan memang kekayaan 
alamnya juga dikuras orang2 non-Indonesia alias orang asing.  Pabrik2 di 
Indonesia juga bukanlah se-betul2nya pabrik, mereka itu hanyalah assembling 
saja semuanya asalnya import, bahkan bikin jarum pentol juga belum sanggup 
masih gelap teknologinya.

Bahkan pabrik baja Krakatau Steel pun sekarang cuma kerjanya mengimport baja 
dari luar negeri untuk distempel merek Krakatau Steel, bukan artinya "Made in 
Krakatau Steel", tapi "Stamp by Krakatau Steel".

Tadinya Krakatau Steel dizaman Sukarno disumbangkan oleh Russia, tapi sejak 
pasca G30S, teknisi2 Russia diusir pulang oleh Suharto, dan Krakatau Steel 
rencananya mau dijual kepada orang2 Barat ternyata enggak laku.  Akhirnya 
Krakatau Steel ditutup dan pegawai2nya dirumahkan.  Dizaman SBY ini Krakatau 
Steel kembali mau dijual, dihidupkan lagi tapi bukan memproduksi baja melainkan 
mengimportnya saja untuk kebutuhan industry kecil didalam negeri.

Sama dengan industri pesawat terbang, semuanya cuma kerja assembling saja, 
tidak punya kemampuan apapun dalam bidang teknologinya.

Indonesia hanya menjual hasil alam keluar negeri, menjual minyak mentah keluar 
negeri untuk diolah kemudian dibeli kembali setelah diolah.  Memang banyak 
sarjana perminyakan Indonesia yang disekolahkan keluar negeri tetapi belum ada 
yang becus untuk mengolah minyak Indonesia didalam negeri.  Kesemua sarjana 
itupun ditest sebelum dikirim sekolah keluar negeri bukan IQ-nya tetapi 
kemampuannya membaca alQuran.

Jadi kalo Aceh atau Papua sudah merdeka nantinya, kemungkinan besar mereka bisa 
lebih maju dari Indonesia karena natural resourcesnya jauh lebih besar dari 
Indonesia sementara penduduknya jauh lebih sedikit daripada Indonesia sehingga 
bisa banyak mengundang ahli2 asing untuk mendidik putera2 negerinya lebih 
banyak daripada yang mampu dilakukan pemerintah RI sekarang ini.  Karena biar 
gimanapun, kemajuan teknologi harus dikejar dengan duit bukan dengan sumbangan 
dari luar negeri seperti yang didapat semuanya di Indonesia ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke