***Bedanya, perlakukan rakyat Indonesia terhadap Soeharto lain dengan perlakukan yang diterima Khadafi. Masalah intinya sama, yaitu ketidakadilan dan kesenjangan sosial, tapi rakyat Indonesia masih manusiawi dalam memperlakukan mantan pemimpinnya.
Kepentingan Barat dan Nasib Libya Tuesday, 25 October 2011 Nama Muammar Khadafi sangat terkenal didunia, termasuk di Indonesia. Dia juga sangat disegani.Tidak hanya oleh masyarakat Libya sendiri, tapi juga oleh masyarakat di Timur Tengah dan dunia. Hal itu tidak lepas dari sikap Khadafi yang selama memimpin Libya sangat anti-Barat. Meninggalnya Khadafi di tangan rakyat sendiri beberapa hari lalu sangat mendapat perhatian dunia,terutama bagi orang-orang yang pernah bertemu langsung dan berdialog dengan Khadafi. Penulis dua kali bertemu Khadafi di Tripoli, Libya,yaitu pada 2004 dan 2006. Saat itu penulis masih menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam pertemuan itu kami membicarakan perkembangan dunia, terutama problem yang dihadapi umat Islam. Saat bertemu dengannya, penulis melihat tidak ada kesan Khadafi sosok yang kejam, keras, dan sulit diajak bicara. Kami saling memberikan pandangan soal solusi masalah yang dihadapi dunia Islam. Akar Masalah Pergolakan di Libya yang kemudian menewaskan Khadafi dan sejumlah anaknya ini terjadi karena beberapa hal. Pertama,Khadafi memperoleh kekuasaannya dengan kudeta, serta keluarga Khadafi melakukan hegemoni sedemikian rupa terhadap rakyat Libya. Rakyat Libya sendiri belum semuanya mapan secara ekonomi. Saat berkunjung ke sana, kesenjangan sosial memang terlihat di masyarakat Libya. Libya dikenal sebagai negara kaya minyak, tapi masih banyak orang miskin. Kedua, Khadafi beserta keluarganya mengalami keterputusan komunikasi dengan rakyatnya. Penyakit sosial di Libya sama dengan negara di Timur Tengah lain, yaitu korupsi, kediktatoran, dan mandeknya aspirasi masyarakat dari bawah ke atas. Ketiga,munculnya penyakit sosial dan sikap represif tentara Khadafi dalam mengatasi gelombang demonstrasi di Libya. Akhirnya ini digunakan sebagai ”senjata” oleh NATO untuk masuk ke Libya atas nama kemanusiaan.Bahkan ini menjadi tren baru yang digunakan Barat untuk melakukan serangan militer di Timur Tengah.Isu yang diangkat dari demokratisasi hingga hak asasi manusia (HAM).Padahal, masuknya NATO di Libya malah menambah korban jiwa yang lebih besar lagi. Masalah dalam negeri dan intervensi pihak luar itulah yang membuat perlawanan kubu anti-Khadafi semakin luas. Fenomena Khadafi di Libya ini sama dengan kondisi Indonesia pada 1998 yang kemudian melengserkan Presiden Soeharto. Bedanya, perlakukan rakyat Indonesia terhadap Soeharto lain dengan perlakukan yang diterima Khadafi. Masalah intinya sama, yaitu ketidakadilan dan kesenjangan sosial, tapi rakyat Indonesia masih manusiawi dalam memperlakukan mantan pemimpinnya. Pasca-Khadafi Apakah pasca-Khadafi Libya akan lebih baik? Tidak! Setelah meninggalnya Khadafi, bukan berarti Libya segera tertata rapi, rakyat hidup tenteram dan sejahtera.Kesulitan pertama setelah rezim Kadhafi jatuh adalah sulitnya menciptakan persatuan dan keamanan rakyat. Nasib Libya akan sama dengan Irak setelah lengser dan meninggalnya Saddam Husein. Di Irak hingga kini rakyat masih larut dalam perang saudara. Apalagi di Libya, militan Khadafi jumlahnya masih sangat besar.Mereka tentu tidak terima dengan perlakuan mereka terima saat ini. Padahal,pada fase sekarang ini NATO tidak akan segigih saat “membela” Libya atas nama demokrasi dan HAM. Fokus mereka selanjutnya tentu masalah konsesi minyak. Bagaimanapun, motif pertama dan utama dalam perubahan oleh Barat di Timur Tengah adalah minyak (war for oil). Namun dalam rangka menghemat biaya,Barat tidak menggunakan invasi besar-besaran,seperti serangan dua kali ke Saddam Husein di Irak. Kini Barat lebih memilih untuk membiayai kelompok oposisi dengan tema demokrasi dan HAM untuk memberontak. Sebelum invasi dilakukan, terlebih dulu dilakukan sanksi berupa pembekuan aset-aset penguasa/pemerintah yang sebagian tentu untuk membiayai pemberontak. Kini, ketika Khadafi sudah meninggal, tentu asetnya lebih sulit dilacak oleh Barat. Kebiasaan raja-raja uang dan minyak di Timur Tengah memang menyimpan uang mereka di Barat.Padahal, cara ini sebenarnya adalah gol bunuh diri oleh mereka sendiri, pembekuan aset, sebagian dipakai untuk memprovokasi dan membiayai para pemberontak untuk menjatuhkan penguasa/ pemerintah. Hikmah Terlepas dari hal itu, kekeliruan dari beberapa rezim di negara-negara Islam adalah tidak adanya demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Hal itu akhirnya dipakai sebagai pintu masuk bagi intervensi asing demi minyak dan hegemoni. Walau begitu, tidak semua negara monarki dan teokratis menjadi sasaran invasi Barat. Terkait dengan jatuhnya rezim Khadafi dan pergolakan Timteng secara umum,ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh dunia Islam. Pertama, kesenjangan antara ajaran Islam dan negara Islam,utamanya dalam keadilan politik dan ekonomi. Meski mengklaim negara Islam,jikanilai-nilaiIslamtidak diterapkan dengan baik seperti penumpukan harta oleh para penguasa,korupsi dan ketidakadilan, maka perlawanan rakyat akan bermunculan. Kedua, sulitnya mempersatukan negara-negara Arab benar-benar sebuah masalah tersendiri. Amerika Serikat menyerang Irak dua kali menggunakan pangkalan di Arab Saudi. Selain itu,Amerika menyerang Libya dengan pangkalan di Qatar. Setelah berakhirnya rezim Khadafi di Libya, perhatian Barat masih akan tertuju ke Timur Tengah. Namun perlu dicatat,gerakan demokratisasi oleh Barat di bekas negara komunis pada Perang Dingin, dan kini di Timur Tengah tidak akan memberi rasa aman bagi kepentingan politik dan ekonomi Barat. Kemenangan AS selama Perang Dingin justru semakin memperkuat China. Perkembangan ekonomi China diramalkan akan melampaui AS. Sedangkan dua kali serangan AS ke Irak ternyata berakhir dengan kemenangan kelompok Syiah di Irak. Apabila kelompok Syiah di Irak bersatu dengan kelompok Syiah di Iran, tentu akan menjadi tantangan ideologis dan politis. Sementara itu, di Palestina sekarang mulai ada kesadaran dari pihak Hamas dan Fatah untuk bersatu.● KH HASYIM MUZADI Pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang dan Depok [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
