> "pemerhatidunia" <pemerhatidunia@...> wrote: > Politikus Cina di Malaysia sudah > berani berkata bahwa hukum syariah > itu kembali ke abad primitif. > Ini karena di alam gaib kekuatan > Iblis yang mendalangi Islam sudah > dipatahkan. Coba kalau 10 tahun > lalu, apa tidak dibunuh tuh orang > cina dgn berteriak allahu barbar ???
Komposisi Melayu Islam di Malaysia hanya 45%, sedangkan Cina 30%, India 20%, etnis lainnya 5%. Jadi kalo mau membicarakan urusan agama Islam dan non-Islam, maka komposisi Islam cuma 45% dan non-Islam 55% sehingga suara non-Islam adalah suara mayoritas. Hanya gara2 ada perlindungan etnis native dari pihak Inggris-lah yang menyebabkan Malaysia boleh menetapkan UU Syariah-nya sebatas muslimin dan tidak bisa dipaksakan kepada non-Muslim. Tapi kalo Malaysia dilepas betul2 oleh Inggris tidak dibawah naungan commonwealth lagi, maka etnis Melayu dan islam bisa terdesak dan punah. Menjadikan Malaysia negara Syariah akan lebih banyak untungnya bagi Inggris daripada menjadi negara demokratis. Negara Syariah akan mengikat dan memenjarakan masyarakatnya tetap terkebelakang dan tergantung kepada Inggris selamanya. Itulah sebabnya, meskipun etnis non-Islam lebih mayoritas, tapi karena dipecah belah dalam ethnicity-nya maka secara politis justru kelompok Melayu-muslim menjadi lebih dominant. Tapi kondisi ini sebenarnya sangat rapuh, secara lambat tapi pasti, Melayu-muslim terus menerus terdesak dan mengalami kemunduran dan dalam kehidupan berpolitik pun mereka makin terpecah belah. Bahkan dalam industrialisasi, perdagangan, dan pendidikan boleh dikatakan Melayu muslim tertinggal jauh sekali dan cendrung menjadi budak2 dinegeri sendiri meskipun dengan susah payah Inggris menekan untuk mengangkat dan melindungi keberadaan ethnis Melayu Islam ini. Apalagi, dengan situasi seperti ini, makin banyak ethnis Melayu yang pindah ke agama lain yang bukan Islam sehingga ulama2 Islam di Malaysia makin kuatir dan makin fundamental dalam mengikat umatnya. Juga tidak bisa dicegah, pengaruh Inggris makin melemah dalam perjalanan waktu sedangkan persaingan antara India-China makin meningkat sesuai dengan peningkatan kekuatan ekonomi Cina dan India itu sendiri. Dimasa depan tidak bisa disangsikan lagi, Malaysia akan didominasi oleh dua kekuatan besar ekonomi yang saling bersaing yaitu Cina dan India, bukan cuma dalam perdagangan, juga pendidikan dan politik. Sedangkan etnis Melayu Islam lebih mendominasi dunia pembantu Rumah Tangga sementara tki yang sekarang masih banyak menjadi pembantu disana akan dideportasi semuanya untuk memberi kesempatan kepada pembantu2 lokal dari etnis Melayu-Islam ini. Malaysia dimasa depannya akan makin membatasi masuknya pekerja2 ilegal dari Indonesia. Pada mulanya, pekerja2 ilegal dari Indonesia memang sengaja dibiarkan masuk dengan tujuan politis untuk meningkatkan populasi Melayu-Islam yang terancam oleh populasi Cina-India. Tetapi akibat yang tidak di-duga2 timbul, ternyata persaingan antara Melayu Islam dengan para tki makin menajam sehingga banyak mayoritas Melayu Islam di Malaysia membenci pendatang2 dari Indonesia. Apalagi Melayu Islam di Malaysia merasa lebih tinggi kebanggaan mereka terhadap negaranya yang nyatanya lebih maju dalam segala bidang daripada Indonesia. Juga dimasa depan, hubungan RI dan Malaysia akan makin memburuk. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
