Reflek Rakyat Papua sebagamana rakyat diberbagai belahan dunia ini tahu membedakan antara hal-hal buruk dari yang baik yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mampu membedakan, sekalipun tidak cukup bersekolah atau sama sekali butahuruf. Selain itu tidak ada orang atau rakyat yang mau memisahkan diri dari perlakuan baik. Tetapi justeru hal-hal buruk seperti ketidakadilan, diskriminasi, keterbelakangan, kemiskinan dan pemiskian yang berlaku memaksa mereka untuk sendri mencari jalan keluar. Solusi jalan keluar terbaik dari segala macam penderitaan sesuai paham mereka ialah berpisah dari NKRI. Bukankah rakyat Papua juga mempunyai hak untuk hidup layak sebagai manusia yang dihargai dan bukan sebagai warga kelas dua atau kelas tiga yang dimarginalisasikan. Hal ini harus dipahami, jadi jangan hanya kentut “separatisme” seenaknya dengan memelihara penindasan dan pemiskinan. Memisahkan diri keluar dari belitan penindasan dan pemiskinan adalah hak rakyat tertindas. Hak ini yang mendorong rakyat-rakyat tertindas diberbagai negeri berjuang untuk keluar dan penindasan kolonilisme. http://www.youtube.com/watch?v=tEHEc2zSXBg&feature=share
http://us.nasional.vivanews.com/news/read/259903-sby--hadang-gerakan-separatisme-di-papua Nasional SBY: Hadang Gerakan Separatisme di Papua "Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua, berikut ribuan pulau dan suku bangsa." Sabtu, 29 Oktober 2011, 22:14 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Suryanta Bakti Susila Kerusuhan pacsa Kongres Rakyat Papua III (REUTERS/ Stringer ) VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepakat dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie soal ketegasan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia sepakat untuk menindak tegas gerakan separatisme. "Kita perlu mempertahanklan NKRI dan menghadang gerakan separatisme terutama yang ada di Papua," katanya, dalam pidato di acara HUT Partai Golkar ke-47 di Senayan, Jakarta, Sabtu, 28 Oktober 2011. Ucapan Yudhoyono itu merujuk pidato Aburizal yang mengajak seluruh komponen bangsa untuk sungguh-sungguh menciptakan perdamaian dan kesejahteraan di Papua. "Kita juga harus arif dan berjiwa besar," kata pria yang akrab disapa Ical itu. Di hadapan Yudhoyono, Aburizal menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati. Integritas bangsa adalah pertaruhan tertinggi, dan karenanya, bagi Golkar, tidak sejengkal pun tanah di Republik Indonesia yang boleh dipisah-pisahkan oleh siapa pun. "Pemerintah, didukung penuh masyarakat, harus bersikap tegas. Kita harus berani membela prinsip mulia tersebut dengan cara-cara yang terhormat." Selain itu, dikatakan Aburizal, Partai Golkar mengajak semua yang terlibat dalam gerakan yang memproklamasikan negara transisi Papua untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. "Kita mencintai Papua. Papua adalah Indonesia, dan Indonesia adalah Papua, berikut ribuan pulau dan suku bangsa lainnya." (umi) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
