Refl: Agaknya ancaman dibunuh kepada wartawan ini sudah menjadi mantra ritual pembunuhan dari apa yang biasa dikatakan "Papua adalah harga mati”.
http://www.sinarharapan.co.id/content/read/wartawan-papua-diancam-dibunuh/ 29.10.2011 13:33 Wartawan Papua Diancam Dibunuh Penulis : Odeodata H Julia (foto:dok/ist) JAYAPURA – Upaya melemahkan kerja junarlis kembali dialami wartawan di Papua. Kali ini di Manokwari, Papua Barat. Mereka adalah Roy Sibarani (Papua Barat Pos) dan Budy Setiawan (kontributor Trans TV). Keduanya menerima ancaman pembunuhan melalui pesan singkat dari nomor 081248247425, pada Kamis (27/10) sekitar pukul 22.00 WIT. Dalam pesan tersebut pelaku mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari yang isinya, “Saudara saya ingatkan. Agar segera hentikan pemberitaan mengenai Kajari Manokwari. Saya tidak segan-segan menghabisi saudara. Sekali lagi saya ingatkan hentikan, saya mau turun pangkat itu urusan saya, saya tetap Kajari Manokwari. Kalian sudah sangat keterlaluan, dasar binatang, kualat kalian." Roy ketika dihubungi Jumat (28/10), mengatakan, selain menerima pesan ancaman, pelaku sempat menghubunginya satu kali. Karena tidak diangkat, pelaku mengirim pesan kedua, “Hei binatang, kenapa saya telepon tidak angkat HP kamu,” tulis pelaku yang sampai sekarang masih misterius. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Manokwari Paryono, saat ditemui puluhan wartawan di Manokwari mengaku tidak mengirim ancaman tersebut. Hal ini menurutnya sengaja dilakukan orang tak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana soal penurunan pangkat seperti yang diberitakan sebelumnya. “Ini ada yang mengadu domba saya dengan wartawan, sampai pakai ancaman pembunuhan segala. Saya tidak sebodoh itu, memang saya pernah persoalkan kalian memberitakan tentang saya, walaupun saya no comment. Pesan singkat ini sangat menyesatkan untuk memperkeruh suasana,” ujar Paryono. Paryono mengaku nama baiknya telah dicatut pihak tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Paryono juga berjanji akan membuat laporan polisi dan melacak keberadaan pengguna nomor tersebut bersama pihak kepolisian. “Nomor saya hanya satu, teman-teman wartawan bisa cek,” ujarnya. Jumat, Roy dan Budi didampingi belasan wartawan menuju Mapolres Manokwari untuk membuat laporan polisi. Sesuai laporan polisi Nomor 426 tanggal 28 Oktober yang dibuat KSPK I Polres Manokwari Aiptu Slamet Padmadi, kini kasus tersebut resmi ditangani pihak kepolisian. Selesai membuat laporan, penyidik Reskrim Polres Manokwari langsung memeriksa Roy sebagai saksi korban. “Saya hanya ditanyai seputar kronologis bagaimana pesan singkat itu bisa saya terima,” ujar Roy. Kajari Kontak Wartawan TV Namun anehnya, tidak berapa lama setelah Roy dan Budi membuat laporan polisi, Kajari menghubungi wartawan TV One di Manokwari, Anis Da Santos, dan meminta tidak memberitakan kasus tersebut. “Ya, Kajari minta saya untuk tidak memberitakan kasus ini, lalu saya jawab, lebih baik bapak komunikasi langsung ke wartawannya,” ujar Anis menjawab permintaan Paryono, ketika dihubungi. Menurut Anis, Kajari menghubunginya, yang intinya, meminta agar televisi nasional tidak memberitakan pengancaman serta menyinggung penurunan pangkatnya, karena akan diketahui seantero republik ini. Wartawan Metro TV bernama Muin juga dihubungi Kajari, tapi tidak digubris. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Hardjono Tjatjo mengatakan, Paryono dikenai hukuman indisipliner karena melakukan perbuatan tercela, dengan melanggar ketentuan Pasal 3 Ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni tidak menaati ketentuan perundang-undangan. Berdasarkan surat Keputusan Kejaksaan Agung RI Nomor 106 yang ditandatangani Wakil Jaksa Agung Darmono, tertanggal 14 September 2011, menjatuhkan hukuman disiplin berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun kepada Paryono menjadi III D. “Yang jelas, ada kesalahan yang dibuat dalam tugas sebagai PNS, makanya dikenakan sanksi,” ujar Wakil Kajati Papua Hardjono Tatjo, namun ia tidak merinci kesalahan Kajari Manokwari. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
