Dipertahankan dan dikembangkan, aku ingat masa di foto-foto lama itu, waktu itu 
kalau natalan yang muslim memberi salam pd yg nasrani, sebaliknya waktu idul 
fitri. sekarang mah, ogah!! 
waktu itu jarang ada perempuan pake jilbab, semua perempuan bebas enak pakai 
dan lihatnya di negeri yang panas gerah pol seperti ini dan tingkat zinah 
perkosaan rendah gak spt sekarang (wong rambut aja ditutupi, apa gunanya, 
perempuan indonesia tua jelek kayak item abu aja ditutupi, untuk apa, ngelihat 
telanjang juga ogah !!)  waktu itu gak ada borobudur dibom lalu patung 
gatotkaca dan patung lele dirubuhkan demi menegakkan ideologi entah darimana, 
belum ada militan bersenjata macam FPI yang meniru pasukan nabi yg merebut 
mekkah dan menghancurkan khaybar, masjid juga gak sekeras ini dibangun di 
setiap eRTe dan berteriak sekeras kerasnya dengan suara sumbang yang itu-itu 
juga lima kali sekian kali sehari (jaman sekarang sudah jaman ipod iphone mp4 
kenapa gak diputer aja itu suaranya si Wali atau neng neng merdu penyanyi 
rohani islam yang bagus itu di corong toa masjid), juga belum ada masjid 
dilempari dan dianiaya habis spt ahmadiyah celaka itu, 

Kalau bukan karena dasar ajaran non-arab di Indonesia yang bagus dan 
multikultural, mustahil Indonesia jadi rukun multikultural. 
   
RI jadi contoh negara beragam budaya

Oleh Irsad Sati, Linda T. Silitonga

Senin, 31 Oktober 2011 | 09:23 WIB

Large_budayaa
Berita Terkait

    Presiden SBY ke Prancis hadiri KTT G-20
    SBY akan pidato utama di forum UNESCO
    Pertemuan UNESCO di Bali bahas warisan budaya
    Dunia diminta tak abaikan negara berkembang
    SBY instruksikan antisipasi banjir

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan UNESCO menjadikan 
Indonesia  sebagai contoh negara yang dinilai mampu membangun bangsa di atas 
keragaman budaya.

Kepala Negara mengatakan atas penilaian tersebut juga yang menjadi alasan badan 
PBB itu meminta Yudhoyono menyampaikan pidato kunci pada sesi khusus perayaan 
Ulang Tahun ke-10 Deklarasi Universal Keragaman Budaya pada 2 November.
 
"Mengapa kita dipilih untuk bisa menyampaikan pidato utama itu, karena mereka 
menilai Indonesia adalah salah satu contoh negara yang memiliki budaya yang 
amat beragam," kata Presiden Yudhoyono dalam jumpa pers di Lanud Halim 
Perdanakusuma hari ini sesaat sebelum bertolak ke Prancis.

Namun, ujarnya, UNESCO menyadari tentu bukanlah hal yang mudah untuk mengelola 
keragaman budaya tersebut. Untuk itu mereka ingin mengetahui bagaimana 
Indonesia bisa melakukannya.
 
Yudhoyono mengatakan kehadirannya dalam acara yang digelar di UNESCO juga ingin 
menyampaikan mengenai pandangan dan usulannya tentang bagaimana dunia bisa 
lebih bersatu, dan menghormati perbedaan budaya dan nilai peradaban.

"Mereka [UNESCO] juga tentu tahu managing diversity itu bukan sesuatu mudah. 
Oleh karena itu mereka ingin dengar apa saja yang kita lakukan dalam kaitan 
itu," kata SBY. (tw)



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke