Teman, rekan, sahabat, karib kerabatÂ… Pada tanggal 6 Nopember 2011 nanti kita akan kembali merayakan Hari Raya Iedul Adha. Dulu ketika saya kecil saya selalu tertarik untuk datang ke Masjid setelah shalat Ied untuk mengikuti ritual potong qurban. Mulai dari penyembelihan hingga pemilahan bagian-bagian dari kambing atau sapi tersebut, hingga kemudian dibagikan pada fakir miskin yang sudah sedari pagi mengantri dengan kupon di tangan agar dapat bagian. Malamnya biasa dilanjutkan dengan acara kumpul-kumpul panitia qurban dengan mengadakan bakar-bakar daging kambing yang merupakan jatah panitia hewan qurban. Saya juga ikut bergabung bersama panitia karena saya menyukai acara kumpul-kumpulnya meski tidak begitu menikmati daging bakarnya. Itu dulu. Sekian tahun berlalu, banyak hal yang sudah saya lewati dan banyak pula yang saya amati. Pengetahuan, pengalaman, perkembangan pemahaman atas hidup, kehidupan, agama & keberagaman, berikut kejadian-kejadian politik, Indonesia & dunia. Saya kemudian berpikir ulang tentang banyak hal. Salah satu diantaranya adalah tentang ritual qurban. Apakah ritual potong hewan qurban itu benar memberikan manfaat bagi kita atau hanya sekedar ritual keagamaan saja untuk mengenang tindakan bukti cinta Nabi Ibrahim pada Allah yang rela mengorbankan Ismail, anaknya, demi Dia? Dan jawabannya saya temukan dalam Quran. "Daging-daging unta & darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan diri kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayahNYA kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." QS. Al-Hajj 22 : 37. Dari ayat tersebut diatas saya meyakini bahwa hewan qurban yang selama ini kita sembelih dan bagikan itu hanya sedikit memberi manfaat bagi umat dan tidak sama sekali bagi Sang Khalik karena Dia adalah Pencipta serta Pemilik Alam Semesta yang tak membutuhkan qurban apa pun. Itu sebabnya saat Ibrahim hendak memotong leher anaknya, Allah merubahnya menjadi kambing, hewan ternak yang sekiranya dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi umat saat itu. Dan hal itu yang kemudian menjadi orientasi konsep berpikir saya: perubahan atas manfaat yang sekiranya dapat menyejahterkan lebih banyak umat. Anda tahu apa yang terjadi selama ini saat kita melakukan ritual qurban? Penduduk Indonesia saat ini dikabarkan berjumlah lebih dari 200 juta jiwa. Andaikan 10% saja dari penduduk Indonesia yang melaksanakan ritual qurban tersebut maka jumlahnya ada sekitar 20 juta jiwa. Harga seekor kambing yang menjadi elemen penting ritual qurban sekitar Rp1.500.000/ekor. Maka total dana yang digelontorkan umat saat pelaksanaan qurban tersabut adalah Rp1.5juta x 20 juta jiwa = Rp30.000.000.000.000 atau terbilang tigapuluh trilyun rupiah! Nilai sangat fantastis untuk ukuran sebuah ritual. Lalu kemana larinya uang 30 trilyun tersebut? Semuanya dibenamkan dalam septitank dalam kurun waktu kurang dari 2 hari. TIdak lebih. Menyejahterakan masyarakat? Saya yakin jawabannya tidak. Kalau pun ada hanya kelompok tertentu saja, seperti kelompok peternak hewan, tapi tidak seluruh anggota masyarakat bangsa ini. "Yang mendengar perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." QS. Az-Zumar 39 : 18. "Allah menganugerahkan Al-Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah." QS. Al-Baqarah 2 : 269. Dengan akal dan hati, saya merasa tidak seharusnya kita berkali-kali selama bertahun-tahun melakukan hal yang sama: melakukan sesuatu karena alasan ritual meski kita tahu kebaikan yang terkandung didalamnya terlalu sedikit. Dan dengan 2 ayat diatas saya memiiki keyakinan bahwa sesungguhnya Allah melalui QuranNYA mengizinkan kita, manusia, dengan akal & pikiran yang kita punya, untuk melakukan perubahan-perubahan demi tercapainya kesejahteraan bagi seluruh umat manusia beserta alam sekitarnya karena Islam adalah rahmatan lil alamin. Dengan kekayaan alam yang ada di tanah Indonesia ini seharusnya kita sudah hidup sejahtera, tapi nyatanya tidak. Seperti ada kesengajaan agar masyarakat ini tetap miskin dan bodoh. Bahan pangan diimpor dari negara lain dengan harga yang lebih murah sehingga menghantam & menjatuhkan harga dari hasil tani & ladang kita, termasuk garam serta hasil bumi yang lain. Belum lagi eksplorasi alam untuk menggali BBM mentah dari perusahaan asing yang sedikit sekali memberikan keuntungan bagi kita tetapi sangat merusak daerah tempat eksplorasi itu berlangsung seperti yang terjadi di Papua. Atau fakta tentang minimnya energy listrik di perbatasan & pedalaman yang membuat kampung-kampung masyarakat kita terlihat gelap & suram. Jangankan teman-teman kita yang hidup di pulau-pulau terpencil di luar Jawa, bahkan di pinggiran Jakarta pun masih banyak sekolah dasar dengan bangunan yang hampir rubuh dan dapat membahayakan anak-anak. Itu sebabnya masih terlalu banyak masyarakat kita yang hidup dibawah garis kemiskinan dan jauh dari layak. Lalu, tahukan Anda perubahan apa saja yang dapat kita lakukan dengan dana sebesar Rp30 trilyun yang terkumpul dari dana qurban setiap tahunnya? Institusi Pendidikan Bebas Biaya Setiap tahun kita dapat membangun sebuah institusi pendidikan dari kelas playgroup hingga S3 di semua provinsi di seluruh Indonesia, lengkap dengan sarana dan prasarana belajar serta kurikulum dengan standar internasional yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia dan bebas biaya! Kurikulum juga harus menyertakan pendidikan budi pekerti yang mengajarkan anak sejak dini untuk hidup secara sadar dan memiliki refleks untuk menghormati serta menghargai semua mahluk ciptaanNYA. Tidak hanya sesama manusia tapi termasuk alam semesta yang menaungi kita. Institusi ini juga harus dilengkapi dengan lembaga riset & pengembangan sains & teknologi untuk meneliti semua elemen pendukung kehidupan serta pilihan-pilihan alternatifnya sebagai pengganti yang sekiranya dapat memberikan dukungan bagi hidup masyarakat yang lebih baik tanpa harus merusak. Sehingga tidak ada lagi eksplorasi bumi dan penggundulan hutan serta pencemaran alam yang akhirnya malah merusak tatanan alam tempat tinggal kita. Institusi Kesehatan Bebas Biaya Setelah proyek institusi pendidikan itu terbangun, maka proyek berikutnya adalah membangun sarana rumah sakit berskala internasional untuk seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dan bebas biaya juga! Selain bertugas untuk melayani masyarakat yang sakit, institusi kesehatan ini juga wajib mengedukasi masyarakat untuk selalu hidup sehat dan terhindari dari kemungkinan penyakit-penyakit berat & berbahaya. Serta membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih, manusiawi dan layak huni. Lembaga Keuangan Mikro Bebas Bunga Satu proyek lagi yang tak kalah pentingnya adalah membangun lembaga keuangan mikro yang menyediakan pinjaman hingga maksimal Rp200juta sebagai modal usaha tanpa bunga, cukup mengembalikan pokoknya saja! Tujuannya jelas, untuk membangun sektor perekonomian pada skala kecil-menengah bagi masyarakat yang ingin hidup mandiri sehingga kemakmuran dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah. Sehingga kehidupan kota besar tidak hanya terdapat di pulau Jawa saja tapi juga pulau-pulau lainnya. Dengan demikian kota bisa terasa lebih lega, nyaman & manusiawi dikarenakan masyarakatnya tidak lagi melakukan eksodus ke satu kota atau satu daerah saja tapi memilih untuk membangun daerahnya sendiri. Itulah perubahan yang akan kita dapatkan dengan pemanfaatan dana sebesar Rp30 trilyun per tahun secara optimal dengan perencanaan yang sangat baik. Teman, rekan, sahabat, karib kerabatÂ… Kita pernah mengalami penjajahan selama kurang lebih 350 tahun dan untuk bisa meraih kemerdekaan yang kita rasakan saat ini dibutuhkan pengorbanan puluhan ribu jiwa. Harga kemerdekaan memang sangat mahal akan tetapi perjuangan sesungguhnya belumlah usai karena pengorbanan mereka baru sebatas demi kebebasan fisik semata. Belum sampai pada tahap kebebasan pikiran serta kecerdasan yang riil bagi masyarakat untuk mampu mengubah nasibnya sendiri. Dan pikiran yang cerdas serta bebas merdeka itu tidak akan terjadi hanya dengan mengonsumsi daging kambing sehari dalam setahun saja. Tidak! Kesejahteraan masyarakat tidak akan pernah tercapai dengan cara itu. Hal itu sudah jelas Allah paparkan pada ayat QuranNYA, "Daging-daging unta & darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan diri kamulah yang dapat mencapainya." QS. Al-Hajj 22 : 37. Perubahan hanya dapat terjadi bila kita merubah orientasi qurban tidak lagi hanya untuk ritual semata tapi pada kualitas ketakwaan kita yaitu : kepedulian kita pada semua mahluk ciptaanNYA sehingga kita berinisiatif untuk melakukan perubahan yang dapat menyejahterakan lebih banyak umat dan berlangsung secara permanen, bukan sehari atau sementara. Mulai Dari Kita Sendiri Kita tidak perlu menunggu hadirnya lembaga khusus yang akan menangani dana sebesar Rp30 trilyun ini. Perubahan bisa dimulai saat ini juga dengan tindakan nyata, menyalurkan dana qurban Anda sebesar Rp1.5juta per orang kepada lembaga atau institusi pendidikan yang kredibel yang Anda yakini serta percaya bahwa mereka memiliki pengelolaan dana yang akuntabel serta transparan. Sehingga Anda bisa meminta laporan keuangan pada mereka atas dana yang sudah Anda berikan pada mereka. Dengan demikian Anda juga mengawasi jalannya aliran dana serta ikut mengamati perubahan & perkembangan yang terjadi. Atau Anda juga bisa mulai mengumpulkan & mengelola dana qurban Anda sendiri beserta teman atau rekan-rekan Anda dengan mengumpulkan sejumlah anak/adik asuh untuk Anda berikan bantuan pendidikan. Bisa jadi karena di lingkungan rumah atau kantor Anda mungkin memang banyak terdapat kantung-kantung kemiskinan yang membutuhkan dana pendidikan bagi anak-anak mereka. Atau Anda juga bisa mendatangi para penjaga hewan qurban yang menjelang Iedul Adha ini biasanya banyak terdapat di pinggiran jalan. Katakan pada mereka, "Pak saya ada dana Rp1.5juta untuk qurban tapi saya ingin menggunakannya untuk membantu anak Bapak yang masih sekolah. Mungkin anak Bapak sudah dapat bantuan BOS dari Pemerintah yah pak tapi saya tahu dana BOS tersebut tidak termasuk untuk buku-buku pelajaran dan seragam sekolahnya. Ayok pak kita kerumah Bapak untuk mendata buku-buku pelajaran apa saja yang anak Bapak belum punya, nanti saya yang belikan." Maka bantuan qurban Anda pun membentuk tali silaturahim yang baru, dan perubahan sedikit demi sedikit mulai terjadi. Saya sendiri sudah melaksanakan perubahan ini sejak sekitar 5 tahun yang lalu dengan konsentrasi dana qurban di daerah depok, tomang dan pendeglang. Sementara teman-teman yang lain ada pula yang mengkordinir qurban untuk pendidikan tersebut dan mencari anak/adik asuh mereka sendiri yang mereka pantau langsung perkembangannya. Dan semua itu berjalan diluar dana zakat, infaq, shadaqoh yang biasanya terkumpul di bulan Ramadhan dengan jumlah yang, biasanya, lebih sedikit. Akan tetapi jumlah dana qurban yang terkumpul masih terlalu sedikit dibanding dengan banyaknya kantung kemiskinan di negeri ini. Saya berharap bahwa ketika semakin banyak orang yang melakukan tindakan perubahan yang sama, maka perubahan pun akan semakin cepat terjadi, dan prediksi tentang kebangkitan Indonesia yang digdaya tahun 2050 dengan tatanan masyarakat yang adil sejahtera pun segera terwujud. Maka Islam sebagai rahmatan lil alamin benar-benar menjadi kenyataan dan bisa dirasakan secara riil bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. "Sesugguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." QS. Ar-Ra'd 13 : 11.
Bangsaku, Bangkitlah! Salam, Ulung Parikesit [email protected] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
