***Siap2 menghadapi krismon mini bulan Nov ini, yaitu jatuhnya nilai tukar 
IDR/USD....

 
Krisis Mulai Ganggu Ekspor 

Wednesday, 02 November 2011 
 
JAKARTA –Dampak buruk krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS) terhadap 
perekonomian Indonesia mulai terlihat.Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, 
kinerja ekspor Indonesia pada September 2011 melemah dibanding bulan sebelumnya.
 
Ekspor September 2011 hanya mencapai USD17,82 miliar. Angka itu turun 4,45% 
dibanding ekspor Agustus 2011 sebesar USD18 miliar, meski masih tumbuh 46,28% 
bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain lantaran tren 
ekspor pada September selalu menurun, BPS juga melihat krisis global mulai 
memengaruhi kinerja ekspor. 
 
“Ekspor turun karena krisis global, pasti ada pengaruhnya, suka tidak suka,” 
ungkap Deputi bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Djamal, saat 
memaparkan kinerja eksporimpor di Gedung BPS,Jakarta, kemarin. Penurunan ekspor 
terjadi pada barang-barang nonmigas yang melemah 6,24% dibandingkanAgustus 
2011.Sebaliknya, ekspor migas naik 1,95%, dari USD4,09 miliar pada Agustus 
2011, menjadi USD4,17 miliar. 
 
Perlambatan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat membuat permintaan dari dua 
kawasan itu menurun. Data BPS menyebut,ekspor Indonesia ke Uni Eropa menurun 
USD543 juta dari USD1,94 miliar pada Agustus menjadi USD1,39 miliar pada 
September. Adapun ekspor ke Amerika Serikat turun USD200 juta dari USD1,38 
miliar pada Agustus menjadi USD1,18 miliar pada September 2011.
 
“Selain krisis, terjadi penurunan juga karena harga komoditas menurun,” 
tambahnya. Direktur Eksekutif Indef Ahmad Erani Yustika menilai, melemahnya 
kinerja ekspor merupakan tanda-tanda ada perlambatan ekonomi dunia dan 
penurunan volume perdagangan internasional.“Seperti yang telah diprediksikan 
sebelumnya, akan ada penurunan ekspor karena faktor Eropa dan AS,”kata Erani. 
 
Selama Indonesia belum memiliki pasar baru sebagai pasar alternatif antisipasi 
krisis Eropa dan AS, penurunan ekspor akan terus terjadi. Pemerintah memiliki 
waktu dua bulan tahun ini untuk segera mencari pasar alternatif ekspor, semisal 
Afrika atau Timur Tengah yang digadang-gadang menjadi target tujuan ekspor 
Indonesia baru. 
 
Upaya mencari pasar alternatif untuk ekspor diperkirakan terlihat dampak 
positifnya untuk jangka menengah. Ekspor Indonesia akan terdongkrak untuk 
jangka menengah dan panjang. Sedangkan target ekspor tahun ini yang dipatok di 
kisaran USD200 miliar diperkirakan sulit dicapai. “Perkiraan saya, nilai ekspor 
sekitar USD185-190 miliar,” kata Erani. 
 
Deputi Menko Perekonomian bidang Perdagangan dan Industri Edi Putra Irawadi 
mengatakan, sejauh ini kinerja perdagangan Agustus memang yang terbaik pada 
tahun ini dan termasuk terbesar dalam sejarah. Penurunan kinerja ekspor pada 
September wajar di tengah kondisi ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian. 
 
“Itu faktor psikologis, yang saya khawatirkan impor yang menurun karena banjir 
(bencana alam),”papar Edi. Sebelumnya Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan 
Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pertumbuhan 
sektor perdagangan dunia memang melambat seiring ketidakpastian kondisi ekonomi 
dunia saat ini. 
 
Kinerja perdagangan nasional tidak bisa menghindar dari dampak buruk ekonomi 
dunia,meski dampaknya tidak terlalu besar. “Singapura dan Malaysia yang 
diperkirakan paling merasakan dampak buruknya karena sangat bergantung pada 
ekspor- impor,”kata Bambang. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 
ini menilai, target ekspor yang dipasang pemerintah tahun ini USD200 miliar 
merupakan angka yang realistis, meski terjadi perlambatan ekonomi global. 
 
China Pasar Utama 
 
Berdasar data BPS, secara kumulatif, sepanjang Januari– September 2011,nilai 
ekspor Indonesia mencapai USD152,50 miliar atau meningkat 37,49% dibandingkan 
periode yang sama pada 2010. 
 
Ekspor nonmigas mencapai USD120,85 miliar atau tumbuh 31,66%. China masih 
menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar yakni senilai USD14,9 miliar, 
disusul Jepang dengan USD13,63 miliar.
 
Meskipun masih berkutat dengan pemulihan fiskal,Amerika Serikat masih menjadi 
negara terbesar ketiga tujuan ekspor Indonesia dengan nilai mencapai USD11,8 
miliar. Dilihat dari komoditasnya, ekspor Januari–September masih didominasi 
sektor industri sebesar 60,2%, disusul sektor migas 20,75%, sektor tambang dan 
lainnya 16,5%, serta sektor pertanian 2,48%. 
 
Dari sisi impor, BPS mencatat, impor September 2011 mencapai USD15,1 miliar 
atau naik 56,4% dibanding kan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor 
September 2011 juga meningkat 0,18% dibanding kan Agustus 2011. Impor migas 
turun 10,3%,sedangkan impor nonmigas tumbuh 3,72% dibandingkan Agustus 
2011.“Total impor Januari–September mencapai USD129,97 miliar atau naik 33,45% 
year on year,”ujar Djamal. 
 
Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar masih ditempati China senilai 
USD18,57 miliar, disusul Jepang USD13,79 miliar, dan Singapura USD7,88 miliar. 
Dari sisi jenis barangnya, impor terbesar sepanjang Januari–September 2011 
didominasi bahan baku penolong dengan kontribusi sebesar 74,63%. Barang modal 
dan barang konsumsi masing-masing memberikan kontribusi terhadap impor sebesar 
17,73% dan 7,54%. 
 
Dengan realisasi tersebut, neraca perdagangan September 2011 tercatat surplus 
USD2,72 miliar. Surplus tersebut lebih rendah dibandingkan surplus perdagangan 
pada Agustus 2011 yang mencapai USD3,76 miliar. Sepanjang Januari– September 
2011,surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD22,53 miliar. wisnoe 
moerti       
 
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/440747/38/


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke