Tikus pun takut, hehehehe

http://www.analisadaily.com/news/read/2011/11/13/21488/pengamanan_di_kawasan_nusa_dua_semakin_diperketat/#.TsGXePKv-y4
- Minggu, 13 Nov 2011 02:58 WIB
Pengamanan di Kawasan Nusa Dua Semakin Diperketat



(Antara/Nyoman Budhiana) Beberapa anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) 
bergerak menuju pos tugasnya dalam gelar Pasukan TNI Pengamanan KTT ASEAN di 
Nusa Dua, Bali, Sabtu (12/11). Sekitar 15.000 aparat TNI dan Polri dari 
berbagai satuan dikerahkan untuk pengamanan selama KTT ASEAN yang puncaknya 
berlangsung 17-19 Nopember 2011.
Nusa Dua, (Analisa). Jelang pelaksanaan KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke-6 Asia Timur 
di Nusa Dua, Bali, 13-19 Nopember 2011, pengamanan sudah mulai diperketat.
Hal ini terlihat pada beberapa sudut kota Denpasar menuju kawasan tempat 
pelaksanaan acara dan tempat menginap para delegasi peserta KTT ke-19 ASEAN dan 
KTT ke-6 Asia Timur.

Dari bandara internasional sepanjang jalan by pass Ngurah Rai menuju kawasan 
Nusa Bali, dimana setiap jarak sekitar 200 meter aparat kepolisian sudah 
berjaga-jaga untuk melancarkan arus lalu lintas.

Selanjutnya saat memasuki gerbang kawasan hotel Nusa Dua, setiap kendaraan yang 
masuk dilakukan pemeriksaan oleh personel gabungan baik TNI, Polri dan petugas 
keamanan hotel.

Saat memasuki kawasan hotel sepanjang jalan pun personel dari TNI dan Polri 
terlihat berjaga, hingga di dalam hotel. Hal ini terlihat ketika memasuki Hotel 
Melia anggota personel gabungan berjaga dan memeriksa mereka yang akan memasuki 
hotel sambil menanyakan tujuan dan memeriksa barang-barang yang dibawa.

Sementara itu sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali, 
Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana menyatakan bahwa aparat kepolisian dalam 
menghadapi pelaksanaan acara tersebut telah siap.

Adapun tempat berlangsungnya acara KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke-6 Asia Timur 
dipusatkan Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan Bali Internasional 
Convention Center (BICC).

Polri bersama TNI terutama mengamankan sebelas tempat menginapnya para delegasi 
peserta KTT diantaranya Hotel Melia, Grand Hyatt Bali, Sheraton Laguna, Ayodya, 
Westin, Novotel dan Inna Putri.

"Pengamanan mulai dilakukan pada hari Jumat (11/11) terutama dari Bandara 
Ngurah Rai hingga penginapan sudah dilakukan pengawalan, sampai kembali lagi 
seusai acara," kata Yoga, menjelaskan.

Untuk pengamanan pelaksanaan KTT ASEAN 2011 yang akan dihadiri 16 pimpinan 
negara ASEAN dan negara mitranya, pemerintah mengerahkan sekitar 15 ribu aparat 
TNI dan Polri dari berbagai satuan. 

Sesuai Prosedur

Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Leonard Louk menegaskan pengamanan 
menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada KTT ke-19 ASEAN 
di Nusa Dua Bali, tidak berlebihan dan sesuai prosedur berlaku. "Tidak ada yang 
berlebihan," katanya, usai mendampingi Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Suryo 
Prabowo meninjau kesiapan pengamanan KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke-6 Asia Timur, 
Sabtu.

Leonard menambahkan setiap negara memiliki standar pengamanan tersendiri untuk 
kepala negaranya jika berkunjung ke luar negeri atau mancanegara termasuk saat 
Obama melakukan kunjungan ke Bali. 

"Dan standar pengamanan masing-masing kepala negara atau pemerintahan yang akan 
hadir pada KTT ASEAN 2011 sudah dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan 
pihak Indonesia," katanya. 

Untuk memantapkan pengamanan menjelang pelaksanaan konferensi yang akan 
dihadiri sebanyak 16 kepala negara/pemerintahan itu, TNI dan Polri pun 
menggelar latihan gabungan pengamanan KTT ASEAN dan KTT Asia Timur yang diikuti 
sekitar 15 ribu personel TNI/Polri.

Ke-15 ribu personel yang dikerahkan itu terdiri atas Komando Operasional 
Pengamanan TNI sebanyak 7.562 personel, Satgas Pengamanan VVIP 750 orang, dan 
Satgas Pengamanan Wilayah 2.563 personel.

Selain itu terdapat pula Satgas Pengamanan Laut sekitar 600 personel, Satgas 
Pengamanan Udara 300 personel, satuan intelijen sekitar 200 personel dan aparat 
Polri sekitar 1.799 personel.

Panglima Kodam Udaya Mayjen Leonard mengatakan seluruh unsur pengamanan harus 
melaksanakan tugas itu dengan baik sesuai prosedur berlaku.

"Ini menyangkut citra bangsa dan negara Indonesia, maka laksanakan dengan 
sungguh-sungguh, profesional sesuai prosedur berlaku," katanya.

Siapkan Parkir 

Di tempat terpisah, PT Angkasa Pura I Cabang Ngurah Rai menyiapkan lahan parkir 
khusus untuk pesawat pengangkut rombongan Presiden Amerika Serikat Barack Obama 
yang akan menghadiri KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali.

"Lahan parkir itu disiapkan untuk dua pesawat berukuran sedang (medium body) 
dan besar (wide body) pengangkut rombongan Presiden AS Barack Obama," kata 
General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Ngurah Rai, Purwanto, saat dihubungi 
dari Nusa Dua, Sabtu.

Menurut dia, penyediaan lahan parkir bagi pesawat jenis Boieng-747 dan 
Boeing-757 itu atas permintaan pihak Pemerintah AS melalui staf Gedung Putih.

Namun, pihaknya tidak sembarangan menyediakan lokasi tempat penyimpanan pesawat 
tersebut karena harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Lokasi yang kami siapkan sudah sesuai dengan ketentuan standar keamanan dan 
posisi penempatan sehingga kedua pesawat mudah dijangkau," katanya.

Purwanto menambahkan, selain dua pesawat Presiden AS, ada juga 10 pesawat 
pengangkut kepala negara anggota ASEAN dan negara tamu lainnya yang ingin 
menginap di Bandar Udara Ngurah Rai.

"Tujuh pesawat berukuran "wide body" sedangkan tiga lainnya berjenis "narrow 
body"," katanya memerinci.

Jamin Kenyamanan

Kementerian Kominfo berupaya menjamin kenyamanan para wartawan dalam melakukan 
peliputan penyelenggaraan KTT ASEAN ke-19, di Nusa Dua Bali, 17-19 November 
2011.

"Kami sebagai penanggung jawab kehumasan dan media KTT Asean ke-19 ingin 
memberikan fasilitas yang terbaik sehingga para jurnalis merasa nyaman dalam 
menyalankan tugas peliputan," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo 
Gatot S. Dewa Broto, ketika ditemui di Media Center KTT ASEAN di Bali Nusa Dua 
Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Sabtu.

Menurut Gatot pihaknya belajar dari pengalaman saat penyelenggaraan KTT ASEAN 
ke-18 pada Mei 2011 di Jakarta. Ia mengakui ketika itu (KTT ASEAN ke-18) ada 
sejumlah persiapan yang kurang matang dalam penyediaan media center yang 
mengakibatkan terjadinya keluhan dari berbagai media baik dalam negeri maupun 
media asing.

"Untuk itu, pada penyelenggaraan KTT ASEAN di Nusa Dua ini, kami mempersiapkan 
segala sesuatunya yang dibutuhkan jurnalis guna mendukung dan mempermudah 
peliputan acara hingga proses pengiriman berita ke media masing-masing," 
tegasnya.

Gatot menjelaskan jumlah media massa yang mengajukan peliputan penyelenggaraan 
KTT ASEAN ke-19 yang dilaksanakan bersamaan dengan KTT Asia Timur ini cukup 
tinggi atau mencapai sekitar 1.500 orang yang telah melakukan registrasi.

"Jumlah tersebut meningkat dari ketika penyelenggaraan KTT ASEAN ke-18 di 
Jakarta yang hanya sekitar 600 orang," ujarnya.

Untuk menjaga kenyamanan para Kemkominfo membatasi jumlah registrasi petugas 
jurnalistik hingga 2.000 orang . (Ant)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke