Punya Bom Nuklir Bukan Hancurkan Musuh Tapi Diri Sendiri !!!
Negara manapun yang membangun dan mengembangkan senjata nuklir bukanlah bangsa
yang cerdas tapi bangsa yang terkebelakang. Karena membangun pabrik senjata
nuklir jauh lebih gampang dan lebih murah biayanya daripada mengatasi akibat
sampah2 radioaktif yang diproduksinya.
Biaya Jepang yang menjadi korban nuklir tidaklah sebesar beban Amerika yang
ngebom-nya. Berpuluh kali lipat biaya yang dikeluarkan Amerika untuk
membersihkan sampah2 radioaktif pabrik bomb nuklirnya guna mencegah rakyatnya
sendiri yang masih hidup yang akan menjadi korban. Sebaliknya, korban2 di
Jepang sudah langsung mati hingga tidak perlu biaya lagi. Ternyata begitu
besar biaya yang telah dikeluarkan tetapi tetap saja tidak bisa bersih dan
ancaman terus membuntutinya.
> "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
> Ooo jadi bualannya Genduk bilang
> bahwa saat ini negara yg memiliki
> senjata nuklir tinggal China,India,
> Pakistan dan sebentar lagi Iran.
> Amerika,Rusia,Inggris,Prancis dan
> Israel tidak punya senjata nuklir
> secuilpun?Kapan Mus mereka
> memusnahkan senjata nuklirnya?
> apakah bisa ditunjukkan linknya?
Bukan bualan, Larangan sudah dimulai tahun 1968, tetapi mulanya belum banyak
yang menanda tanganinya tapi sekarang sudah ditanda tangani oleh kelima negara
anggauta UN security council yaitu US, Inggris, Russia, Perancis dan Cina.
Nuclear_Non-Proliferation_Treaty sudah 190 negara yang menanda tanganinya
termasuk Iran dan Korea Utara. Tetapi Korea Utara melanggarnya dan pada tahun
2003 mereka menarik diri. Tujuan treaty ini selain mencegah pengembangan
senjata nuklir juga mempromosikan kerja sama dibidang teknologi nuklir untuk
tujuan damai. Tujuan selanjutnya adalah pemusnahan total semua senjata nuklir.
objective is to prevent the spread of nuclear weapons and weapons technology,
to promote cooperation in the peaceful uses of nuclear energy and to further
the goal of achieving nuclear disarmament and general and complete disarmament.
Meskipun Korut sudah menarik diri, tetapi mereka juga menghentikan semua
kegiatan instalasi nuklirnya dibawah monitoring IAEA. Hal ini dilakukan Korut
karena dijanjikan Amerika bantuan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Sementara Iran masih terus tawar menawar menyangkut bantuan Amerika atas
teknologi nuklir tsb. Namun dikabarkan Iran tetap melanjutkan usaha2nya untuk
pemurnian plutonium dalam mengembangkan persenjataan nuklirnya.
Demikianlah, dalam pemusnahan senjata nuklir pun telah dilakukan kerja sama
antara Amerika dan Russia, karena sampah2 nuklir ini ternyata tidak bisa
dihilangkan.
http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_Non-Proliferation_Treaty
The Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons, commonly known as the
Non-Proliferation Treaty or NPT, is a landmark international treaty whose
objective is to prevent the spread of nuclear weapons and weapons technology,
to promote cooperation in the peaceful uses of nuclear energy and to further
the goal of achieving nuclear disarmament and general and complete disarmament.
Opened for signature in 1968, the Treaty entered into force in 1970. On 11 May
1995, the Treaty was extended indefinitely. A total of 190 parties have joined
the Treaty, including the five nuclear-weapon States: the United States,
Russia, the United Kingdom, France, and China (also the five permanent members
of the United Nations Security Council). More countries have ratified the NPT
than any other arms limitation and disarmament agreement, a testament to the
Treaty's significance.[1] Four non-parties to the treaty are known or believed
to possess nuclear weapons: India, Pakistan and North Korea have openly tested
and declared that they possess nuclear weapons, while Israel has had a policy
of opacity regarding its own nuclear weapons program. North Korea acceded to
the in 1985, but never came into compliance, and announced its withdrawal in
2003
Jadi sudah bukan rahasia lagi, negara2 besar sudah bersih dari senjata nuklir,
yang menjadi masalah sekarang adalah sampah2 nuklirnya yang berlimpah dari
hasil penghancuran senjata2 nuklir yang pernah dibuatnya dulu.
Sekali lagi, negara manapun yang mengembangkan senjata nuklir bukanlah untuk
bela diri tapi untuk bunuh diri karena senjata nuklir yang dibuatnya bukan
membunuh musuhnya tetapi menghancurkan negaranya sendiri. Hal ini boleh anda
baca di link dibawah ini mengenai "nuclear waste" dimana Amerika menghabiskan
$6 juta hanya untuk menetralisir satu kubic tanah yang tercemar radioaktif.
http://web.mit.edu/newsoffice/1995/nuclear-kendall-0315.html
there are more than a billion tons of contaminated soil and groundwater that
will cost an estimated $35 billion to clean. "And this certainly must be an
underestimate," he said. "It certainly looks to me, and a number of other
people agree, that some of this stuff is simply beyond reach. You could not
clean it up no matter how much money you put into it."
There was an explosion of this type in the Soviet Union in 1967, resulting in
radioactive contamination of three provinces.
All the money and legislation that have been directed toward the problem are
not going to solve it any time soon because "a lot of the required technology
simply does not exist," he said. "The system is not in a stable state, and a
lot of these goals technologically at the moment seem unachievable."
Problem Amerika sekarang adalah bagaimana membersihkan sisa2 sampah nuklir dan
sudah tidak tertarik untuk mengembangkan atau menciptakan senjata nuklir lagi.
Karena senjata nuklir ternyata bukan menghancurkan musuh melainkan
menghancurkan diri sendiri.
Biaya Jepang yang menjadi korban nuklir tidaklah sebesar beban Amerika yang
ngebom-nya. Berpuluh kali lipat biaya yang dikeluarkan Amerika untuk
membersihkan sampah2 pabrik bomb nuklirnya guna mencegah rakyatnya sendiri yang
masih hidup yang akan menjadi korban. Sebaliknya, korban2 di Jepang sudah
langsung mati hingga tidak perlu biaya lagi.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/