Refl: Untuk apa ikut rapat, kalau ikut atau tidak ikut rapat, gaji tetap 
dibayar.   Siapa yang tidak mau mempunyai pekerjaan menjadi anggota DPR (Dewan 
Penipu Rakyat). Mereka bukan seperti pekerja pabrik, tidak masuk kerja tidak 
dapat gaji. Tukang becak tidak kerja tidak dapat duit. 


http://www.suarapembaruan.com/home/anggota-dpr-semakin-malas-ikuti-rapat/13577
Anggota DPR Semakin Malas Ikuti Rapat
Selasa, 15 November 2011 | 10:33

 Suasana sepi di rapat paripurna DPR [google] 


Berita Terkait

  a.. Anggota DPR Harus Peka dengan Rakyat Yang Diwakilinya 
[JAKARTA] Anggota dewan terhormat semakin malas mengikuti sidang paripurna dan 
berbagai rapat di DPR RI. Ada banyak alasan yang diberikan ketika publik 
mengeritik perilaku tidak terpuji itu. 

Ketua DPR Marzuki Alie yang malu terhadap sorotan negatif masyarakat itu 
meminta anggota dewan untuk mengevaluasi diri, dan menunjukkan peningkatan 
kinerja. Marzuki menyatakan hal itu, menyikapi kehadiran anggota dewan yang 
minim, bahkan sering tidak tepat waktu dalam rapat paripurna pasca reses. 

Pada rapat paripurna pembukaan masa sidang pada Senin (14/11), anggota dewan 
yang hadir hanya 315 orang. Bahkan saat rapat dibuka pada pukul 09.40 WIB, 
jumlah kehadiran anggota masih 88 orang. “Anggota dewan ini luar biasa sekali, 
sudah banyak kritikan masyarakat soal gaya hidup hedonis, tampaknya enggak ada 
evaluasi. Ini mau rapat, banyak yang tidak hadir. Kita tidak bisa mulai tepat 
waktu,” ujar Marzuki dengan nada kecewa. 

Pernyataan senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR RI dari FPKS Anis Matta. Dia 
mengaku prihatin dengan banyaknya anggota dewan yang tidak hadir dalam rapat 
paripurna, bahkan dalam beberapa rapat paripurna sebelumnya. “Memang kita 
prihatin bahwa banyak paripurna yang absensinya belum memenuhi target kita,” 
katanya. 

Menurut dia, kondisi kehadiran anggota dewan yang semakin parah membuat DPR 
perlu melakukan perombakan. Salah satunya, dengan mengubah tata tertib untuk 
memperbaiki absensi anggota dewan atau menyederhanakan rapat-rapat atau 
persidangan. 

”Saya sudah bicarakan dengan pimpinan lain bahwa kita perlu menata ulang 
acara-acara persidangan di DPR, karena memang perlu disederhanakan sidangnya,” 
kata Anis. 

Dia menegaskan, peran fraksi juga menjadi penting terkait absensi anggota 
dewan. Fraksi harus bisa mendorong dan mengatur kehadiran anggota dewan dalam 
rapat-rapat di DPR, agar dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagai anggota 
dewan. Anis mencontohkan, penjadwalan sidang paripurna dilakukan Badan 
Musyawarah (Bamus) DPR yang beranggotakan pimpinan fraksi. 

Seharusnya jadwal tersebut disosialisasikan kepada anggota dewan, dan ada 
dorongan untuk bisa mengikuti jadwal yang sudah disepakati pimpinan fraksi di 
Bamus DPR. ”Makanya kita perlu memperbaiki secara komprehensif. Sebagian kan 
kita lihat kepada fraksi, kalau fraksi kita tidak bisa diatur ya, itu urusan 
mereka, itu urusan pencitraan mereka ke depan publik,” kata Anis. 

Sementara itu, politikus Partai Demokrat (PD), Saan Mustofa mengusulkan agar 
absensi anggota dewan dalam rapat paripurna maupun rapat di alat kelengkapan 
menggunakan pemindai sidik jari (fingerprint). ”Absen fingerprint itu penting. 
Kami usulkan kepada pimpinan untuk dipikirkan agar tidak dimanipulasi. Kita 
harus ciptakan itu,” kata sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR itu. 

Menurut dia, penggunaan absen fingerprint sangat penting mengingat sudah sering 
dilakukan evaluasi di fraksi masing-masing, namun masih saja banyak anggota 
dewan yang bolos dalam rapat. “Kita selalu evaluasi absensi di komisi dan di 
fraksi. Tapi, kita juga tidak bisa mengharapkan perbaikan moral, tanpa 
melakukan sesuatu untuk menyiasati manipulasi,” kata Saan. 

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Tjatur Sapto Edy menyatakan, 
fraksinya memiliki tingkatan tersendiri dalam memberikan sanksi soal absensi. 
Termasuk hingga penetapan pergantian antar waktu. Terkait minimnya kehadiran 
anggota DPR pada rapat paripurna pembukaan masa sidang II 2011-2012, dia 
menilai hal itu terjadi karena banyak yang baru datang dari daerah pemilihan 
(dapil) masing-masing atau baru kembali dari ibadah haji. 

“Banyak anggota yang lapor bahwa baru kembali dari dapil dan ada juga yang baru 
tiba ke tanah air setelah melaksanakan ibadah haji. Mereka baru tiba di Jakarta 
Minggu (13/11) malam, dan masih capek. Tapi saya yakin besok-besok masalah ini 
tak akan terulang lagi,” ujar Tjatur. Seperti diketahui, hari ini rapat 
paripurna DPR kembali dibuka dan sebanyak 245 orang tidak hadir dalam rapat 
tersebut. [J-9]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke