Detik2 Terakhir Negara Palestina
Setelah Ditolak UN, Palestina Hilang Dari Dunia Berita !!!
Apa yang terjadi di Westbank dan Gaza tidak ada yang tahu tapi pasti tidak
mungkin lebih baik. Karena sejak permohonan menjadi anggauta penuh UN ditolak,
maka bantuan keuangan dari Amerika terhenti, dana pajak dari Israel juga
terhenti. Sementara negara2 Arab yang dulunya memberi banyak sumbangan dana
sekarang juga terhenti karena disemua negara Arab yang mendukung Arab2
Palestina ini sekarang mengalami situasi chaos didalam negerinya masing2,
jangankan memberi bantuan Palestina, bahkan penguasanya pun nyaris tumbang,
mereka sibuk mencari bantuan juga.
Terakhir, Abbas kembali rujukan dengan Hamas untuk merencanakan pemilu tahun
depan. Namun bagaimana mungkin mau mengadakan pemilu kalo dana tidak ada ???
Biasanya kalopun diadakan pemilu maka dunia Internaional akan mengirimkan
pengawas, namun kali ini karena masalah keamanan makin buruk, dana tidak ada,
maka tidak ada negara manapun bersedia menjadi pengawas sehingga bisa
dipastikan bahwa pemilunya pun akan berjalan dengan penuh kerusuhan2 yang
terjadi dimana kedua belah pihak Hamas dan Abbas akan saling mencurangi
lawannya masing2. Siapapun yang keluar menjadi pemenangnya akan dianggap
menang secara tidak syah dan Hamas sebagai organisasi terorist akan membatalkan
pengakuan yang sebelumnya diperoleh Abbas dari dunia Internasional.
Palestina sudah mati suri, dana tidak ada, pegawai, polisi dan tentara sudah
tidak menerima gaji lagi. Sementara itu blokade ekonomi oleh Israel semakin
ketat. Makanan, obat2an, barang2 kebutuhan hidup menjadi sangat langka, pasar
gelap penjual barang2 selundupan makin berkembang, sedangkan sekolah2 tutup dan
rumah sakit hanya menerima pasien untuk mati bukan untuk diobati karena tidak
ada obat2an untuk mengobati pasien yang sakit.
Abbas memohon bantuan UN untuk memaksa Israel menyerahkan dana ratusan juga
dollar hasil pembayaran pajak Paletina. Namun UN menolak karena bukan hak atau
urusan UN karena dana itu merupakan hak mutak dari intern Israel sendiri.
Setiap orang belanja pasti harus bayar pajak, keluar negeri juga bayar pajak,
sekolah keluar negeri juga bayar pajak, pokoknya segala kegiatan yang
menyangkut jual beli atau menyangkut transaksi apapun tetap harus bayar pajak
dimanapun diseluruh dunia. Demikianlah tidak berbeda orang2 Palestina yang
berdagang, berkunjung ke Israel, sekolah dlsb tetap harus bayar pajak ke
pemerintah Israel. Hasil pengumpulan pajak inilah atas kebaikan Israel
bersedia diserahkan kepada pemerintahan Palestina. Jadi pajak yang ditarik
dari orang Palestina itu 100% hak pemerintah Israel, kalopun ada orang
Indonesia yang berdagang ke Israel dan ditariki pajak oleh pemerintah Israel,
maka pajak yang ditarik ini sama seperti yang ditarik dari orang Palestina,
keduanya milik sah mutlah pemerintah Israel.
Demikianlah, karena adanya perjanjian Camp David dulu maka Israel yang ingin
membantu negara Palestina bersedia menyerahkan hasil penarikan pajak ini kepada
Abbas yang menjadi pemimpin pemerintahan Palestina. Tapi kemudian secara
sepihak karena perjanjian Cam David sudah dibatalkan, maka hasil pajak ini
tidak perlu lagi diserahkan kepada Abbas, apalagi Abbas sengaja tidak mau atau
menolak melakukan perundingan damai terkait keamanan Israel, maka apanya yang
masih harus dibantu oleh Israel ????
Demikianlah, Sek Jen UN Ban Ki Moon menolak permohonan Abbas yang tidak pada
tempatnya untuk memaksa Israel menyerahkan uang pajak tsb. Hal ini betul2
membuat Abbas beserta pemerintahan Palestina-nya terancam gulung tikar, rakyat
dan pegawai2 sudah tidak mematuhi lagi aturan2 yang ditetapkan oleh Abbas.
Semua panik memikirkan nasibnya sendiri2, semua berusaha menyelamatkan dirinya
sendiri meskipun dalam hal ini harus mencelakakan teman2nya, saudara2nya
termasuk pemerintahannya.
Sementara itu blokade ekonomi terus makin ketat, semua lubang2 dan terowongan2
untuk menyeludup di bomb setiap hari sehingga makin tidak mungkin untuk
mendapatkan barang2 kebutuhan. Malam hari gelap gulita tidak ada listrik,
tidak ada air minum, tidak ada makanan, keluar rumahpun selalu dirampok oleh
polisi maupun tentara Hamas yang juga kelaparan.
Satu2nya sumber kehidupan adalah kiriman makanan dan air minum dari Israel
untuk penduduk yang tercatat namanya yang sudah discreening bukan anggauta
Hamas. Pembagian inipun harus mengantri panjang sekali seharian penuh.
Situasi sekarang ini boleh dikatakan sebagai "Detik2 Terakhir Negara Palestina".
Entah kapan datang lagi bantuan dari Indonesia, saudara seiman, seagama, dan
seperjuangan.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/