Eh mus tolol, udah sembuh blom gila elo Masih mau bilang boeing itu perusahaan perancis?
Atau mau onani sambil menghayal dibawah gedung WTC itu ada emas ribuan ton? Goblognya gak ketulungan -----Original Message----- From: "muskitawati" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 20 Nov 2011 22:07:42 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [proletar] Detik2 Terakhir Negara Palestina Detik2 Terakhir Negara Palestina Setelah Ditolak UN, Palestina Hilang Dari Dunia Berita !!! Apa yang terjadi di Westbank dan Gaza tidak ada yang tahu tapi pasti tidak mungkin lebih baik. Karena sejak permohonan menjadi anggauta penuh UN ditolak, maka bantuan keuangan dari Amerika terhenti, dana pajak dari Israel juga terhenti. Sementara negara2 Arab yang dulunya memberi banyak sumbangan dana sekarang juga terhenti karena disemua negara Arab yang mendukung Arab2 Palestina ini sekarang mengalami situasi chaos didalam negerinya masing2, jangankan memberi bantuan Palestina, bahkan penguasanya pun nyaris tumbang, mereka sibuk mencari bantuan juga. Terakhir, Abbas kembali rujukan dengan Hamas untuk merencanakan pemilu tahun depan. Namun bagaimana mungkin mau mengadakan pemilu kalo dana tidak ada ??? Biasanya kalopun diadakan pemilu maka dunia Internaional akan mengirimkan pengawas, namun kali ini karena masalah keamanan makin buruk, dana tidak ada, maka tidak ada negara manapun bersedia menjadi pengawas sehingga bisa dipastikan bahwa pemilunya pun akan berjalan dengan penuh kerusuhan2 yang terjadi dimana kedua belah pihak Hamas dan Abbas akan saling mencurangi lawannya masing2. Siapapun yang keluar menjadi pemenangnya akan dianggap menang secara tidak syah dan Hamas sebagai organisasi terorist akan membatalkan pengakuan yang sebelumnya diperoleh Abbas dari dunia Internasional. Palestina sudah mati suri, dana tidak ada, pegawai, polisi dan tentara sudah tidak menerima gaji lagi. Sementara itu blokade ekonomi oleh Israel semakin ketat. Makanan, obat2an, barang2 kebutuhan hidup menjadi sangat langka, pasar gelap penjual barang2 selundupan makin berkembang, sedangkan sekolah2 tutup dan rumah sakit hanya menerima pasien untuk mati bukan untuk diobati karena tidak ada obat2an untuk mengobati pasien yang sakit. Abbas memohon bantuan UN untuk memaksa Israel menyerahkan dana ratusan juga dollar hasil pembayaran pajak Paletina. Namun UN menolak karena bukan hak atau urusan UN karena dana itu merupakan hak mutak dari intern Israel sendiri. Setiap orang belanja pasti harus bayar pajak, keluar negeri juga bayar pajak, sekolah keluar negeri juga bayar pajak, pokoknya segala kegiatan yang menyangkut jual beli atau menyangkut transaksi apapun tetap harus bayar pajak dimanapun diseluruh dunia. Demikianlah tidak berbeda orang2 Palestina yang berdagang, berkunjung ke Israel, sekolah dlsb tetap harus bayar pajak ke pemerintah Israel. Hasil pengumpulan pajak inilah atas kebaikan Israel bersedia diserahkan kepada pemerintahan Palestina. Jadi pajak yang ditarik dari orang Palestina itu 100% hak pemerintah Israel, kalopun ada orang Indonesia yang berdagang ke Israel dan ditariki pajak oleh pemerintah Israel, maka pajak yang ditarik ini sama seperti yang ditarik dari orang Palestina, keduanya milik sah mutlah pemerintah Israel. Demikianlah, karena adanya perjanjian Camp David dulu maka Israel yang ingin membantu negara Palestina bersedia menyerahkan hasil penarikan pajak ini kepada Abbas yang menjadi pemimpin pemerintahan Palestina. Tapi kemudian secara sepihak karena perjanjian Cam David sudah dibatalkan, maka hasil pajak ini tidak perlu lagi diserahkan kepada Abbas, apalagi Abbas sengaja tidak mau atau menolak melakukan perundingan damai terkait keamanan Israel, maka apanya yang masih harus dibantu oleh Israel ???? Demikianlah, Sek Jen UN Ban Ki Moon menolak permohonan Abbas yang tidak pada tempatnya untuk memaksa Israel menyerahkan uang pajak tsb. Hal ini betul2 membuat Abbas beserta pemerintahan Palestina-nya terancam gulung tikar, rakyat dan pegawai2 sudah tidak mematuhi lagi aturan2 yang ditetapkan oleh Abbas. Semua panik memikirkan nasibnya sendiri2, semua berusaha menyelamatkan dirinya sendiri meskipun dalam hal ini harus mencelakakan teman2nya, saudara2nya termasuk pemerintahannya. Sementara itu blokade ekonomi terus makin ketat, semua lubang2 dan terowongan2 untuk menyeludup di bomb setiap hari sehingga makin tidak mungkin untuk mendapatkan barang2 kebutuhan. Malam hari gelap gulita tidak ada listrik, tidak ada air minum, tidak ada makanan, keluar rumahpun selalu dirampok oleh polisi maupun tentara Hamas yang juga kelaparan. Satu2nya sumber kehidupan adalah kiriman makanan dan air minum dari Israel untuk penduduk yang tercatat namanya yang sudah discreening bukan anggauta Hamas. Pembagian inipun harus mengantri panjang sekali seharian penuh. Situasi sekarang ini boleh dikatakan sebagai "Detik2 Terakhir Negara Palestina". Entah kapan datang lagi bantuan dari Indonesia, saudara seiman, seagama, dan seperjuangan. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
