Refl: Mengapa harus sang presiden diminta untuk memerintakan Polri/TNI guna 
melindungi warga Papua (mahasiswa)? Bukankah itu tugasnya tanpa perlu diminta, 
ataukah SBY dan komplotannya mempunyai agenda tersendiri dan oleh karena itu 
berlagak pilon ataukah tidak mempunyai waktu sebab sibuk menciptakan lagu-lagu 
romantika baru?

Sesuai Koran Tempo beberapa hari lalu diberitakan bahwa Sultan Jokja menyerukan 
kepada mahasiswa Papua agar tidak menarik diri dari Jokja untuk pulang ke tanah 
Papua.

http://www.antaranews.com/berita/286389/presiden-diminta-perintahkan-polritni-lindungi-mahasiswa-papua
Presiden diminta perintahkan Polri/TNI lindungi mahasiswa Papua
Jumat, 25 November 2011 18:25 WIB | 

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Al Muzzammil 
Yusuf mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintahkan aparat TNI 
dan Polri memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi sekitar 50 ribu 
mahasiswa Papua yang ada di seluruh Indonesia.

"Saya meminta kepada Pimpinan Komisi I agar berkoordinasi dengan Pimpinan DPR 
RI untuk meminta Presiden RI melalui Menkopulhukam agar memberi jaminan 
keselamatan bagi 50.000 mahasiswa Papua yang ada di seluruh Indonesia," ujarnya 
di Jakarta, Jumat.

Desakan itu, menurut dia, perlu disuarakan karena adanya informasi TNI/Polri 
telah mendatangi asrama mahasiswa Papua di beberapa daerah dan menginterogasi 
mereka. 

Menurut tokoh masyarakat Papua, masih kata Muzzamil, saat ini sudah ada 500 
mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua kembali ke Papua karena merasa 
terancam.

Dikemukakannya hal tersebut perlu segera dilakukan untuk menciptakan situasi 
yang kondusif untuk berdialog dalam menyelesaikan permasalahan Papua. Aparat 
penegak hukum baik Polri maupun TNI jangan terlalu berlebihan dalam merespon 
situasi yang ada di Papua. 

Pendekatan represif yang selama ini terjadi harus segera dihentikan karena 
tidak memberikan solusi permanen di Papua.

"Adanya rencana dialog yang disampaikan oleh Presiden SBY harus didahulukan 
dengan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat dan 
mahasiswa Papua di mana pun mereka berada," ujar Muzzammil.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, menyatakan bahwa sebelum 
pemerintah melakukan dialog dengan masyarakat Papua, kegiatan TNI yang berada 
di Papua harus dihentikan.

"Hal ini untuk menyukseskan dialog antara masyarakat Papua dengan pemerintah 
pusat," kata Hasanuddin. Menurut dia, kegiatan TNI yang perlu dihentikan adalah 
patroli, penyisiran, atau pencarian yang tak jelas karena akan menimbulkan 
kecurigaan.

Ia menilai adanya sekian ribu personel TNI/ Polri yang ada di Papua bukannya 
memberi solusi, melainkan justru menimbulkan masalah.

DPR, lanjut Hassanuddin, mendukung rencana pemerintah untuk melakukan dialog 
dalam menyelesaikan persoalan Papua yang tak kunjung selesai. "Pemerintah dan 
masyarakat Papua harus duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada," 
katanya. 


(D011/R018) 

Editor: Suryanto


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke