Kalo soal "minta" sih udah umum dilakukan. SBY jg doyan "minta" ke instansi2 
tertentu unt ningkatkan pelayanan misalnya.

Masalahnya kan kalo orang "minta" sesuatu ke orang lain, permintaannya itu ga 
hrs dipenuhi, terserah yg diminta.

Jadi, SBY atau bangsat2 lain yg "minta" ini itu sebetulnya cuma lagi sekedar 
nampang aja spy kliatan prihatin, padahal mereka jg tahu kalo permintaannya ga 
akan dipenuhi. Yg penting kan kaing2nya keras.





>________________________________
> From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Monday, November 28, 2011 4:52 AM
>Subject: [proletar] Presiden diminta perintahkan Polri/TNI lindungi mahasiswa 
>Papua
> 
>
>  
>Refl: Mengapa harus sang presiden diminta untuk memerintakan Polri/TNI guna 
>melindungi warga Papua (mahasiswa)? Bukankah itu tugasnya tanpa perlu diminta, 
>ataukah SBY dan komplotannya mempunyai agenda tersendiri dan oleh karena itu 
>berlagak pilon ataukah tidak mempunyai waktu sebab sibuk menciptakan lagu-lagu 
>romantika baru?
>
>Sesuai Koran Tempo beberapa hari lalu diberitakan bahwa Sultan Jokja 
>menyerukan kepada mahasiswa Papua agar tidak menarik diri dari Jokja untuk 
>pulang ke tanah Papua.
>
>http://www.antaranews.com/berita/286389/presiden-diminta-perintahkan-polritni-lindungi-mahasiswa-papua
>Presiden diminta perintahkan Polri/TNI lindungi mahasiswa Papua
>Jumat, 25 November 2011 18:25 WIB | 
>
>Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Al Muzzammil 
>Yusuf mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintahkan aparat 
>TNI dan Polri memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi sekitar 50 ribu 
>mahasiswa Papua yang ada di seluruh Indonesia.
>
>"Saya meminta kepada Pimpinan Komisi I agar berkoordinasi dengan Pimpinan DPR 
>RI untuk meminta Presiden RI melalui Menkopulhukam agar memberi jaminan 
>keselamatan bagi 50.000 mahasiswa Papua yang ada di seluruh Indonesia," 
>ujarnya di Jakarta, Jumat.
>
>Desakan itu, menurut dia, perlu disuarakan karena adanya informasi TNI/Polri 
>telah mendatangi asrama mahasiswa Papua di beberapa daerah dan menginterogasi 
>mereka. 
>
>Menurut tokoh masyarakat Papua, masih kata Muzzamil, saat ini sudah ada 500 
>mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua kembali ke Papua karena merasa 
>terancam.
>
>Dikemukakannya hal tersebut perlu segera dilakukan untuk menciptakan situasi 
>yang kondusif untuk berdialog dalam menyelesaikan permasalahan Papua. Aparat 
>penegak hukum baik Polri maupun TNI jangan terlalu berlebihan dalam merespon 
>situasi yang ada di Papua. 
>
>Pendekatan represif yang selama ini terjadi harus segera dihentikan karena 
>tidak memberikan solusi permanen di Papua.
>
>"Adanya rencana dialog yang disampaikan oleh Presiden SBY harus didahulukan 
>dengan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat dan 
>mahasiswa Papua di mana pun mereka berada," ujar Muzzammil.
>
>Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, menyatakan bahwa sebelum 
>pemerintah melakukan dialog dengan masyarakat Papua, kegiatan TNI yang berada 
>di Papua harus dihentikan.
>
>"Hal ini untuk menyukseskan dialog antara masyarakat Papua dengan pemerintah 
>pusat," kata Hasanuddin. Menurut dia, kegiatan TNI yang perlu dihentikan 
>adalah patroli, penyisiran, atau pencarian yang tak jelas karena akan 
>menimbulkan kecurigaan.
>
>Ia menilai adanya sekian ribu personel TNI/ Polri yang ada di Papua bukannya 
>memberi solusi, melainkan justru menimbulkan masalah.
>
>DPR, lanjut Hassanuddin, mendukung rencana pemerintah untuk melakukan dialog 
>dalam menyelesaikan persoalan Papua yang tak kunjung selesai. "Pemerintah dan 
>masyarakat Papua harus duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada," 
>katanya. 
>
>(D011/R018) 
>
>Editor: Suryanto
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke