Makin lama keadaan Hasan Basri makin payah dan otaknya makin busuk, nista lagi 
menjijikkan...

Kali ini dia menulis: "kok mengelak sih lu plik?
orang minang tulen dari gunung seperi elo lah bukannya makan pake tangan 
telanjang?"

Sayangnya, seperti Dipo yang juga sudah sama-sama gilanya, Hasan Basri menolak 
buat berobat ke psikiater.

Kasihan.


--- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@...> wrote:
>
> kok mengelak sih lu plik?
> orang minang tulen dari gunung seperi elo lah bukannya makan pake tangan 
> telanjang?
> jijay ah plik, geli gue tau...
> 
> 
> ________________________________
>  From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Saturday, November 26, 2011 8:55 PM
> Subject: [proletar] Re: sains dan agama...
>  
> 
>   
> 
> Hasan Basri makin lama makin gila saja..
> 
> Kali ini dia menulis: 
> 
> "yang menjijikan adalah si jusplik, 
> hari gini makan aja masih pake tangan bersenjata kobokan..."
> 
> Kasihan saya melihatnya.
> 
> Sayangnya, seperti juga Dipo yang sama-sama gilanya, dia menolak pergi 
> berobat ke psikiater.
> 
> --- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@> wrote:
> >
> > wan,
> > bagi orang agnostik seperti gua aja gue masih mengakui agama itu penting
> > tapi bukan lebih penting dari sains, atau sains lebih penting dari agama
> > 
> > menurut gue agama adalah urusan intern, jika beragama dengan baik atau 
> > memilih agama/kepercayaan dengan
> > baik, penganutnya cenderung memiliki moral yang baik
> > 
> > sedang sains adalah urusan exterior, segala penelitian dan hasil dari sains 
> > berguna dan memperbaiki nasib orang, 
> > 
> > jadi opini gue, agama dan sains itu adalah seperti sendok dan garpu
> > 22nya memiliki fungsi sendiri sendiri
> > kalau makan sop elu mesti pake sendok
> > sedang memakan spageti atau steaks memerlukan garpu plus pisau steaks
> > 
> > yang menjijikan adalah si jusplik, 
> > hari gini makan aja masih pake tangan bersenjata kobokan...
> > 
> > jijay menehna
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> >  From: wawan <selarasmilis@>
> > To: [email protected] 
> > Sent: Friday, November 25, 2011 8:33 PM
> > Subject: [proletar] sains dan agama...
> > 
> > 
> >   
> > Propaganda memang tidak baik, namun apabila fakta mengatakan IQ masyarakat 
> > masih relatif rendah (89), so jika sains dan agama kita anggap terlebih 
> > dahulu menjadi propaganda (meski sebenarnya sains bersifat empirisme, 
> > rasionalisme, verifikasi dan falsifikasi), maka lebih baik mempropagandakan 
> > sains terlebih dahulu, dan setelah IQ rata2 masyarakat sudah relatif tinggi 
> > (100), jangan pernah ada propaganda, dan silakan memilih sendiri antara 
> > sains dan agama (ws-26-11-11)
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke