Refl: Bagaimana pemeritah mau berani, kalau yang melakukan pelanggaran hukum 
adalah konco bin sahabat oknom-oknom pemerintah? Sial dan tertipu menjadi 
korban ialah rakyat yang dijadikan pemilih. Satu dua kata disepuh lidah dengan 
jampi-jampi agama langsung pikiran rakyat tersumbat dengan keyakinan bahwa yang 
mereka pilih adalah orang yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat 
dan terus bersifat pasif dan masa bodoh, biar pemerintah dan konco bin sahabat 
yang mengatur dan mengumpulkan berkat rejeki. Berkat pengumpulan harta pribadi 
yang dilakukan maka oleh karena itu NKRI adalah negara yang paling cepat 
melahirkan dollar milioner di Asia sekarang.


http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/12/06/index.shtml?ArtId=001_017&Search=Y


Titip Proyek, DPR Dinilai Salahgunakan Wewenang 
JAKARTA 

     
Ironisnya, pemerintah pun tak berani.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen, Sebastian Salang, menilai ulah 
anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang menitipkan perusahaannya dalam proyek di 
kementerian adalah penyalahgunaan kekuasaan. Menurut Sebastian, DPR memang 
mempunyai fungsi kontrol terhadap pemerintah. “Tapi fungsi itu malah digunakan 
untuk menekan pemerintah dan mencari keuntungan,“ ujar dia saat dihubungi tadi 
malam. Ihwal titip-menitip proyek terungkap dalam persidangan kasus korupsi 
proyek solar home system di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral senilai 
Rp 526 miliar.Terdakwa kasus itu adalah Ridwan Sanjaya, pejabat pembuat 
komitmen proyek pada 2009 itu. Ridwan menyebutkan bahwa sejumlah anggota DPR 
berusaha menitipkan perusahaan kepadanya agar menang dalam tender proyek. Salah 
satunya, yang terungkap dalam dokumen pemeriksaan, adalah nama Sutan 
Bhatoegana, anggota Komisi Energi DPR dari Partai Demokrat. Sutan pun mem 
bantahnya, bahkan menantang kasus ini dibongkar. 
Sebastian mengatakan dugaan praktek titip-menitip perusahaan sudah terjadi 
sejak lama. Sekalipun proses tender dilakukan secara transparan dan 
terkomputerisasi, dugaan praktek itu masih bisa terjadi. Kondisi makin ironis 
karena pemerintah sendiri tak berani mengungkapkan kasusnya. ”Sehingga DPR, 
yang memiliki kewenangan dalam sistem penganggaran, leluasa berbuat apa 
pun,”ujarnya. ”Sistem itu tidak jujur,” dia menambahkan. 

Anggota Komisi Hukum DPR,Wa Ode Nurhayati, meng

akui dugaan praktek titip-menitip proyek sangat mungkin terjadi. ”Karena DPR 
itu sentra informasi,” ujar dia kemarin. 
Soalnya, pembahasan di DPR sudah dimulai sejak perencanaan hingga pembahasan. 

Adapun Ketua DPR Marzuki Alie membantah adanya praktek itu. ”Saya clear-kan 
soal itu,”ujarnya. Dia juga memastikan koleganya bersih dari kasus tersebut. 
Bahkan dirinya menjamin tidak ikut serta dalam proyek korupsi tersebut. 

“Saya tidak ingin merusak negara ini.” 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke