Refl: Mungkin mengherankan bagi banyak pihak ialah mengapa imigran Timur Tengah 
ini tidak ke negeri-negeri Teluk (Kuwait, Dubai, Bahrain, Qatar, Oman) dan Arab 
Saudia yang kaya raya ditambah lagi boleh dibilang satu kebudayaan, Tidak mau 
tinggal di Indonesia, sekalipun mayoritas penduduknya sama agamanya, tetapi 
mereka mau ke Australia yang jauh dan lagi banyak dan besar perbedaan sosial.

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/12/18/284971/289/101/Ratusan-Imigran-Timur-Tengah-Tenggelam-di-Prigi


Ratusan Imigran Timur Tengah Tenggelam di Prigi 
Minggu, 18 Desember 2011 00:52 WIB TRENGGALEK--MICOM: Ratusan imigran gelap 
asal Timur Tengah hilang dan diduga tewas setelah kapal yang mereka tumpangi 
tenggelam di perairan selatan Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, 
Sabtu (17/12). 

Jumlah penumpang, data korban hilang atau tewas, dan bahkan korban yang 
berhasil selamat pun masih 
simpang siur sampai saat ini. 

Namun, berbagai sumber di lokasi evakuasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara 
(PPN) Prigi mencatat korban selamat yang saat ini ditampung di Pelabuhan Prigi 
ada sekitar 25 orang. 

"Data sementara 25 orang, satu di antaranya sekarang ada di Puskesmas Watulimo 
dalam kondisi kritis," kata salah seorang staf Satpol PP Trenggalek, Agus 
Sudarto. 

Sementara, pihak Polair Prigi maupun tim SAR Trenggalek yang juga melakukan 
evakuasi sekaligus pendataan sampai saat ini belum berani menyampaikan jumlah 
pasti korban yang berhasil diselamatkan nelayan. 

Mereka beralasan, selain masih dalam proses pendataan, tim SAR bersama Polair 
Prigi pada saat yang sama juga sedang berupaya melakukan penyisiran ke tengah 
laut, yakni kapal yang kelebihan penumpang tersebut diidentifikasi tenggelam. 

"Lokasi persisnya juga belum jelas. Nelayan yang membawa sebagian korban 
selamat hanya menyebut lokasi kejadian berjarak sekitar 20-25 mil dari perairan 
Prigi. Pokoknya dari daerah rumpon masih ke tengah lagi sekitar 5 mil jauhnya," 
kata salah seorang anggota Polair Prigi, Bripda Maryani. 

Ia menjelaskan, insiden kecelakaan laut terjadi lantaran kapal kelebihan 
muatan, bukan karena dihantam badai. 

Kapal kayu yang ditumpangi para imigran asal Afganistan, Turki, Iran, dan Saudi 
Arabia tersebut maksimal hanya mampu memuat 100 orang. 

Namun, nahkoda kapal yang sampai sekarang belum diketahui jejaknya itu 
memaksakan mengangkut hingga 250 orang lebih. 

"Kami yakin jumlahnya lebih dari itu, sebab sebelum naik kapal itu, kami sempat 
diangkut menggunakan empat bus, yang masing-masing mengangkut sekitar 60 
penumpang. Jumlah itu belum termasuk anak-anak yang kami perkirakan ada sekitar 
30 hingga 50 orang," kata Esmat Adine, salah seorang korban selamat asal 
Afganistan saat memberikan keterangan melalui seorang penerjemah. 

Ia menceritakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak dijelaskan 
secara detail bagaimana kronologinya, Esmat hanya menuturkan bahwa kapal sempat 
terombang-ambing dan sulit bergerak karena kelebihan muatan. 

Kondisi itu membuat ratusan penumpang panik dan menyebabkan keseimbangan kapal 
semakin tidak stabil, sehingga akhirnya tenggelam. 

Menurut Esmat, dia bersama sebagian penumpang dewasa berusaha menyelamatkan 
diri dengan cara berenang ataupun berpegangan pada pecahan kayu kapal seadanya. 

Esmat dan kawan-kawan sempat bertahan beberapa jam, hingga akhirnya sejumlah 
nelayan Prigi yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian melihat 
keberadaan Esmat dkk terombang-ambing di tengah laut. 

Mereka kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Prigi, namun sebagian besar lainnya 
sampai saat ini masih dalam proses pencarian tim gabungan dari Basranas 
Trenggalek dan Polair Prigi. (Ant/OL-3) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke